Apakah konvers harus menggunakan "jika" dan "maka"? Misalkan di soal

Berikut ini adalah pertanyaan dari unknown pada mata pelajaran Matematika untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

Apakah konvers harus menggunakan "jika" dan "maka"? Misalkan di soal tidak terdapat "jika" dan "maka", apakah ketika di konvers harus ditambah "jika" dan "maka"?Misalkan terdapat soal "Segitiga sama sisi adalah segitiga yang memiliki tiga sisi sama panjang". Maka bagaimana konversnya? apakah
A. Segitiga yang memiliki tiga sisi sama panjang adalah segitiga sama sisi.
atau
B. Jika sebuah segitiga memiliki tiga sisi sama panjang, maka segitiga tersebut adalah segitiga sama sisi.​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawab:

Jawabannya adalah B, yaitu "Jika sebuah segitiga memiliki tiga sisi sama panjang, maka segitiga tersebut adalah segitiga sama sisi".

Penjelasan:

Dalam logika, konversi adalah suatu proses mengubah pernyataan atau proposisi menjadi bentuk yang berbeda dengan membalik urutan subjek dan predikat. Konversi ini berguna dalam membantu menguji kebenaran suatu proposisi atau menyatakan proposisi yang sama dengan cara yang berbeda.

Namun, terkait dengan penggunaan kata "jika" dan "maka" dalam konversi, perlu dipahami bahwa kata-kata tersebut sebenarnya adalah kata penghubung yang menghubungkan antara premis dan kesimpulan dalam suatu proposisi yang terdiri dari premis dan kesimpulan. Pada umumnya, dalam suatu proposisi yang mengandung "jika" dan "maka", premisnya mengandung klausa "jika" dan kesimpulannya mengandung klausa "maka".

Namun, pada beberapa kasus, konversi dari suatu pernyataan tidak perlu menggunakan kata "jika" dan "maka". Sebagai contoh, pada pernyataan "Segitiga sama sisi adalah segitiga yang memiliki tiga sisi sama panjang", konversinya dapat diungkapkan dalam bentuk "Segitiga yang memiliki tiga sisi sama panjang adalah segitiga sama sisi". Dalam hal ini, konversi yang dihasilkan tidak menggunakan kata "jika" dan "maka", karena tidak ada klausa "jika" atau "maka" pada pernyataan asli.

Jadi, konversi pada suatu pernyataan tidak selalu harus menggunakan kata "jika" dan "maka". Terkadang, pernyataan aslinya sudah cukup jelas dan tidak memerlukan kata penghubung seperti "jika" dan "maka". Namun, dalam kasus-kasus tertentu, penggunaan kata "jika" dan "maka" dapat membantu membuat pernyataan lebih jelas dan mudah dipahami.

---

Dalam logika proposisional, bentuk "jika A maka B" disebut sebagai suatu implikasi atau kondisi. Hal ini mengindikasikan bahwa jika premis A terpenuhi, maka kesimpulan B dapat diambil. Oleh karena itu, dalam mengkonversi suatu pernyataan yang berbentuk "A adalah B", maka premis A menjadi kondisi yang ditempatkan di bagian awal kalimat, dan kesimpulan B ditempatkan di bagian akhir kalimat. Dalam hal ini, pernyataan "Segitiga sama sisi adalah segitiga yang memiliki tiga sisi sama panjang" sebenarnya sudah berbentuk kondisi, sehingga dalam mengkonversinya hanya perlu membalik urutan antara premis dan kesimpulan, dan menambahkan kata "jika" di depan premis dan "maka" di antara premis dan kesimpulan.

Sehingga konversi dari pernyataan tersebut menjadi "Jika sebuah segitiga memiliki tiga sisi sama panjang, maka segitiga tersebut adalah segitiga sama sisi". Perlu diingat bahwa penting untuk memahami konsep logika proposisional dengan baik agar dapat melakukan konversi dengan benar.

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh BocilKurniawan dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Thu, 13 Jul 23