macam macam pewartaan gereja 5 aja kak?​

Berikut ini adalah pertanyaan dari sokpintar41 pada mata pelajaran Penjaskes untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

Macam macam pewartaan gereja 5 aja kak?

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Ada tiga bentuk sabda Allah dalam Gereja, yaitu:

1. Sabda/pewartaan para rasul sebagai daya yang membangun Gereja.

2. Sabda Allah dalam Kitab Suci sebagai kesaksian normatif.

3. Sabda Allah dalam pewartaan aktual Gereja sepanjang zaman.

Tiga bentuk pewartaan tersebut di atas saling berhubungan satu sama lain.

Pewartaan aktual Gereja masa kini berdasarkan dan merupakan kesinambungan dari pewartaan para rasul dan pewartaan Kitab Suci yang diwariskan kepada kita.Ada perbedaan antara sabda Allah dalam ajaran para rasul dan Alkitab dan sabda Allah dalam pewartaan aktual Gereja. Oleh karena wahyu selesai dengan kematian para rasul, maka dasar normatif juga sudah diletakkan.

Bentuk-bentuk pewartaan masa kini, antar lain:

Kotbah atau Homili: Kotbah adalah pewartaan tematis. Homili adalah pewartaan yang berdasarkan suatu perikope Kitab Suci.

Pelajaran agama: Dalam pelajaran agama diharapkan para guru agama mendampingi para siswa untuk menemukan makna hidupnya dalam terang Kitab Suci dan ajaran Gereja. Pelajaran agama adalah proses pergumulan hidup nyata dalam terang iman.

Katekese Umat: Katekese umat adalah kegiatan suatu kelompok umat, dimana mereka aktif berkomunikasi untuk menafsirkan hidup nyata dalam terang Injil, yang diharapkan berkelanjutan dengan aksi nyata, sehingga dapat membawa perubahan dalam masyarakat ke arah yang lebih baik

Pendalaman Kitab Suci, dsb. Pendalaman Kitab Suci dapat dilakukan dalam keluarga, kelompok, atau pada kesempatan-kesempatam khusus seperti pada masa Prapaskah (APP), masa Adven, dan pada bulan Kitab Suci (September).

Ada dua tuntutan pewartaan , yaitu:

a. Mendalami dan menghayati sabda Tuhan

b. Mengenal umat/masyarakat konteksnya

Hierarki adalah pengajar otentik (yang mengemban kewibawaan Kristus) tentang perkara iman dan kesusilaan; mereka memaklumkan ajaran Kristus tanpa dapat sesat.

Untuk itu ada empat syarat yang harus dipenuhi, yakni:

• Ajaran itu harus menyangkut iman dan kesusilaan

• Ajaran itu harus bersifat ajaran otentik, artinya jelas dikemukakan dengan kewibawaan Kristus

• Ajaran itu dinyatakan dengan tegas atau definitif (tidak dapat diganggu gugat)

• Disepakati bersama (sejauh hal ini menyangkut pernyataan para uskup sebagai dewan).

Oleh karena itu, seorang pewarta harus:

• Dekat dengan yang diwartakannya

• Menjadi senasib dengan yang diwartakannya

• Berani menanggung derita seperti yang diwartakannya

• Siap untuk diutus dan “diserahkan” kepada umat yang mendengar pewartaannya

• Memiliki komitmen utuh kepada umat.

Siapakah para pewarta itu?

Kita semua harus menjadi pewarta sabda. Karena sakramen baptis dan pengurapan, kita menjadi anggota Gereja dan sekaligus terlibat dalam misi Gereja. Salah satu misi Gereja yang paling penting adalah mewartakan sabda Allah. Mereka yang secara khusus melibatkan diri secara agak penuh ke dalam tugas pewartaan ini adalah: Para Pengkotbah, para Katekis, para Guru Agama.

Penjelasan:

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh ronaldonremin dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Wed, 04 May 22