sebutkan dan jelaskan kelemahan green theory

Berikut ini adalah pertanyaan dari imjulle pada mata pelajaran Sejarah untuk jenjang Sekolah Menengah Atas

Sebutkan dan jelaskan kelemahan green theory

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Dalam dunia Hubungan Internasional terdapat banyak sekali teori dan perspektif yang turut memperkaya dan untuk mengkaji fenomena-fenomena yang ada dalam studi Ilmu Hubungan Internasional. Perspektif dan teori dalam Hubungan Internasional pada awalnya hanya terdapat dua teori klasik, yakni Realisme dan Liberalisme. Lalu, perspektif tersebut berkembang menjadi teori-teori alternatif, seperti Rasionalime, teori kritis dan lain sebagainya. Teori yang berkembang dalam Hubungan Internasional pada dasarnya mencakup bahasan tentang fenomena-fenomena Internasional, seperti ekonomi, politik, budaya dan lain sebagainya. Selain itu, dalam studi Hubungan Internasional juga terdapat suatu teori yang membahas tentang lingkungan, seperti fenomena pemanasan global, hujan asam, kerusakan lingkungan dan lain sebagainya. Teori ini biasa disebut dengan Green Politics atau Teori Hijau. Teori yang satu ini merupakan suatu teori yang berbeda dari teori-teori mainstream yang telah ada, karena bisa dibilang bahwa teori ini memiliki pandangan yang berbeda akan dunia Internasional. Teori ini lebih melihat dari sisi bagaimana aktivitas yang dilakukan manusia dapat memiliki pengaruh pada lingkungan yang ada pada lingkungan sekitarnya, serta bagaimana aktivitas manusia dapat memiliki dampak hingga melewati batas-batas negara. Dalam tulisan kali ini, penulis akan membahas lebih lanjut mengenai Green Politics dan Teori Hijau yang ada dalam Hubungan Internasional.

Jackson & Sorensen (1999) dalam bukunya yang berjudul Introduction to International Relations berpendapat bahwa Green Politics atau Teori hijau ini muncul dan turut hadir untuk memberikan pandangannya dalam Hubungan Internasional sejak tahun 1960-an atau sekitar abad ke-20. Teori ini pada awalnya muncul untuk mengkritik perspektif liberalisme dan melihat isu-isu nyata ketika perang dingin telah mengakibatkan kerusakan lingkungan secara berlebihan (Jackson & Sorensen, 1999 : 322-323). Selain itu, Steans et al. (2005) dalam bukunya yang berjudul Introduction to International Relations: Perspective and Themes menjelaskan bahwa asal mula dari kemunculan Green Politics atau Teori Hijau tersebut dibagi menjadi tiga bidang spesifik, yakni ilmiah/teknologi, filsafat/etika dan politik. Asal usul yang pertama yakni ilmiah/teknologi, dalam bidang ini lebih mengacu tentang pengetahuan, kesadaran dan masalah. Kedua yakni filsafat/etika yang lebih mengacu pada spekulasi tentang hubungan yang terjadi antara manusia dan alam. Artinya, dalam hal ini perilaku manusia telah memberikan kontribusi terhadap masalah lingkungan dan meningkatkan kesadaran akan perlunya cara perpikir yang berbeda. Ketiga yakni dari segi politik yang lebih mengacu pada resep untuk mrngrmbangkan tindakan dalam mengatasi adanya krisis yang dirasakan (Steans et al., 2005 : 210).

Paterson (dalam Burchill, 2001) menjelaskan bahwa Green Politics atau Teori Hijau juga memiliki asumsi-asumsi yang mendasarinya. Asumsi yang pertama yakni kaum ini lebih mengacu terhadap penolakan konsep anthropocentric atau human-centered. Konsep yang dimaksud yakni bahwa segala kebaikan yang ada di alam hanya berpusat pada manusia, sehingga adanya konsep anthropocentric ini akan membuat manusia cenderung untuk bertindak eksploitatif dengan berlebihan terhadap alam untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia itu sendiri. Oleh karena itu, perpektif teori hijau ini menolak akan konsep anthropocentric tersebut karena dianggap merugikan kondisi alam. Asumsi yang kedua yakni pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat akan mengakibatkan lahan yang ada di alam semakin berkurang karena dijadikan tempat tinggal. Selain itu, semakin bertambahnya populasi manusia juga akan berpengaruh terhadap sumber daya alam yang ada di alam. Oleh karena itu, pembangunan lahan dan pengolahan sumber daya alam harus disesuaikan serta harus dirawat dan dilestarikan agar kelestarian lingkungan tetap terjaga dengan baik dan tidak merugikan lingkungan. Asumsi yang ketiga yakni konsep desentralisasi. Teori ini mempercayai bahwa jika dalam suatu negara terdapat banyak anggota penduduk didalamnya maka untuk mencapai lingkungan yang lestari atau perbaikan lingkungan tidak akan terwujud, dibutuhkan komunitas yang lebih kecil atau pendesentralisasian dalam mewujudkan perbaikan lingkungan. Teori ini beranggapan bahwa dengan adanya komunitas lokal yang lebih kecil dari negara maka diharapakan dapat memberikan perlindungan dan perawatan terhadap lingkungan (Paterson dalam Burchill, 2001: 238).

Jadi, Green Politic atau Teori Hijau merupakan suatu teori alternatif dalam Hubungan Internasional yang lebih membahas tentang lingkungan, seperti fenomena pemanasan global, hujan asam, kerusakan lingkungan dan lain sebagainya. Teori hijau ini muncul dan turut hadir untuk memberikan

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh gioakbar12345 dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Thu, 30 Jun 22