siapakah pencetus terjadinya perang Banjar?pake penjelasannt: daftar:)​

Berikut ini adalah pertanyaan dari makmuroh93 pada mata pelajaran Sejarah untuk jenjang Sekolah Dasar

Siapakah pencetus terjadinya perang Banjar?

pake penjelasan

nt: daftar:)​
siapakah pencetus terjadinya perang Banjar?pake penjelasannt: daftar:)​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

pakd

Penjelasan:

Perang Banjar memunculkan sejumlah tokoh seperti Pangeran Hidayatullah dan Pangeran Antasari dari Kesultanan Banjar, serta Aling (Panembahan Muning) yang merupakan tokoh perjuangan dari pedalaman Borneo

pada 1817 Sultan Sulaiman al-Mutamidullah (1801-1825) selaku pemimpin Kesultanan Banjar meneken perjanjian dengan Belanda.

Isi perjanjian tersebut adalah penyerahan wilayah Kesultanan Banjar yaitu Dayak, Sintang, Bakumpai, Tanah Laut, Mundawai, Kotawaringin, Lawai, Jalai, Pigatan, Pasir Kutai, dan Beran kepada Belanda.

Tanggal 4 Mei 1826, Sultan Adam Al-Watsiq Billah (1825-1857), penerus Sultan Sulaiman, juga melakukan perjanjian dengan Belanda dengan menyisakan wilayah Kesultanan Banjar yaitu Hulu Sungai, Martapura, dan Banjarmasin.

tirto.id

dibaca normal 4 menit

Home Pendidikan

Sejarah Perang Banjar: Penyebab, Tokoh, & Aksi Pangeran Antasari

Penulis: Syamsul Dwi Maarif

08 April 2021

View non-AMP version at tirto.id

Sejarah Perang Banjar: Penyebab, Tokoh, & Aksi Pangeran Antasari

Perang Banjar tercatat dalam sejarah sebagai perjuangan terhadap penjajah Belanda yang dipimpin oleh Pangeran Antasari.

tirto.id - Perang Banjar tercatat dalam sejarah Indonesia sebagai gerakan perjuangan terhadap penjajah Belanda yang berlangsung antara tahun 1859-1905. Pangeran Antasari muncul sebagai salah satu tokoh utama dalam perang di tanah Borneo ini.

Disebut juga Perang Banjar-Barito, peperangan ini terjadi di wilayah Kesultanan Banjar yang dulu memiliki area kekuasaan meliputi Kalimantan Selatan dan sebagian Kalimantan Tengah.

Advertising

Advertising

Perang Banjar memunculkan sejumlah tokoh seperti Pangeran Hidayatullah dan Pangeran Antasari dari Kesultanan Banjar, serta Aling (Panembahan Muning) yang merupakan tokoh perjuangan dari pedalaman Borneo.

Latar Belakang Perang Banjar

Dikutip dari buku Sejarah Kelas XI (2014:115), pada 1817 Sultan Sulaiman al-Mutamidullah (1801-1825) selaku pemimpin Kesultanan Banjar meneken perjanjian dengan Belanda.

Isi perjanjian tersebut adalah penyerahan wilayah Kesultanan Banjar yaitu Dayak, Sintang, Bakumpai, Tanah Laut, Mundawai, Kotawaringin, Lawai, Jalai, Pigatan, Pasir Kutai, dan Beran kepada Belanda.

Tanggal 4 Mei 1826, Sultan Adam Al-Watsiq Billah (1825-1857), penerus Sultan Sulaiman, juga melakukan perjanjian dengan Belanda dengan menyisakan wilayah Kesultanan Banjar yaitu Hulu Sungai, Martapura, dan Banjarmasin.

Baca juga:

Sejarah Kesultanan Gowa Tallo & Masa Kejayaan Sultan Hasanuddin

Sejarah Runtuhnya Kesultanan Malaka, Peninggalan, & Silsilah Raja

Sejarah Kesultanan Bima: Peninggalan Kerajaan & Silsilah Raja-raja

Wilayah yang semakin sempit ini menjadi masalah dalam kehidupan sosial ekonomi Kesultanan Banjar. Kematian mendadak putra mahkota, Abdul Rakhman, pada 1852, menambah runyam persoalan tersebut.

Sepeninggal Sultan Adam yang wafat pada 1857, ada tiga kandidat penerus takhta Kesultanan Banjar, yaitu Pangeran Hidayatullah II, Pangeran Anom, dan Pangeran Tamjidillah II.

Pangeran Hidayatullah II didukung pihak istana dan sudah mengantongi surat wasiat dari Sultan Adam, Pangeran Anom dijagokan sebagai Mangkubumi (perdana menteri), dan Tamjidillah II didukung oleh Belanda.

Jawaban:pakdPenjelasan:Perang Banjar memunculkan sejumlah tokoh seperti Pangeran Hidayatullah dan Pangeran Antasari dari Kesultanan Banjar, serta Aling (Panembahan Muning) yang merupakan tokoh perjuangan dari pedalaman Borneopada 1817 Sultan Sulaiman al-Mutamidullah (1801-1825) selaku pemimpin Kesultanan Banjar meneken perjanjian dengan Belanda.Isi perjanjian tersebut adalah penyerahan wilayah Kesultanan Banjar yaitu Dayak, Sintang, Bakumpai, Tanah Laut, Mundawai, Kotawaringin, Lawai, Jalai, Pigatan, Pasir Kutai, dan Beran kepada Belanda.Tanggal 4 Mei 1826, Sultan Adam Al-Watsiq Billah (1825-1857), penerus Sultan Sulaiman, juga melakukan perjanjian dengan Belanda dengan menyisakan wilayah Kesultanan Banjar yaitu Hulu Sungai, Martapura, dan Banjarmasin.tirto.iddibaca normal 4 menitHome PendidikanSejarah Perang Banjar: Penyebab, Tokoh, & Aksi Pangeran AntasariPenulis: Syamsul Dwi Maarif08 April 2021View non-AMP version at tirto.idSejarah Perang Banjar: Penyebab, Tokoh, & Aksi Pangeran AntasariPerang Banjar tercatat dalam sejarah sebagai perjuangan terhadap penjajah Belanda yang dipimpin oleh Pangeran Antasari. tirto.id - Perang Banjar tercatat dalam sejarah Indonesia sebagai gerakan perjuangan terhadap penjajah Belanda yang berlangsung antara tahun 1859-1905. Pangeran Antasari muncul sebagai salah satu tokoh utama dalam perang di tanah Borneo ini.Disebut juga Perang Banjar-Barito, peperangan ini terjadi di wilayah Kesultanan Banjar yang dulu memiliki area kekuasaan meliputi Kalimantan Selatan dan sebagian Kalimantan Tengah.AdvertisingAdvertisingPerang Banjar memunculkan sejumlah tokoh seperti Pangeran Hidayatullah dan Pangeran Antasari dari Kesultanan Banjar, serta Aling (Panembahan Muning) yang merupakan tokoh perjuangan dari pedalaman Borneo.Latar Belakang Perang BanjarDikutip dari buku Sejarah Kelas XI (2014:115), pada 1817 Sultan Sulaiman al-Mutamidullah (1801-1825) selaku pemimpin Kesultanan Banjar meneken perjanjian dengan Belanda.Isi perjanjian tersebut adalah penyerahan wilayah Kesultanan Banjar yaitu Dayak, Sintang, Bakumpai, Tanah Laut, Mundawai, Kotawaringin, Lawai, Jalai, Pigatan, Pasir Kutai, dan Beran kepada Belanda.Tanggal 4 Mei 1826, Sultan Adam Al-Watsiq Billah (1825-1857), penerus Sultan Sulaiman, juga melakukan perjanjian dengan Belanda dengan menyisakan wilayah Kesultanan Banjar yaitu Hulu Sungai, Martapura, dan Banjarmasin.Baca juga:Sejarah Kesultanan Gowa Tallo & Masa Kejayaan Sultan HasanuddinSejarah Runtuhnya Kesultanan Malaka, Peninggalan, & Silsilah RajaSejarah Kesultanan Bima: Peninggalan Kerajaan & Silsilah Raja-rajaWilayah yang semakin sempit ini menjadi masalah dalam kehidupan sosial ekonomi Kesultanan Banjar. Kematian mendadak putra mahkota, Abdul Rakhman, pada 1852, menambah runyam persoalan tersebut.Sepeninggal Sultan Adam yang wafat pada 1857, ada tiga kandidat penerus takhta Kesultanan Banjar, yaitu Pangeran Hidayatullah II, Pangeran Anom, dan Pangeran Tamjidillah II.Pangeran Hidayatullah II didukung pihak istana dan sudah mengantongi surat wasiat dari Sultan Adam, Pangeran Anom dijagokan sebagai Mangkubumi (perdana menteri), dan Tamjidillah II didukung oleh Belanda.Jawaban:pakdPenjelasan:Perang Banjar memunculkan sejumlah tokoh seperti Pangeran Hidayatullah dan Pangeran Antasari dari Kesultanan Banjar, serta Aling (Panembahan Muning) yang merupakan tokoh perjuangan dari pedalaman Borneopada 1817 Sultan Sulaiman al-Mutamidullah (1801-1825) selaku pemimpin Kesultanan Banjar meneken perjanjian dengan Belanda.Isi perjanjian tersebut adalah penyerahan wilayah Kesultanan Banjar yaitu Dayak, Sintang, Bakumpai, Tanah Laut, Mundawai, Kotawaringin, Lawai, Jalai, Pigatan, Pasir Kutai, dan Beran kepada Belanda.Tanggal 4 Mei 1826, Sultan Adam Al-Watsiq Billah (1825-1857), penerus Sultan Sulaiman, juga melakukan perjanjian dengan Belanda dengan menyisakan wilayah Kesultanan Banjar yaitu Hulu Sungai, Martapura, dan Banjarmasin.tirto.iddibaca normal 4 menitHome PendidikanSejarah Perang Banjar: Penyebab, Tokoh, & Aksi Pangeran AntasariPenulis: Syamsul Dwi Maarif08 April 2021View non-AMP version at tirto.idSejarah Perang Banjar: Penyebab, Tokoh, & Aksi Pangeran AntasariPerang Banjar tercatat dalam sejarah sebagai perjuangan terhadap penjajah Belanda yang dipimpin oleh Pangeran Antasari. tirto.id - Perang Banjar tercatat dalam sejarah Indonesia sebagai gerakan perjuangan terhadap penjajah Belanda yang berlangsung antara tahun 1859-1905. Pangeran Antasari muncul sebagai salah satu tokoh utama dalam perang di tanah Borneo ini.Disebut juga Perang Banjar-Barito, peperangan ini terjadi di wilayah Kesultanan Banjar yang dulu memiliki area kekuasaan meliputi Kalimantan Selatan dan sebagian Kalimantan Tengah.AdvertisingAdvertisingPerang Banjar memunculkan sejumlah tokoh seperti Pangeran Hidayatullah dan Pangeran Antasari dari Kesultanan Banjar, serta Aling (Panembahan Muning) yang merupakan tokoh perjuangan dari pedalaman Borneo.Latar Belakang Perang BanjarDikutip dari buku Sejarah Kelas XI (2014:115), pada 1817 Sultan Sulaiman al-Mutamidullah (1801-1825) selaku pemimpin Kesultanan Banjar meneken perjanjian dengan Belanda.Isi perjanjian tersebut adalah penyerahan wilayah Kesultanan Banjar yaitu Dayak, Sintang, Bakumpai, Tanah Laut, Mundawai, Kotawaringin, Lawai, Jalai, Pigatan, Pasir Kutai, dan Beran kepada Belanda.Tanggal 4 Mei 1826, Sultan Adam Al-Watsiq Billah (1825-1857), penerus Sultan Sulaiman, juga melakukan perjanjian dengan Belanda dengan menyisakan wilayah Kesultanan Banjar yaitu Hulu Sungai, Martapura, dan Banjarmasin.Baca juga:Sejarah Kesultanan Gowa Tallo & Masa Kejayaan Sultan HasanuddinSejarah Runtuhnya Kesultanan Malaka, Peninggalan, & Silsilah RajaSejarah Kesultanan Bima: Peninggalan Kerajaan & Silsilah Raja-rajaWilayah yang semakin sempit ini menjadi masalah dalam kehidupan sosial ekonomi Kesultanan Banjar. Kematian mendadak putra mahkota, Abdul Rakhman, pada 1852, menambah runyam persoalan tersebut.Sepeninggal Sultan Adam yang wafat pada 1857, ada tiga kandidat penerus takhta Kesultanan Banjar, yaitu Pangeran Hidayatullah II, Pangeran Anom, dan Pangeran Tamjidillah II.Pangeran Hidayatullah II didukung pihak istana dan sudah mengantongi surat wasiat dari Sultan Adam, Pangeran Anom dijagokan sebagai Mangkubumi (perdana menteri), dan Tamjidillah II didukung oleh Belanda.Jawaban:pakdPenjelasan:Perang Banjar memunculkan sejumlah tokoh seperti Pangeran Hidayatullah dan Pangeran Antasari dari Kesultanan Banjar, serta Aling (Panembahan Muning) yang merupakan tokoh perjuangan dari pedalaman Borneopada 1817 Sultan Sulaiman al-Mutamidullah (1801-1825) selaku pemimpin Kesultanan Banjar meneken perjanjian dengan Belanda.Isi perjanjian tersebut adalah penyerahan wilayah Kesultanan Banjar yaitu Dayak, Sintang, Bakumpai, Tanah Laut, Mundawai, Kotawaringin, Lawai, Jalai, Pigatan, Pasir Kutai, dan Beran kepada Belanda.Tanggal 4 Mei 1826, Sultan Adam Al-Watsiq Billah (1825-1857), penerus Sultan Sulaiman, juga melakukan perjanjian dengan Belanda dengan menyisakan wilayah Kesultanan Banjar yaitu Hulu Sungai, Martapura, dan Banjarmasin.tirto.iddibaca normal 4 menitHome PendidikanSejarah Perang Banjar: Penyebab, Tokoh, & Aksi Pangeran AntasariPenulis: Syamsul Dwi Maarif08 April 2021View non-AMP version at tirto.idSejarah Perang Banjar: Penyebab, Tokoh, & Aksi Pangeran AntasariPerang Banjar tercatat dalam sejarah sebagai perjuangan terhadap penjajah Belanda yang dipimpin oleh Pangeran Antasari. tirto.id - Perang Banjar tercatat dalam sejarah Indonesia sebagai gerakan perjuangan terhadap penjajah Belanda yang berlangsung antara tahun 1859-1905. Pangeran Antasari muncul sebagai salah satu tokoh utama dalam perang di tanah Borneo ini.Disebut juga Perang Banjar-Barito, peperangan ini terjadi di wilayah Kesultanan Banjar yang dulu memiliki area kekuasaan meliputi Kalimantan Selatan dan sebagian Kalimantan Tengah.AdvertisingAdvertisingPerang Banjar memunculkan sejumlah tokoh seperti Pangeran Hidayatullah dan Pangeran Antasari dari Kesultanan Banjar, serta Aling (Panembahan Muning) yang merupakan tokoh perjuangan dari pedalaman Borneo.Latar Belakang Perang BanjarDikutip dari buku Sejarah Kelas XI (2014:115), pada 1817 Sultan Sulaiman al-Mutamidullah (1801-1825) selaku pemimpin Kesultanan Banjar meneken perjanjian dengan Belanda.Isi perjanjian tersebut adalah penyerahan wilayah Kesultanan Banjar yaitu Dayak, Sintang, Bakumpai, Tanah Laut, Mundawai, Kotawaringin, Lawai, Jalai, Pigatan, Pasir Kutai, dan Beran kepada Belanda.Tanggal 4 Mei 1826, Sultan Adam Al-Watsiq Billah (1825-1857), penerus Sultan Sulaiman, juga melakukan perjanjian dengan Belanda dengan menyisakan wilayah Kesultanan Banjar yaitu Hulu Sungai, Martapura, dan Banjarmasin.Baca juga:Sejarah Kesultanan Gowa Tallo & Masa Kejayaan Sultan HasanuddinSejarah Runtuhnya Kesultanan Malaka, Peninggalan, & Silsilah RajaSejarah Kesultanan Bima: Peninggalan Kerajaan & Silsilah Raja-rajaWilayah yang semakin sempit ini menjadi masalah dalam kehidupan sosial ekonomi Kesultanan Banjar. Kematian mendadak putra mahkota, Abdul Rakhman, pada 1852, menambah runyam persoalan tersebut.Sepeninggal Sultan Adam yang wafat pada 1857, ada tiga kandidat penerus takhta Kesultanan Banjar, yaitu Pangeran Hidayatullah II, Pangeran Anom, dan Pangeran Tamjidillah II.Pangeran Hidayatullah II didukung pihak istana dan sudah mengantongi surat wasiat dari Sultan Adam, Pangeran Anom dijagokan sebagai Mangkubumi (perdana menteri), dan Tamjidillah II didukung oleh Belanda.Jawaban:pakdPenjelasan:Perang Banjar memunculkan sejumlah tokoh seperti Pangeran Hidayatullah dan Pangeran Antasari dari Kesultanan Banjar, serta Aling (Panembahan Muning) yang merupakan tokoh perjuangan dari pedalaman Borneopada 1817 Sultan Sulaiman al-Mutamidullah (1801-1825) selaku pemimpin Kesultanan Banjar meneken perjanjian dengan Belanda.Isi perjanjian tersebut adalah penyerahan wilayah Kesultanan Banjar yaitu Dayak, Sintang, Bakumpai, Tanah Laut, Mundawai, Kotawaringin, Lawai, Jalai, Pigatan, Pasir Kutai, dan Beran kepada Belanda.Tanggal 4 Mei 1826, Sultan Adam Al-Watsiq Billah (1825-1857), penerus Sultan Sulaiman, juga melakukan perjanjian dengan Belanda dengan menyisakan wilayah Kesultanan Banjar yaitu Hulu Sungai, Martapura, dan Banjarmasin.tirto.iddibaca normal 4 menitHome PendidikanSejarah Perang Banjar: Penyebab, Tokoh, & Aksi Pangeran AntasariPenulis: Syamsul Dwi Maarif08 April 2021View non-AMP version at tirto.idSejarah Perang Banjar: Penyebab, Tokoh, & Aksi Pangeran AntasariPerang Banjar tercatat dalam sejarah sebagai perjuangan terhadap penjajah Belanda yang dipimpin oleh Pangeran Antasari. tirto.id - Perang Banjar tercatat dalam sejarah Indonesia sebagai gerakan perjuangan terhadap penjajah Belanda yang berlangsung antara tahun 1859-1905. Pangeran Antasari muncul sebagai salah satu tokoh utama dalam perang di tanah Borneo ini.Disebut juga Perang Banjar-Barito, peperangan ini terjadi di wilayah Kesultanan Banjar yang dulu memiliki area kekuasaan meliputi Kalimantan Selatan dan sebagian Kalimantan Tengah.AdvertisingAdvertisingPerang Banjar memunculkan sejumlah tokoh seperti Pangeran Hidayatullah dan Pangeran Antasari dari Kesultanan Banjar, serta Aling (Panembahan Muning) yang merupakan tokoh perjuangan dari pedalaman Borneo.Latar Belakang Perang BanjarDikutip dari buku Sejarah Kelas XI (2014:115), pada 1817 Sultan Sulaiman al-Mutamidullah (1801-1825) selaku pemimpin Kesultanan Banjar meneken perjanjian dengan Belanda.Isi perjanjian tersebut adalah penyerahan wilayah Kesultanan Banjar yaitu Dayak, Sintang, Bakumpai, Tanah Laut, Mundawai, Kotawaringin, Lawai, Jalai, Pigatan, Pasir Kutai, dan Beran kepada Belanda.Tanggal 4 Mei 1826, Sultan Adam Al-Watsiq Billah (1825-1857), penerus Sultan Sulaiman, juga melakukan perjanjian dengan Belanda dengan menyisakan wilayah Kesultanan Banjar yaitu Hulu Sungai, Martapura, dan Banjarmasin.Baca juga:Sejarah Kesultanan Gowa Tallo & Masa Kejayaan Sultan HasanuddinSejarah Runtuhnya Kesultanan Malaka, Peninggalan, & Silsilah RajaSejarah Kesultanan Bima: Peninggalan Kerajaan & Silsilah Raja-rajaWilayah yang semakin sempit ini menjadi masalah dalam kehidupan sosial ekonomi Kesultanan Banjar. Kematian mendadak putra mahkota, Abdul Rakhman, pada 1852, menambah runyam persoalan tersebut.Sepeninggal Sultan Adam yang wafat pada 1857, ada tiga kandidat penerus takhta Kesultanan Banjar, yaitu Pangeran Hidayatullah II, Pangeran Anom, dan Pangeran Tamjidillah II.Pangeran Hidayatullah II didukung pihak istana dan sudah mengantongi surat wasiat dari Sultan Adam, Pangeran Anom dijagokan sebagai Mangkubumi (perdana menteri), dan Tamjidillah II didukung oleh Belanda.Jawaban:pakdPenjelasan:Perang Banjar memunculkan sejumlah tokoh seperti Pangeran Hidayatullah dan Pangeran Antasari dari Kesultanan Banjar, serta Aling (Panembahan Muning) yang merupakan tokoh perjuangan dari pedalaman Borneopada 1817 Sultan Sulaiman al-Mutamidullah (1801-1825) selaku pemimpin Kesultanan Banjar meneken perjanjian dengan Belanda.Isi perjanjian tersebut adalah penyerahan wilayah Kesultanan Banjar yaitu Dayak, Sintang, Bakumpai, Tanah Laut, Mundawai, Kotawaringin, Lawai, Jalai, Pigatan, Pasir Kutai, dan Beran kepada Belanda.Tanggal 4 Mei 1826, Sultan Adam Al-Watsiq Billah (1825-1857), penerus Sultan Sulaiman, juga melakukan perjanjian dengan Belanda dengan menyisakan wilayah Kesultanan Banjar yaitu Hulu Sungai, Martapura, dan Banjarmasin.tirto.iddibaca normal 4 menitHome PendidikanSejarah Perang Banjar: Penyebab, Tokoh, & Aksi Pangeran AntasariPenulis: Syamsul Dwi Maarif08 April 2021View non-AMP version at tirto.idSejarah Perang Banjar: Penyebab, Tokoh, & Aksi Pangeran AntasariPerang Banjar tercatat dalam sejarah sebagai perjuangan terhadap penjajah Belanda yang dipimpin oleh Pangeran Antasari. tirto.id - Perang Banjar tercatat dalam sejarah Indonesia sebagai gerakan perjuangan terhadap penjajah Belanda yang berlangsung antara tahun 1859-1905. Pangeran Antasari muncul sebagai salah satu tokoh utama dalam perang di tanah Borneo ini.Disebut juga Perang Banjar-Barito, peperangan ini terjadi di wilayah Kesultanan Banjar yang dulu memiliki area kekuasaan meliputi Kalimantan Selatan dan sebagian Kalimantan Tengah.AdvertisingAdvertisingPerang Banjar memunculkan sejumlah tokoh seperti Pangeran Hidayatullah dan Pangeran Antasari dari Kesultanan Banjar, serta Aling (Panembahan Muning) yang merupakan tokoh perjuangan dari pedalaman Borneo.Latar Belakang Perang BanjarDikutip dari buku Sejarah Kelas XI (2014:115), pada 1817 Sultan Sulaiman al-Mutamidullah (1801-1825) selaku pemimpin Kesultanan Banjar meneken perjanjian dengan Belanda.Isi perjanjian tersebut adalah penyerahan wilayah Kesultanan Banjar yaitu Dayak, Sintang, Bakumpai, Tanah Laut, Mundawai, Kotawaringin, Lawai, Jalai, Pigatan, Pasir Kutai, dan Beran kepada Belanda.Tanggal 4 Mei 1826, Sultan Adam Al-Watsiq Billah (1825-1857), penerus Sultan Sulaiman, juga melakukan perjanjian dengan Belanda dengan menyisakan wilayah Kesultanan Banjar yaitu Hulu Sungai, Martapura, dan Banjarmasin.Baca juga:Sejarah Kesultanan Gowa Tallo & Masa Kejayaan Sultan HasanuddinSejarah Runtuhnya Kesultanan Malaka, Peninggalan, & Silsilah RajaSejarah Kesultanan Bima: Peninggalan Kerajaan & Silsilah Raja-rajaWilayah yang semakin sempit ini menjadi masalah dalam kehidupan sosial ekonomi Kesultanan Banjar. Kematian mendadak putra mahkota, Abdul Rakhman, pada 1852, menambah runyam persoalan tersebut.Sepeninggal Sultan Adam yang wafat pada 1857, ada tiga kandidat penerus takhta Kesultanan Banjar, yaitu Pangeran Hidayatullah II, Pangeran Anom, dan Pangeran Tamjidillah II.Pangeran Hidayatullah II didukung pihak istana dan sudah mengantongi surat wasiat dari Sultan Adam, Pangeran Anom dijagokan sebagai Mangkubumi (perdana menteri), dan Tamjidillah II didukung oleh Belanda.

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh CIVAPUBG dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Wed, 11 May 22