Sebutkan 6 elemen kerangka dramatik yg dikemukakan oleh gustav freytag.

Berikut ini adalah pertanyaan dari cintanayla4971 pada mata pelajaran Seni untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

Sebutkan 6 elemen kerangka dramatik yg dikemukakan oleh gustav freytag.

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Gustav Freytag (1863), menggambarkan struktur dramatiknya mengikuti elemen-elemen tersebut dan menempatkannya dalam adegan-adegan lakon sesuai laku dramatik yang dikandungnya. Struktur Freytag ini dikenal dengan sebutan piramida Freytag atau Freytag’s pyramid (Lethbridge, Steffanie dan Jarmila Mildorf, tanpa tahun).

Struktur dramatik Piramida Freytag

Dalam gambar di atas dijelaskan alur lakon dari awal sampai akhir melalui bagian-bagian tertentu yang dapat dijabarkan sebagai berikut.

(a) Exposition

Eksposisi adalah penggambaran awal dari sebuah lakon. Berisi tentang perkenalan karakter dan masalah yang akan digulirkan.

(b) Complication (rising action)

Complication merupakan tahapan mulai terjadinya kerumitan atau komplikasi yang diwujudkan ke dalam jalinan peristiwa. Di sini sudah mulai dijelaskan laku karakter untuk mengatasi konflik dan tidak mudah untuk mengatasinya sehingga timbul frustasi, amukan, ketakutan, atau kemarahan. Konflik ini semakin rumit dan membuat karakter-karakter yang memiliki konflik semakin tertekan serta berusaha untuk keluar dari konflik tersebut.

(c) Climax

Klimaks adalah puncak dari laku lakon dan titik kulminasi. Pada titik ini semua permasalahan akan terurai dan mendapatkan penjelasan melalui laku karakter maupun lewat dialog yang disampaikan oleh peran.

(d) Reversal (falling action)

Tahapan penurunan emosi lakon. Penurunan ini tidak saja berlaku bagi emosi lakon tapi juga untuk menurunkan emosi penonton. Falling action ini juga berfungsi untuk memberi persiapan waktu pada penonton untuk merenungkan jalinan peristiwa yang telah terjadi. Titik ini biasanya ditandai oleh semakin menurunnya emosi permainan, dan volume suara pemeran lebih bersifat menenangkan.

(e) Denouement

Tahap penyelesaian dari lakon tersebut, baik berakhir dengan bahagia maupun menderita.

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh latifahchan04 dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Tue, 20 Sep 22