Pensiun dari pekerjaan sebagai aparatur sipil negara (ASN) tak membuat

Berikut ini adalah pertanyaan dari ridhohafiz35 pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

Pensiun dari pekerjaan sebagai aparatur sipil negara (ASN) tak membuat Imam kusno berhenti berusaha untuk hidupnya. Pria yang sebelumnya berstatus guru ini justru sukses bertani cabai. Hasilnya bahkan melebihi penghasilannya tetap tiap bulan. Berikut kisah nya.Sudah 4 tahun ini imam bergelut dengan tanaman cabai lokal. Dia menanam komoditas yang kini harganya selangit itu diatas tanah seluas sekitar 1 hektar di desa natai raya, kecamatan Arut Selatan, kabupaten Kotawaringin barat (kobar), Kalimantan tengah.

Dalam satu tahun imam mengaku bisa meraih untung hingga rupiah 100 juta dengan massa 2 kali panen. Itu dilakoninya sendiri tanpa dibantu. Harga cabai yang kian mahal membuat penghasilan. Harga cabe saat ini sekitar rp150.000 per kg.

Yang kita tanam ini hanya seperempat, sekitar lima batang saja. Kalau pakai tenaga sendiri hanya rp3.000 per batang biaya perawatan hingga masa panen ujar imam saat dikunjungi di kebun cabai miliknya

Menurut imam bertani cabai seperti merawat bayi. Harus tekun dan tidak boleh dibiarkan begitu saja. Ketika panen para pedagang yang datang mengambil cabai ke rumahnya. Dia menjual sebesar rp125.000 per kg

Tergantung kualitas bibitnya biasanya harga normal dulu sebelum naik rp20.000 hingga rp40.000 per kilogramnya

Imam menuturkan penyebab harga cabai naik di pasaran adalah cuaca yang tidak menentu hal ini menyebabkan beberapa penyakit cabai seperti jamur hama dan lainnya mudah menyerang hal yang ditakutkan petani cabai adalah apabila hujan siang karena jamur akan bermunculan karena itu setelah hujan tanaman cabai harus disemprot.

Menentukan berhasil atau itu kan cuaca lebih baik musim kemarau sekalian lebih bagus dampaknya cuaca seperti ini jamur yang banyak patek juga banyak makanya dua kali sehari di semprot tidak menutupi gagal panen katanya.

Sementara itu kasi produk hortikultura dinas tanaman pangan hortikultura dan perkebunan kobar mengatakan petani cabai paling banyak berada di kecamatan pangkalan lada dan selatan cabai lokal dikubur sudah bisa memenuhi kebutuhan pasar

Sebagian dipasok dari Jawa sekarang ini rata-rata cabai di pasaran sudah disuplai petani lokal dan kualitasnya juga bagus​
Pensiun dari pekerjaan sebagai aparatur sipil negara (ASN) tak membuat Imam kusno berhenti berusaha untuk hidupnya. Pria yang sebelumnya berstatus guru ini justru sukses bertani cabai. Hasilnya bahkan melebihi penghasilannya tetap tiap bulan. Berikut kisah nya.Sudah 4 tahun ini imam bergelut dengan tanaman cabai lokal. Dia menanam komoditas yang kini harganya selangit itu diatas tanah seluas sekitar 1 hektar di desa natai raya, kecamatan Arut Selatan, kabupaten Kotawaringin barat (kobar), Kalimantan tengah.Dalam satu tahun imam mengaku bisa meraih untung hingga rupiah 100 juta dengan massa 2 kali panen. Itu dilakoninya sendiri tanpa dibantu. Harga cabai yang kian mahal membuat penghasilan. Harga cabe saat ini sekitar rp150.000 per kg. Yang kita tanam ini hanya seperempat, sekitar lima batang saja. Kalau pakai tenaga sendiri hanya rp3.000 per batang biaya perawatan hingga masa panen ujar imam saat dikunjungi di kebun cabai miliknyaMenurut imam bertani cabai seperti merawat bayi. Harus tekun dan tidak boleh dibiarkan begitu saja. Ketika panen para pedagang yang datang mengambil cabai ke rumahnya. Dia menjual sebesar rp125.000 per kgTergantung kualitas bibitnya biasanya harga normal dulu sebelum naik rp20.000 hingga rp40.000 per kilogramnyaImam menuturkan penyebab harga cabai naik di pasaran adalah cuaca yang tidak menentu hal ini menyebabkan beberapa penyakit cabai seperti jamur hama dan lainnya mudah menyerang hal yang ditakutkan petani cabai adalah apabila hujan siang karena jamur akan bermunculan karena itu setelah hujan tanaman cabai harus disemprot.Menentukan berhasil atau itu kan cuaca lebih baik musim kemarau sekalian lebih bagus dampaknya cuaca seperti ini jamur yang banyak patek juga banyak makanya dua kali sehari di semprot tidak menutupi gagal panen katanya.Sementara itu kasi produk hortikultura dinas tanaman pangan hortikultura dan perkebunan kobar mengatakan petani cabai paling banyak berada di kecamatan pangkalan lada dan selatan cabai lokal dikubur sudah bisa memenuhi kebutuhan pasarSebagian dipasok dari Jawa sekarang ini rata-rata cabai di pasaran sudah disuplai petani lokal dan kualitasnya juga bagus​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

- latar waktu

- latar tempat

- deskripsi tokoh

- masalah yang dihadapi tokoh

- penyelesaian masalah

- gagasan utama

- bagian cerita yang disukai

- alasan

Pembahasan:

- latar waktu

Imam mulai terjun menjadi petani cabai setelah ia berhenti sebagai aparatur sipil negara. 4 tahun kemudian dia sukses sebagai petani cabai

- latar tempat

Peristiwa ini terjadi di Desa natai raya, kecamatan kotawaringin barat, kalimantan tengah

- deskripsi tokoh

Imam merupakan mantan ASN yang terjun menjadi petani cabai. Ia merupakan orang yang ulet dan pantang menyerah

- masalah yang dihadapi tokoh

selain berhenti dari ASN, masalah yang dihadapi imam setelah menjadi petani cabai adalah merawat tanaman cabai miliknya. dalam merawatnya imam harus tekun dan tidak boleh dibiarkan begitu saja.

- penyelesaian masalah

merawat tanaman cabainya dengan tekun dan ulet agar tetap menjaga kualitas cabai yang dihasilkan

- gagasan utama

Imam adalah orang yang bekerja keras dan tidak berhenti berusaha dalam hidupnya.

- bagian cerita yang disukai

keuletan yang dimiliki Imam dalam banting setir dari ASN menjadi petani cabai

- alasan

keuletan yang dimiliki Imam berhasil membawanya menuju kesuksesan

Pelajari lebih lanjut

Pelajari lebih lanjut materi mengenai merawat tanaman cabai pada yomemimo.com/tugas/37068460

#BelajarBersamaBrainly

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh mhamadnoval1 dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Tue, 21 Jun 22