1. Tuliskan bagaimana cara mencari denyut nadi yang baik dengan

Berikut ini adalah pertanyaan dari Rafijoke8552 pada mata pelajaran Penjaskes untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

1. Tuliskan bagaimana cara mencari denyut nadi yang baik dengan tiga urutan2. Bagaimana urutan gerakan roll kaki tekuk
3. Bagaimana cara menolong siswa yang belum dapat melakukan roll agar tidak terjadi cidera
4. Bagaimana urutan gerakan loncat harimau
5. Gambarkan lapangan tolak peluru dengan ukurannya.​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Penjelasan:

1. Tekan lembut jari Anda sampai Anda merasakan denyut nadi di bawah jari Anda. Anda mungkin perlu memindah-mindahkan jari ke sekitarnya sampai Anda benar-benar merasakan denyut. Hitung denyut nadi Anda dalam 15 detik. Kalikan hasilnya dengan 4 untuk mendapat angka denyut nadi istirahat anda per menit.

2. Cara Melakukan Roll Belakang :

- Buat posisi jongkok yang kuat, tapi badan tetap rileks.

- Letakkan telapak tangan di lantai tepat di depan telapak kaki.

- Angkat pantat, lalu arahkan kepala ke bagian depan di antara telapak tangan.

- Tempelkan dagu ke dada, lalu dorong kepala ke antara tangan dengan mengangkat pantat lebih tinggi dari kepala.

- Tempelkan tulang punggung ke lantai atau matras dan biarkan tubuh bergerak ke depan

- Tambahkan dorongan dengan otot perut sesaat setelah berguling untuk kembali ke posisi awal

- Buat kuda-kuda untuk berdiri dengan membungkukkan badan dan menempelkan tangan ke lantai

- Kepala tertunduk, badan turun lebih rendah, dan siku tangan ditekuk 45 derajat

- Buat tolakan dengan pergelangan kaki

- Dorong tubuh hingga kembali ke posisi jongkok atau berdiri

Cara Melakukan Roll Belakang :

- Awal melakukan roll juga bisa dimulai dengan berdiri atau jongkok.

- Jika dilakukan dari berdiri, siapkan bermulaan tegak dengan tangan di atas. Lalu, perlahan turunkan bagian pantat ke arah matras

- Tekuk tangan hingga berada di atas bahu dengan posisi menghadap ke atas

- Bungkukkan tulang belakang dan tundukkan kepala hingga dagu menempel dada

- Dorong badan ke bagian belakang dengan perut dan bagian kaki

- Tangan yang ditekuk di atas bahu tadi akan menempel di matras

- Dorong dengan tangan supaya bisa menggelinding ke belakang dan kepala tidak terbentur

- Kembali ke posisi awal

3. Protection

Ketika terjadi cedera, gunakan alat yang berfungsi untuk melindungi bagian tubuh yang cedera. Alat bantu yang bisa dipakai sebagai pelindung, di antaranya, perban elastis, ankle brace, atau gips.

Rest

Apabila mengalami cedera saat berolahraga sebaiknya langsung beristirahat dan jangan memaksakan untuk melakukan kegiatan olahraga. Jika terus dipaksakan maka cedera akan semakin parah dan dapat merusak jaringan otot maupun jaringan lainnya.

Ice

Pada cedera olahraga, akan ada risiko pendarahan karena rusaknya pembuluh darah. Untuk itu, disarankan mengompres bagian yang cedera dengan es batu. Es memiliki sifat analgesik yang dapat meredam rasa sakit dan dapat mengecilkan pembuluh darah yang rusak. Namun, pemberian es pada cedera sebaiknya dilapisi dengan kain agar tidak langsung bersentuhan dengan kulit yang dapat menyebabkan alergi.

Compression

Compression yakni menutup atau menekan lokasi cedera dengan kasa atau perban. Tindakan ini dibutuhkan untuk mencegah terjadinya pembengkakan.

Elevation

Mengangkat daerah yang cedera lebih tinggi dari jantung si penderita cedera. Hal ini sebaiknya diulangi setiap dua hingga tiga jam sekali guna melancarkan kembali aliran darah yang sempat mengalami pembengkakan akibat cedera.

4. Berdiri dengan tegak, lalu kedua lengan lurus di samping, pandangan lurus ke depan.

Dengan gerakan awalan jongkok kemudian melakukan gerakan meloncat ke depan atas dengan tolakan dua kaki, ketika melayang kedua lengan lurus ke depan.

Ketika kedua tangan menyentuh, kepala menunduk ke dada di antara kedua tangan, sehingga bahu dan tengkuk menyentuh matras, lipat kedua kaki, kemudian mengguling ke depan dengan tangan yang

Sikap akhir jongkok terus berdiri. Apabila hal ini sudah bisa di lakukan dengan baik, maka bisa dilanjutkan dengan sikap berdiri ataupun dengan awalan.

5. di foto

Penjelasan:1. Tekan lembut jari Anda sampai Anda merasakan denyut nadi di bawah jari Anda. Anda mungkin perlu memindah-mindahkan jari ke sekitarnya sampai Anda benar-benar merasakan denyut. Hitung denyut nadi Anda dalam 15 detik. Kalikan hasilnya dengan 4 untuk mendapat angka denyut nadi istirahat anda per menit.2. Cara Melakukan Roll Belakang :- Buat posisi jongkok yang kuat, tapi badan tetap rileks.- Letakkan telapak tangan di lantai tepat di depan telapak kaki.- Angkat pantat, lalu arahkan kepala ke bagian depan di antara telapak tangan.- Tempelkan dagu ke dada, lalu dorong kepala ke antara tangan dengan mengangkat pantat lebih tinggi dari kepala.- Tempelkan tulang punggung ke lantai atau matras dan biarkan tubuh bergerak ke depan- Tambahkan dorongan dengan otot perut sesaat setelah berguling untuk kembali ke posisi awal- Buat kuda-kuda untuk berdiri dengan membungkukkan badan dan menempelkan tangan ke lantai- Kepala tertunduk, badan turun lebih rendah, dan siku tangan ditekuk 45 derajat- Buat tolakan dengan pergelangan kaki- Dorong tubuh hingga kembali ke posisi jongkok atau berdiriCara Melakukan Roll Belakang :- Awal melakukan roll juga bisa dimulai dengan berdiri atau jongkok.- Jika dilakukan dari berdiri, siapkan bermulaan tegak dengan tangan di atas. Lalu, perlahan turunkan bagian pantat ke arah matras- Tekuk tangan hingga berada di atas bahu dengan posisi menghadap ke atas- Bungkukkan tulang belakang dan tundukkan kepala hingga dagu menempel dada- Dorong badan ke bagian belakang dengan perut dan bagian kaki- Tangan yang ditekuk di atas bahu tadi akan menempel di matras- Dorong dengan tangan supaya bisa menggelinding ke belakang dan kepala tidak terbentur- Kembali ke posisi awal3. ProtectionKetika terjadi cedera, gunakan alat yang berfungsi untuk melindungi bagian tubuh yang cedera. Alat bantu yang bisa dipakai sebagai pelindung, di antaranya, perban elastis, ankle brace, atau gips.RestApabila mengalami cedera saat berolahraga sebaiknya langsung beristirahat dan jangan memaksakan untuk melakukan kegiatan olahraga. Jika terus dipaksakan maka cedera akan semakin parah dan dapat merusak jaringan otot maupun jaringan lainnya.IcePada cedera olahraga, akan ada risiko pendarahan karena rusaknya pembuluh darah. Untuk itu, disarankan mengompres bagian yang cedera dengan es batu. Es memiliki sifat analgesik yang dapat meredam rasa sakit dan dapat mengecilkan pembuluh darah yang rusak. Namun, pemberian es pada cedera sebaiknya dilapisi dengan kain agar tidak langsung bersentuhan dengan kulit yang dapat menyebabkan alergi.CompressionCompression yakni menutup atau menekan lokasi cedera dengan kasa atau perban. Tindakan ini dibutuhkan untuk mencegah terjadinya pembengkakan.ElevationMengangkat daerah yang cedera lebih tinggi dari jantung si penderita cedera. Hal ini sebaiknya diulangi setiap dua hingga tiga jam sekali guna melancarkan kembali aliran darah yang sempat mengalami pembengkakan akibat cedera.4. Berdiri dengan tegak, lalu kedua lengan lurus di samping, pandangan lurus ke depan.Dengan gerakan awalan jongkok kemudian melakukan gerakan meloncat ke depan atas dengan tolakan dua kaki, ketika melayang kedua lengan lurus ke depan.Ketika kedua tangan menyentuh, kepala menunduk ke dada di antara kedua tangan, sehingga bahu dan tengkuk menyentuh matras, lipat kedua kaki, kemudian mengguling ke depan dengan tangan yangSikap akhir jongkok terus berdiri. Apabila hal ini sudah bisa di lakukan dengan baik, maka bisa dilanjutkan dengan sikap berdiri ataupun dengan awalan.5. di foto

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh ahdinisyauvi02 dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Sun, 27 Jun 21