jelaskan bahan, bentuk, ragam hias, dan teknik pembuatan karya seni

Berikut ini adalah pertanyaan dari cici301220 pada mata pelajaran Seni untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

Jelaskan bahan, bentuk, ragam hias, dan teknik pembuatan karya seni kriya dari daerah mu!!!​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Seni kriya

Bentuk karya seni kriya Nusantara amat beragam.

Beragam pula bahan alam yang digunakan. Dari sejumlah

seni kriya Nusantara, ada yang tetap mempertahankan

ragam hias tradisional dan ada pula yang telah dikembangkan

sesuai dengan tuntutan pasar. Seni kriya dapat

dikelompokkan menjadi seni kriya pahat, seni kriya tekstil, seni

kriya anyaman, dan seni kriya keramik.

a. Seni kriya pahat

Jenis, bentuk, bahan, dan teknik dalam seni pahat sangat

beragam, dari jenis ukir, patung, dan aneka kerajinan

lainnya. Seni pahat selain menggunakan bahan kayu,

juga menggunakan batu, aneka logam, emas, serta

tulang dan kulit hewan.

Bali merupakan daerah yang banyak menghasilkan seni

pahat berupa ukiran, patung, hingga barang-barang

kerajinan. Patung arca dengan bahan batu andesit juga

dibuat di Bali. Bentuknya menyerupai benda-benda

purbakala.

Salah satu hasil dari seni pahat yang unik adalah wayang

kulit dan wayang beber yang terbuat dari kulit binatang,

serta wayang golek yang terbuat dari kayu. Kerajinan

wayang kulit dan wayang beber terdapat di daerah

Yogyakarta, Surakarta, dan Sragen. Sedangkan wayang

golek banyak diproduksi di Jawa Barat.

Di Jepara (Jawa Tengah) tersohor dengan seni ukir khas

Jawa. Daerah lain di Jawa penghasil seni pahat dalam

bentuk topeng, patung, ukiran, dan lain-lain adalah

Kudus, Bojonegoro, dan Cirebon.

Seni patung Suku Asmat dan Kamoro di Papua terkenal

dengan kekhasannya, dengan bentuk dan ukuran

yang beragam.

Di Palembang, karya ukir kayu juga diwujudkan pada

perabot rumah tangga dengan ciri khas menggunakan

warna emas dan cokelat tua. Di Sumatra Utara, seni

pahat masyarakat Batak selain berupa ukiran hias pada

bangunan rumah adat, juga terdapat pada bendabenda

yang berfungsi sebagai perlengkapan ritual.

b. Seni kriya tekstil

Keragaman karya seni tekstil bisa dilihat dari jenis, teknik,

ragam hias, dan bahan yang digunakan. Jenis karya

tekstil di Nusantara bisa dikelompokkan menjadi dua,

yaitu karya batik dan karya tenun.

1) Karya batik

Proses pembuatan kain batik dapat dilakukan

dengan teknik tulis, teknik cap, dan teknik lukis.

Teknik batik tulis merupakan teknik yang paling

banyak diterapkan di Indonesia. Selain di Jawa,

batik juga terdapat di Kalimantan, Sumatra,

Sulawesi, dan Bali.

Corak kain batik setiap daerah beraneka ragam.

Corak batik Jawa umumnya bergaya naturalis

dengan sentuhan warna-warna yang beragam.

Corak batik pesisir umumnya menunjukkan adanya

pengaruh asing. Pekalongan merupakan penghasil

batik yang terkenal dan termasuk dalam golongan

batik pesisir. Daerah batik bercorak pesisir yang

lain adalah Madura, Tuban, dan Cirebon. Batik

daerah ini didominasi perpaduan warna yang

kontras, seperti merah, kuning, cokelat, dan putih.

Sedangkan Batik Solo, Yogyakarta, dan sekitarnya

umumnya menggunakan warna-warna redup,

seperti cokelat, biru, hitam, dan hijau.

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh atukzgaming dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Wed, 04 Aug 21