pantun dari bangka belitung dan beserta tersemahannya​

Berikut ini adalah pertanyaan dari feansagusmonangsiaha pada mata pelajaran Wirausaha untuk jenjang Sekolah Menengah Atas

Pantun dari bangka belitung dan beserta tersemahannya​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Penjelasan:

Terbang tinggi burung gelatik

Mari berhinggap di pohon mati

Pantun adalah puisi klasik

Lebih mudah untuk dimengerti

Begitulah penggalan pantun yang diucapkan seorang warga yang tengah bertamasya di taman rekreasi di Bangka. Dia pun kembali berpantun ketika melihat hamparan sawah.

Pagi hari turun ke sawah

Makan padi anak tekukur

Pantun sangat berguna bagi kita

Salah satu sebabnya, menghibur

Kairo adalah salah seorang warga Bangka yang sangat gemar berpantun. Meski berprofesi sebagai tukang parkir, dia tak pernah berhenti berpantun. Tak heran pula bila Kario tidak pernah terlihat murung.

Berbagai keadaan bisa menjadi inspirasi bagi Kario untuk berpantun. Di rumah dia berpantun. Di tempat kerja juga demikian. Bahkan ketika hendak makan dan saat mengurusi burung peliharaannya, lelaki yang juga berprofesi sebagai guru honorer ini pun berpantun.

Buah jambu rasanya kelat

Warnanya merah pohonnya rimbun

Wahai masyarakat

Hendaklah kita rajin berpantun

Bahkan pantun di Bangka meresap sampai ke berbagai sendi kehidupan. Tapi, itu dahulu. Kini tak sedikit orang Bangka yang memilih menjadi penambang timah maupun pengrajin kerupuk. Memang, sekarang Bangka lebih dikenal sebagai penghasil kerupuk dan timahnya.

Dahulu, pantun bisa dihadirkan di mana saja tanpa melihat bobot acaranya. Namun, seiring waktu, seni bertutur ini jarang sekali terdengar di tengah masyarakat. Di pesta pernikahan, misalnya.

Kondisi ini jelas memprihatinkan. Padahal bahasa pantun sangat cair dan tidak lekang waktu. Sebab itu, untuk melestarikan kebudayaan yang sudah turun temurun ini, banyak sekolah di Bangka mewajibkan murid-muridnya untuk membudayakan pantun, baik di ruang kelas maupun saat istirahat.

Batang rambutan buahnya lebat

Buahnya lebat pohonnya rimbun

Walaupun Bapak Kario sekolah dasar tidak tamat

Tapi kami senang bisa berpantun

Menurut pujangga, pantun adalah bentuk puisi tradisonal yang terdiri atas empat baris serangkap, empat perkataan sebaris, mempunyai rima a-b-a-b dengan beberapa variasi dan pengecualian. Tiap-tiap rangkap terbagi dua rangkap pembayang atau sampiran dan maksud. Setiap rangkap tidak dapat berdiri sendiri, memerlukan beberapa rangkap lain untuk melengkapkan keseluruhan ide.

Namun kekuatan sebuah pantun terletak pada cara pengungkapan yang santun dan halus. Ketika manusia kehilangan pola dalam bertutur, maka yang terjadi adalah ungkapan keinginan dan gejolak. Kekuatan sebuah pantun adalah warisan adat istiadat yang sarat dengan nilai-nilai.

SEMOGA BERMANFAAT

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh DhikazGamteng dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Sun, 06 Nov 22