tuliskan 10 judul lagu nasional, makna lagu, dan pencipta?

Berikut ini adalah pertanyaan dari jiufong12 pada mata pelajaran Seni untuk jenjang Sekolah Menengah Atas

Tuliskan 10 judul lagu nasional, makna lagu, dan pencipta?

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Lagu-lagu daerah beserta pencipta lagu, makna lagu, dan asal lagu

Hidop Gandong

Ketabo

Piso Surit

O Ina' ni Keke'

Makan Sirih

Jali-Jali

Gundul Pacul

Ampar-ampar Pisang

Miara Si Luri

Angin mammiri

Pembahasan

Hidop Gandong

Pencipta : Kace Rumahmury

Asal lagu : Maluku

Makna : Mengajak semua orang untuk hidup dalam persaudaraan, saling membantu dalam keadaan susah dan jika ada persoalan maka lebih baik dibicarakan secara baik-baik. Istilah gandong terkait dengan adat Pela Gandong yang berarti ikatan persatuan dan persaudaraan antara komunitas-komunitas etnik di Maluku yang pada dasarnya datang dari akar yang sama.

Ketabo

Pencipta : Nahun Situmorang

Asal lagu : Tapanuli

Makna lagu : Ajakan dikalangan para na peso baiting untuk datang ke pasar Padang sidimpuan, kota terbesar didaerah Angkola, untuk mengamati atau jika mungkin menegur gadis-gadis cantik dan lincah yang berbelanja di pasar buah membeli salak.

Piso Surit

Pencipta : Djaga Depari

Asal lagu : Sumatera Utara

Makna lagu : Sang gadis yang sering sekali tidak mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan kekasihnya dan selalu teringat akan kekasihnya itu sehingga mengandaikan dirinya sebagai burung Piso Surit yang selalu berkicau sendu. Sang gadis ini selalu menanyakan keadaan dan keberadaan kekasihnya sambil menangis dalam penantiannya.sang gadis mengatakan di dalam hatinya kepada kekasihnya untuk segera pulang dan menyudahi penantiannya.

O Ina' ni Keke'

Pencipta : R. C. Hardjosubroto

Asal lagu : Sulawesi Utara

Makna lagu : “O ibu dari keke'.”Keke' adalah sapaan sayang bagi anak perempuan Minahasa. Lagu ini menceritakan tentang perjalanan seorang ibu ke kota Manado, yang disebut Wenang dalam bahasa Minahasa, untuk membeli kue (waleko; diawali artikel “em” dibaca mbaleko). Sayangnya, yang meminta kue tidak kebagian karena sudah dimakan habis baru meminta.

Makan Sirih

Pencipta : Attataya Batang Emas

Asal lagu : Riau

Makna lagu : Dalam kehidupan orang Melayu dikenal sebagai sebuah tradisi yang disebut dengan berkapur sirih, yaitu tradisi makan sirih yang diramu dengan kapur dan pinang. Tradisi makan sirih merupakan warisan budaya masa silam, lebih dari 300 tahun yang lalu hingga sampai saat ini.

Jali-Jali

Pencipta : Dipopularkan oleh M Sagi

Asal lagu : Jakarta

Makna lagu : Berpisah untuk berjumpa lagi, perpisahan kadang juga suatu awal dari kemajuan karir seseorang, maunya memang tidak usah ada perpisahan, tetapi sepertinya sudah jadi hukum alam bahwa setiap ada perjumpaan pasti akan ada perpisahan.

Gundul Pacul

Pencipta : R.C. Hardjusubroto

Asal lagu : Jawa Tengah

Makna lagu : Seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota tetapi dia adalah pembawa pacul untuk mencangkul, mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya atau orang banyak. Orang Jawa mengatakan pacul adalah 'Papat Kang Ucul' (empat yang lepas). Kemuliaan seseorang tergantung empat hal, yaitu bagaimana menggunakan mata, hidung, telinga, dan mulutnya.

Ampar-ampar Pisang

Pencipta : Hamiedan AC

Asal lagu : Kalimantan Selatan

Makna lagu : Pada awalnya dinyanyikan secara iseng saat masyarakat Kalimantan Selatan yang membuat sebuah kue atau makanan yang terbuat dari pisang. Makanan ini bernama rimpi. Cara membuat makanan ini adalah dengan cara pisang di diampar (disusun) kemudian dibiarkan hingga hampir matang.

Miara Si Luri

Pencipta : Connie Maria Mamahit

Asal lagu : Sulawesi Utara

Makna lagu : Ungkapan nasihat bagi seorang pria supaya ketika ia sedang berpacaran atau meminang seorang wanita, hendaknya memperlakukan ia dengan baik-baik, dengan demikian wanita itu akan betah tinggal bersamanya. Kalau tidak, maka diibaratkan seperti burung luri ia akan mudah terbang meninggalkannya. Kata miara mengandung arti “pelihara,” namun kata itu melebihi arti dari memelihara binatang. Orang Minahasa juga menyebut Tuhan sebagai Si Mapiara (Yang Memelihara).

Anging mammiri

Pencipta : Bora D. G. Irate

Asal lagu : Makassar

Makna : Angin bertiup, yang membawa kesejukan dan pesan untuk menyampaikan kerinduan kepada orang yang disayang.

Penjelasan:

maafkalosalah

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh ManusiaBiasa6789 dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Sat, 16 Jul 22