mengapa indonesia di juluki sebagai old state new, society​

Berikut ini adalah pertanyaan dari lauraviktoria pada mata pelajaran Sejarah untuk jenjang Sekolah Menengah Atas

Mengapa indonesia di juluki sebagai old state new, society​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

BENEDICT Anderson terkenal sebagai pengarang buku Imagined Communities (1983), yang sampai sekarang masih merupakan buku wajib-baca tentang nasionalisme bagi mahasiswa universitas di seluruh dunia. Buku itu memicu gelombang kajian baru tentang nasionalisme dan menjadi sama fenomenalnya seperti buku Edward Said, Orientalism (1978). Diterjemahkan ke dalam dua puluh sembilan bahasa, buku itu menjadi salah satu buku paling laris dari Verso, penerbit sayap-kiri di London yang sebagian dikelola oleh adiknya, Perry Anderson.

Minat Anderson terhadap daerah itu dimulai ketika sebagai seorang mahasiswa pascasarjana di Universitas Cornell pada akhir 1950an, ia terinspirasi oleh George Kahin, seorang profesor di Departemen Pemerintahan yang telah membangun sebuah pusat kajian Indonesia di Cornell. Pada saat dimana banyak orang Amerika dan Eropa melihat kaum nasionalis Indonesia sebagai orang barbar yang pakai dasi, Kahin memperlakukan mereka sebagai teman yang setara. Kahin melakukan riset doktoralnya di Indonesia selama tahun-tahun perjuangan melawan Belanda pada akhir 1940an dengan resiko besar terhadap keselamatan dan kesehatan pribadinya. Buku setebal 500 halaman tentang gerakan nasionalis Indonesia yang ia terbitkan pada 1952 mencerminkan keterlibatannya yang intim dan empatis dengan kaum nasionalis serta kerajinannya yang heroik dalam mengumpulkan informasi.[1] Banyak ulasan tentang bukunya di jurnal-jurnal ilmiah mencerminkan rasisme yang ada pada saat itu, berkeberatan karena ia sangat kritis terhadap kekuasaan kolonial Belanda.

Anderson datang ke Cornell secara kebetulan, seperti yang ia jelaskan dalam memoarnya, yang diterbitkan oleh Verso hanya beberapa bulan setelah kematiannya.[2] Setelah lulus dari Universitas Cambridge dengan gelar sarjana kesusastraan kuno, ia tinggal di rumah dengan ibunya, tidak pasti dengan bidang kerja apa yang akan ia geluti. Seorang teman lamanya yang telah menjadi mahasiswa pascasarjana di Cornell menyarankan ia untuk datang bekerja sebagai asisten dosen di sana. Itu merupakan lompatan menuju ke yang tak diketahui, karena ia belum pernah ke AS dan belum memutuskan program studinya.

Anderson merancang disertasinya sebagai semacam pendahuluan dari buku Kahin. Disertasinya membahas tahun-tahun pendudukan Jepang dan tahun-tahun awal Republik Indonesia. Disertasinya, yang selesai pada 1967 dan kemudian diterbitkan dalam bentuk yang direvisi sebagai sebuah buku pada 1972, adalah sebuah karya sejarah yang empirisis dan konvensional, sekalipun ditulis oleh seseorang dari departemen ilmu politik.[3] Buku itu bergerak secara kronologis melalui peristiwa-peristiwa dari sebuah periode pendek yang ditetapkan dan menggunakan wawancara lisan dan sumber tertulis sebagai sumber fakta. Menganalisis secara hati-hati pergerakan para politisi dan pejabat militer yang terlibat dalam perjuangan untuk membentuk Republik yang baru, ia hampir seperti ditulis oleh Kahin atau salah seorang mahasiswa pascasarjananya yang lain, seperti Herbert Feith dan Daniel Lev yang menulis tentang politik Indonesia pada 1950an. Kita hanya melihat secara sekilas dan samar-samar perhatian terhadap penerjemahan, sastra dan budaya yang akan mendominasi karya Anderson yang kemudian.

Anderson berbeda dari Kahin mengenai peran Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam perjuangan nasionalis Indonesia. Dalam sejarah versi Kahin, PKI memainkan peran yang remeh. Mungkin ia mencoba membuat nasionalisme Indonesia lebih sesuai dengan selera orang Amerika pada awal 1950an. Banyak sumber Kahin di Indonesia adalah anti-komunis, terutama mereka yang berasal dari lingkaran Partai Sosialis. Komunisme tentu saja merupakan isu yang sensitif: Kahin sendiri diganggu oleh Senator McCarthy pada awal 1950an karena menolak memberitahu pembimbing disertasinya, Owen Lattimore. Anderson, dengan memasukkan lebih banyak informasi tentang PKI dalam bukunya, menceritakan kisah yang kurang riang. Ia menyimpulkan bukunya dengan mencatat bahwa kesuksesan “revolusi nasional” pada 1949 datang dengan mengorbankan gerakan radikal yang mendorong “revolusi sosial.”

Kahin dan mahasiswanya pada 1950an-60an melawan paradigma modernisasi yang saat itu mendominasi dan menganggap bahwa negara yang baru merdeka, seperti Indonesia, adalah masyarakat “tradisional” yang berada dalam proses “modernisasi.” Teks tipikal dari aliran modernisasi adalah buku yang diedit oleh Clifford Geertz, seorang antropolog yang mengkhususkan diri pada Indonesia, Old Societies and New States (1963).

tamat:v

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh penggunabrainly57 dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Thu, 26 Aug 21