Sebutkan 5 contoh-contoh perumpamaan Yesus tentang Kerajaan Allah menurut Injil

Berikut ini adalah pertanyaan dari demasfarrelsp pada mata pelajaran Sejarah untuk jenjang Sekolah Dasar

Sebutkan 5 contoh-contoh perumpamaan Yesus tentang Kerajaan Allah menurut Injil Matius!

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Penabur (Matius 13:1-9; 18-23)

Perumpamaan Yesus pertama yang terpopuler adalah perumpamaan tentang seorang penabur. Seorang penabur menaburkan benih di ladangnya. Sebagian dari benih itu jatuh di pinggir jalan sehingga burung memakannya sampai habis. Sebagian lagi jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan karena tanahnya tipis ia segera tumbuh, tetapi ketika matahari terbit maka ia menjadi layu.

Sebagian lagi benih itu jatuh di tengah semak duri, dan ketika semak duri itu semakin besar maka ia menghimpitnya. Tetapi sebagian benih itu jatuh di tempat yang subur, lalu tumbuh dan berbuah, ada yang 100 kali lipat, 60 kali lipat dan 30 kali lipat.

Tuhan Yesus menjelaskan bahwa benih yang jatuh di pinggir jalan itu adalah orang yang menerima firman Tuhan tentang Kerajaan Sorga atau Injil tetapi dia tidak mengertinya. Maka datanglah iblis merampasnya dari orang itu. Benih yang jatuh di tempat berbatu-batu menggambarkan orang yang menerima Injil dengan gembira, tetapi Injil itu tidak berakar di hatinya.

Benih yang tumbuh di semak duri menggambarkan orang yang menerima Injil tetapi kekuatiran dunia dan tipu daya kekayaan menghimpitnya sehingga tidak berbuah. Sedangkan benih yang tumbuh di tanah yang subur dan menghasilkan buah 100 kali lipat, 60 kali lipat dan 30 kali lipat menggambarkan Injil yang ditanam dalam hati orang yang menerimanya dan dapat mengertinya.

Perumpamaan ini menggambarkan bagaimana Injil diberitakan kepada semua orang, tetapi sikap dan respon mereka berbeda-beda dan hasilnya pun berbeda. Bagaimana Injil tumbuh.

Lalang di Antara Gandum (Matius 13:24-30; 36-43)

Seseorang menanam gandum di ladangnya. Lalu musuhnya menanam lalang di antara gandum tersebut. Ketika hamba orang yang menanam gandum itu melihat lalang yang tumbuh di antara gandum tuannya, ia melaporkannya kepada tuannya tersebut. Hamba itu bertanya kepada tuannya apakah ia perlu mencabutnya. Tetapi tuannya melarang karena jika lalang tersebut dicabut maka gandum juga akan ikut tercabut.

Jadi lalang tersebut akan dibiarkan hidup bersama gandum hingga musim panen gandum tiba. Pada saat itu gandum akan dicabut dan dikumpulkan ke lumbung. Saat itu juga lalang akan dicabut, dikumpulkan dan akan dibakar habis.

Perumpamaan ini menggambarkan keberadaan orang-orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Yesus dengan mereka yang hanya kelihatannya percaya kepada-Nya. Pada masa ini kita tidak selalu bisa mengetahui siapa orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Yesus dan siapa yang hanya sekedar ikut-ikutan.

Tetapi kelak pada akhir zaman perbedaan itu akan menjadi terang. Akan ada pemisahan yang jelas untuk selamanya antara orang percaya dengan orang yang tidak percaya. Orang percaya akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, orang yang tidak percaya akan masuk ke neraka.

Talenta (Matius 25:14-30)

Seorang tuan ingin pergi ke negeri jauh dan ia mempercayakan sejumlah uangnya kepada tiga orang hambanya, agar mereka menggandakannya dan memberi keuntungan kepada tuan tersebut ketika ia telah pulang. Hamba pertama diberi 5 talenta, hamba kedua diberi 2 talenta dan hamba ketiga diberi 1 talenta.

Maka hamba yang mendapat 5 talenta itu bekerja dan mendapat untung 5 talenta atau seratus persen. Uangnya bertambah menjadi 10 talenta. Hamba yang mendapat 2 talenta juga bekerja dan berhasil menggandakan uangnya menjadi 4 talenta atau seratus persen.

Tetapi hamba yang mendapat 1 talenta itu justru menyembunyikan talentanya dan tidak menggandakannya, sehingga tidak mendapat untung sedikit pun atau nol persen.

Setelah tuan mereka pulang, mereka mengadakan perhitungan. Maka hamba yang diberi 5 talenta itu mendapat pujian dari tuannya serta beroleh upah yang besar. Demikian juga dengan hamba yang diberi 2 talenta itu, ia mendapat pujian dari tuannya serta memperoleh upah yang besar darinya. Tetapi hamba yang mendapat 1 talenta itu mendapat celaan dan hukuman yang berat dari tuannya.

Talenta itu menggambarkan segala potensi yang kita miliki, yang diberikan Tuhan kepada kita. Semuanya ini harus dipakai dan dimaksimalkan untuk membawa keuntungan bagi Kerajaan Sorga.

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh mujiaan210 dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Wed, 08 Jun 22