1. Bangsa Indonesia dikuasai oleh penjajah selama ratusan tahun. Uraikan

Berikut ini adalah pertanyaan dari malik6935 pada mata pelajaran Sejarah untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

1. Bangsa Indonesia dikuasai oleh penjajah selama ratusan tahun. Uraikan awal mula bangsaEropa melakukan penjajahan di Nusantara!
Jawab:
2.
Analisislah dasar diterapkannya sistem tanam paksa (cultuur stelsel) di Indonesia!
Jawab:
3.
Uraikan mengenai kedatangan Portugis pertama kali ke Nusantara!
Jawab:
4.
Kemukakan alasan bahwa perlawanan bangsa Indonesia sebelum tahun 1908 seialu meng-
alami kegagalan!
Jawab:
5.
Analisislah yang dimaksud dengan politik adu domba (devide et impera)!
Jawab:.

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

1. Bangsa Indonesia merupakan hasil perpaduan dari berbagai suku dan ras yang ada di Nusantara yang dikuasai oleh penjajah Eropa sejak abad ke-16.

2. Sistem tanam paksa (cultuur stelsel) adalah sistem yang diterapkan oleh pemerintah Kolonial Belanda di Indonesia pada abad ke-19 yang memaksa para petani untuk menanam jenis-jenis tanaman tertentu yang diinginkan oleh pemerintah.

3. Portugis datang ke Indonesia pada abad ke-16 dengan tujuan mencari jalur baru menuju India dan mencari sumber bahan baku industri tekstil serta kekayaan alam seperti emas dan perak.

4. Perlawanan bangsa Indonesia sebelum tahun 1908 sering gagal karena dilakukan secara terpisah-pisah oleh suku/ras dan tidak memiliki strategi yang matang serta tidak didukung kekuatan militer yang cukup.

5. Politik adu domba (devide et impera) adalah strategi yang dilakukan oleh pihak berkuasa untuk memecah belah kelompok-kelompok dalam masyarakat dengan memberikan keuntungan atau kemudahan kepada salah satu kelompok, sehingga kelompok tersebut terpisah dari kelompok lainnya. Tujuan diterapkannya adalah mempertahankan kekuasaan dan mengurangi kemampuan kelompok-kelompok untuk bersatu dan menentang kekuasaan yang ada.

Penjelasan:

Bangsa Indonesia merupakan hasil perpaduan dari berbagai suku dan ras yang ada di Nusantara. Sebelum penjajahan Eropa, bangsa Indonesia sudah memiliki sistem pemerintahan dan kebudayaan yang mapan. Penjajahan Eropa dimulai pada abad ke-16, ketika Portugis pertama kali datang ke Nusantara. Selanjutnya, Belanda juga ikut melakukan penjajahan di Indonesia pada abad ke-17. Penjajahan Eropa di Indonesia berlangsung hingga tahun 1942, ketika Indonesia dikuasai oleh Jepang selama Perang Dunia II. Setelah Jepang kalah dalam perang, Indonesia merdeka pada tahun 1945.

Sistem tanam paksa (cultuur stelsel) adalah sistem yang diterapkan oleh pemerintah Kolonial Belanda di Indonesia pada abad ke-19. Sistem ini memaksa para petani untuk menanam jenis-jenis tanaman tertentu yang diinginkan oleh pemerintah, seperti kapas, kopi, dan teh. Para petani harus memenuhi target produksi yang ditentukan oleh pemerintah, dan jika tidak terpenuhi, petani tersebut akan dikenakan sanksi berupa denda. Tujuan utama diterapkannya sistem ini adalah untuk meningkatkan ekspor produk-produk tersebut ke Belanda, sekaligus meningkatkan keuntungan bagi pemerintah Kolonial Belanda. Sistem tanam paksa ini juga menyebabkan terjadinya kemiskinan dan ketimpangan sosial di Indonesia, karena hampir seluruh kekayaan alam Indonesia diexploitasi oleh pemerintah Kolonial Belanda.

Kedatangan Portugis pertama kali ke Nusantara terjadi pada abad ke-16. Portugis datang ke Indonesia dengan tujuan untuk mencari jalur baru menuju India, sekaligus mencari sumber bahan baku untuk industri tekstil di Eropa. Selain itu, Portugis juga tertarik dengan kekayaan alam Indonesia, seperti emas dan perak. Portugis pertama kali tiba di Indonesia pada tahun 1512, dan kemudian membentuk koloni di beberapa tempat, seperti di Malaka, Ternate, dan Solor. Portugis kemudian dikalahkan oleh Belanda pada abad ke-17, dan Belanda menjadi penjajah Indonesia hingga tahun 1942.

Salah satu alasan mengapa perlawanan bangsa Indonesia sebelum tahun 1908 selalu mengalami kegagalan adalah karena perlawanan tersebut dilakukan secara terpisah oleh masing-masing suku atau ras di Indonesia. Selain itu, perlawanan tersebut juga tidak memiliki strategi yang matang dan tidak didukung oleh kekuatan militer yang cukup. Hal ini menyebabkan perlawanan tersebut tidak mampu mengalahkan kekuatan militer penjajah yang lebih besar. Selain itu, perlawanan juga sering terhalang oleh perbedaan ideologi dan tujuan antar suku atau ras, sehingga tidak terjadi koordinasi yang baik antar perlawanan yang dilakukan.

Politik adu domba (devide et impera) adalah suatu strategi yang dilakukan oleh pihak yang berkuasa untuk memecah belah kelompok-kelompok yang ada dalam masyarakat, sehingga masing-masing kelompok tersebut tidak mampu bersatu dan memperjuangkan hak-hak mereka. Strategi ini biasanya dilakukan dengan cara memberikan keuntungan atau kemudahan kepada salah satu kelompok, sehingga kelompok tersebut terpisah dari kelompok lainnya. Tujuan diterapkannya politik adu domba adalah untuk mempertahankan kekuasaan dan mengurangi kemampuan kelompok-kelompok tersebut untuk bersatu dan menentang kekuasaan yang ada. Strategi ini sering digunakan oleh pemerintah atau kekuatan berkuasa untuk mempertahankan dominasinya di masyarakat.

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh ATOKATA dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Tue, 28 Mar 23