Mengapa Ali bin Abdullah melakukan gerakan propaganda anti Daulah Umayyah??.................​

Berikut ini adalah pertanyaan dari rifaayuningtyas pada mata pelajaran Sejarah untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

Mengapa Ali bin Abdullah melakukan gerakan propaganda anti Daulah Umayyah??
.................​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Penindasan yang dilakukan oleh Bani Umayyah kepada Bani Hasyim dan Bani Abbas, menimbulkan semangat bagi mereka untuk bebas dari kekuasaan Bani Umayyah

Adapun yang faktor melatarbelakangi  munculnya pemberontakan atau gerakan-gerakan anti Umayyah ini sebetulnya  berbeda-beda.  Ada kelompok yang mengusung sentimen keagamaan, klan (kesukuan), bahkan kekecewaan-kekecewaan karena perlakuan diskriminatif Dinasti Umayyah secara sosial-ekonomi

Penjelasan:

Terbunuhnya Al-Husein mengakibatkan Dinasti Umayyah memiliki musuh baru selain kelompok Khawarij. Kelompok Syi’ah yang mendengar terbunuhnya Al-Husein merasa marah dan sangat terpukul.

Sepeninggal Al-Husein kelompok Syi’ah terus berkutat dalam persoalan internal kelompoknya, yakni mengenai masalah Imamah (kepemimpinan). Sampai pada akhirnya kelompok Syi’ah terbagi ke dalam dua kelompok besar yakni kelompok yang mengikuti Muhammad bin Ali yang memilih untuk memerangi Dinasti Umayyah dan satu golongan lagi menjadi pendukung dari Ali Zainul Abidin bin Al-Husein dimana golongan ini lebih senang mendekatkan diri kepada Allah SWT dan hidup berdampingan dengan damai dengan Dinasti Umayyah.

Melihat kekacauan dalam tubuh Syi’ah ini kemudian bergabunglah golongan Abbas yakni para keturunan Al-Abbas yang merupakan paman dari Nabi Muhammad SAW.

Golongan Abbas

Pada awalnya kelompok ini belum menggunakan nama Abbas ketika bergabung dalam kelompok pemberontak ini, melainkan menggunakan nama Ahlul Bait. Golongan Abbas menggunakan nama Ahlul Bait karena ini merupakan siasat mereka agar mereka dapat dengan mudah masuk dan diterima dalam gerakan ini.

Selain itu kelompok Abbas juga kerap menyebarkan isu-isu tentang kekhalifahan adalah hak dari pada keturunan Ahlul Bait dan Dinasti Umayyah telah merebutnya dari tangan Ahlul Bait.

Siasat yang dipakai oleh golongan Abbas ini terbukti ampuh. Dengan singkat golongan Abbas dengan mudah masuk dan meduduki posisi tertinggi dalam gerakan pemberontakan ini. Akhirnya Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas tampil sebagai pemimpin gerakan perlawanan ini.

Padahal, dibalik itu ada kepentingan lain yang dimiliki oleh golongan Abbas, yakni ingin merebut kekuasaan Dinasti Umayyah dan menjadikannya sebagai milik dari para keturunan Abbas.

Golongan Abbas memilih bergabung ke dalam gerakan pemberontak karena mereka sebetulnya tidak memiliki daya dan upaya yang cukup untuk melakukan perlawanan sendiri kepada Dinasti Umayyah.

Dengan cerdik mereka memilih bergabung dalam gerakan pemberontak yang merasa sakit hati kepada Dinasti Umayyah, sehingga mereka tidak harus bersusah payah membangun gerakan untuk melawan Dinasti Umayyah dari awal lagi mereka hanya perlu membangkitkan semangat juang dan menyebarkan isu-isu yang dapat menambah kebencian golongan ini terhadap Dinasti Umayyah.

Bersatunya golongan Abbas ke dalam gerakan perlawanan ini menjadikan gerakan ini bertambah besar dan menjadi ancaman serius bagi kelangsungan Dinasti Umayyah.

PECAHNYA GERAKAN PROPAGADA

Penindasan yang dilakukan oleh Bani Umayyah kepada Bani Hasyim dan Bani Abbas, menimbulkan semangat bagi mereka untuk bebas dari kekuasaan Bani Umayyah.

Pada dasarnya gerakan perlawanan yang dilakukan terhadap Dinasti Umayyah dapat dikategorikan ke dalam tiga musuh:

Al-Mawali. Mereka membayar pajak dalam jumlah yang sangat besar tetapi tidak diperlakukan seperti Bangsa Arab. Mereka mendapat tekanan dari mana-mana. Tentu saja mereka adalah musuh negara.

Musuh kuat Bani Umayyah, yaitu Syi’ah.

Syi’ah Alawiyyah, sebagaimana kita ketahui dalam beberapa periode selalu melakukan berbagai revolusi. Dalam beberapa waktu, revolusi mereka padam. Kebencian dan permusuhan pun semakin menguat.

Kelompok selanjutnya yang membenci Bani Umayyah, bahkan membenci Islam. Mereka adalah sekelompok orang Persia yang tidak beriman dengan sempurna, dan masih memelihara Agama dahulu, seperti Rawandi, Kharrumi, dan Manu.

Adapun yang faktor melatarbelakangi  munculnya pemberontakan atau gerakan-gerakan anti Umayyah ini sebetulnya  berbeda-beda.  Ada kelompok yang mengusung sentimen keagamaan, klan (kesukuan), bahkan kekecewaan-kekecewaan karena perlakuan diskriminatif Dinasti Umayyah secara sosial-ekonomi.

Kelompok pertama yang melakukan pemberontakan adalah kelompok Syi’ah. Mereka mengusung sentimen keagamaan sekaligus kesukuan bahkan nampaknya ada motif “sakit hati” dalam gerakan anti Umayyah yang mereka usung. Mereka tidak pernah menyetujui Pemerintahan Umayyah dan menyebut Dinasti Umayyah sebagai “perebut kekuasaan” yang sah karena mereka yakin dengan pendirian mereka bahwa pewaris tunggal dan sah dari kepemimpinan Islam setelah Rasulullah SAW adalah kalangan keluarga Nabi (Ahlul Bait) termasuk keyakinan bahwa penerus Rasulullah adalah Ali bin Abi Thalib.

Mereka juga tidak pernah memaafkan kesalahan Dinasti Umayyah terhadap Ali bin Abi Thalib dan al-Husein.

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh dzakwanakifiishmat dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Mon, 25 Jul 22