suatu reaksi samping dalam pembuatan rayon dari pulp kayu sebagai

Berikut ini adalah pertanyaan dari Darwi2387 pada mata pelajaran Kimia untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

Suatu reaksi samping dalam pembuatan rayon dari pulp kayu sebagai berikut.aCS2+bNaOH → cNa2CS3+dNa2CO3+eH2O (belum setara)
persamaan reaksi tersebut setara apabila nilai......
a). a = 3\2 c
b). b = 3d
c). c = 1\3 d
d). d = e
e). c = 2 b

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

suatu reaksi samping dalam pembuatan rayon dari pulp kayu sebagai berikut :

aCS₂ + bNaOH → cNa₂CS₃ + dNa₂CO₃ + eH₂O (belum setara)

persamaan reaksi tersebut setara apabila nilai

a = 3/2 c

Pembahasan

\boxed{\boxed{\bold{Persamaan~Reaksi }}}

Reaksi kimia adalah apabila suatu zat mengalami perubahan kimia menghasilkan zat baru yang memiliki sifat yang berbeda dari zat asal atau mengubah zat pereaksi (reaktan/sebelah kiri) menjadi zat hasil reaksi (produk/sebelah kanan). Terjadinya reaksi kimia dapat ditandai dengan terbentuknya endapan, terbentuk gas, terjadi perubahan warna atau perubahan panas/kalor.

Misalkan reaksi yang terjadi antara gas hidorgen dan gas oksigen membentuk air :

Gas hidrogen + gas oksigen --- > air  

Proses kimia yang terjadi pada reaksi diatas dapat lebih mudah dipamahi dan diingat jika dibuat dalam bentuk lambang. Lambang yang digunakan untuk menjelaskan reaksi kimia disebut persamaan reaksi.

Maka persamaan reaksi untuk reaksi yang terjadi antara gas hidorgen dan gas oksigen membentuk air :

2H2 (g) + O2 (g) --- > 2H2O (l)

Tanda panah (--- >) menunjukkan arah reaksi dapat dibaca menghasilkan / membentuk

(g) tatau (l) menunjukkan wujud zat yaitu (g) berarti gas, (l) berarti liquid/cairan, (aq) berarti larutan (aqueous), (s) berarti padatan (solid)

Bilangan angka yang terletak mendahului rumus kimia zat disebut koefisien reaksi. Koefisien reaksi menyatakan perbandingan partikel zat yang terlibat dalam reaksi. Apabila persamaan reaksi sudah diberikan koefisien yang sesuai maka persamaan reaksi berubah disebut dengan persamaan reaksi setara / persamaan setara.

\mathbf{Cara~menuliskan~persamaan~reaksi }

1. Menentukan terlebih dahulu zat pereaksi (reaktan) dan zat hasil reaksi (produk)

2. Menuslikan persamaan rumus kimia zat reaktan dan produk, lengkap dengan keterangan wujud zat (g / aq/ s/ l)

3. Menyetarakan jumlah atom setiap unsur dengan memberikan koefisien pada ruas kiri dan kanan

\mathbf{Cara~menyetarakan~persamaan~reaksi }

Kebanyakan persamaan reaksi dapat disetarakan dengan prinsip “menebak/coba-coba” , hal ini dikarenakan persamaan reaksi yang tidak begitu kompleks sehingga tidak memerlukan cara matematika untuk penyetaraan reaksi, contoh :

Mg (s) + O2 (g) --- > MgO (s)

Cara paling mudah adalah langsung memberikan koefisien di depan O2, menjadi

Mg (s) + ½ O2 (g) --- > MgO (s)  

Maka reaksi akan setara, atau depat dengan  

2Mg (s) + O2 (g) --- > 2MgO (s)

Maka reaksi juga akan setara, sehingga hal tersebut tidak memerlukan cara matematika. Tetapi jika ingin menyetarakan reaksi dapat menggunakan langkah berikut ini :

1. Menentukan koefisien salah satu zat, biasanya zat yang memiliki rumus paling kompleks ditetapkan memiliki koefisien 1, sedangkan zat yang lain diberikan koefisien dengan huruf

2. Menyetarakan terlebih dahulu unsur yang terikat langsung dengan zat yang diberikan koefisien 1

3. Menyetarakan unsur  lain yang masih belum setara, mengusahakan menyetarakan atom O dan H ditahap yang paling terakhir.

\boxed{\boxed{\bold{Jawab}}}  

aCS₂ + bNaOH → cNa₂CS₃ + dNa₂CO₃ + eH₂O (belum setara)

\mathbf{Cara~menyetarakan~persamaan~reaksi }

1. Menentukan koefisien salah satu zat, biasanya zat yang memiliki rumus paling kompleks ditetapkan memiliki koefisien 1

kita misalkan Na₂CO₃ memiliki koefisien 1

sedangkan zat yang lain diberikan koefisien dengan huruf, maka

aCS₂ + bNaOH → cNa₂CS₃ + Na₂CO₃ + dH₂O

2. Menyetarakan terlebih dahulu unsur yang terikat langsung dengan zat yang diberikan koefisien 1

aCS₂ + bNaOH → cNa₂CS₃ + Na₂CO₃ + dH₂O

atom Na

kiri = kanan

b = 2c + 2

misalkan c = 2

b = 2. 2 + 2

b = 6

atom C

a = c + 1

a = 2 + 1

a = 3

atom S

2a = 3c

2. 3 = 3. 2

6 = 6 (benar)

3. Menyetarakan unsur  lain yang masih belum setara, mengusahakan menyetarakan atom O dan H ditahap yang paling terakhir.

Atom O

b = 3 + d

6 = 3 + d

d = 3

Atom H

b = 2d

6 = 2. 3

6 = 6 (benar)

maka,

3CS₂ + 6NaOH → 2Na₂CS₃ + Na₂CO₃ + 3H₂O

\boxed{\boxed{\bold{Kesimpulan}}}  

3CS₂ + 6NaOH → 2Na₂CS₃ + Na₂CO₃ + 3H₂O

aCS₂ + bNaOH → cNa₂CS₃ + dNa₂CO₃ + eH₂O

a = 3/2 c

b = 6d

c = 2d

d = 1/3e

c = 2/6 b

Jawab : A

\mathbf{Pelajari~Lebih~Lanjut }  

              \boxed{\bigstar}\boxed{\bold{Semoga~Membantu}}\boxed{\bigstar}              

              \boxed{\bigstar}\boxed{\bold{ionkovalen}}\boxed{\bigstar}

\mathbf{Detil~Jawaban }  

Mapel : Kimia

Bab : Tata nama senyawa dan persamaan reaksi

Kelas : X

Semester : 2

Kode : 10.7.7

Kata kunci : persamaan reaksi, reaksi setara, koefisien reaksi, persamaan reaksi setara

suatu reaksi samping dalam pembuatan rayon dari pulp kayu sebagai berikut :aCS₂ + bNaOH → cNa₂CS₃ + dNa₂CO₃ + eH₂O (belum setara)persamaan reaksi tersebut setara apabila nilai a = 3/2 cPembahasan[tex]\boxed{\boxed{\bold{Persamaan~Reaksi }}}[/tex]
Reaksi kimia adalah apabila suatu zat mengalami perubahan kimia menghasilkan zat baru yang memiliki sifat yang berbeda dari zat asal atau mengubah zat pereaksi (reaktan/sebelah kiri) menjadi zat hasil reaksi (produk/sebelah kanan). Terjadinya reaksi kimia dapat ditandai dengan terbentuknya endapan, terbentuk gas, terjadi perubahan warna atau perubahan panas/kalor.
Misalkan reaksi yang terjadi antara gas hidorgen dan gas oksigen membentuk air :
Gas hidrogen + gas oksigen --- > air  Proses kimia yang terjadi pada reaksi diatas dapat lebih mudah dipamahi dan diingat jika dibuat dalam bentuk lambang. Lambang yang digunakan untuk menjelaskan reaksi kimia disebut persamaan reaksi.
Maka persamaan reaksi untuk reaksi yang terjadi antara gas hidorgen dan gas oksigen membentuk air :
2H2 (g) + O2 (g) --- > 2H2O (l)
Tanda panah (--- >) menunjukkan arah reaksi dapat dibaca menghasilkan / membentuk
(g) tatau (l) menunjukkan wujud zat yaitu (g) berarti gas, (l) berarti liquid/cairan, (aq) berarti larutan (aqueous), (s) berarti padatan (solid)
Bilangan angka yang terletak mendahului rumus kimia zat disebut koefisien reaksi. Koefisien reaksi menyatakan perbandingan partikel zat yang terlibat dalam reaksi. Apabila persamaan reaksi sudah diberikan koefisien yang sesuai maka persamaan reaksi berubah disebut dengan persamaan reaksi setara / persamaan setara.
[tex]\mathbf{Cara~menuliskan~persamaan~reaksi }[/tex]
1. Menentukan terlebih dahulu zat pereaksi (reaktan) dan zat hasil reaksi (produk)
2. Menuslikan persamaan rumus kimia zat reaktan dan produk, lengkap dengan keterangan wujud zat (g / aq/ s/ l)
3. Menyetarakan jumlah atom setiap unsur dengan memberikan koefisien pada ruas kiri dan kanan
[tex]\mathbf{Cara~menyetarakan~persamaan~reaksi }[/tex]
Kebanyakan persamaan reaksi dapat disetarakan dengan prinsip “menebak/coba-coba” , hal ini dikarenakan persamaan reaksi yang tidak begitu kompleks sehingga tidak memerlukan cara matematika untuk penyetaraan reaksi, contoh :
Mg (s) + O2 (g) --- > MgO (s)
Cara paling mudah adalah langsung memberikan koefisien di depan O2, menjadi
Mg (s) + ½ O2 (g) --- > MgO (s)  Maka reaksi akan setara, atau depat dengan  2Mg (s) + O2 (g) --- > 2MgO (s)
Maka reaksi juga akan setara, sehingga hal tersebut tidak memerlukan cara matematika. Tetapi jika ingin menyetarakan reaksi dapat menggunakan langkah berikut ini :
1. Menentukan koefisien salah satu zat, biasanya zat yang memiliki rumus paling kompleks ditetapkan memiliki koefisien 1, sedangkan zat yang lain diberikan koefisien dengan huruf
2. Menyetarakan terlebih dahulu unsur yang terikat langsung dengan zat yang diberikan koefisien 1
3. Menyetarakan unsur  lain yang masih belum setara, mengusahakan menyetarakan atom O dan H ditahap yang paling terakhir.
[tex]\boxed{\boxed{\bold{Jawab}}}[/tex]  aCS₂ + bNaOH → cNa₂CS₃ + dNa₂CO₃ + eH₂O (belum setara)[tex]\mathbf{Cara~menyetarakan~persamaan~reaksi }[/tex]
1. Menentukan koefisien salah satu zat, biasanya zat yang memiliki rumus paling kompleks ditetapkan memiliki koefisien 1kita misalkan Na₂CO₃ memiliki koefisien 1sedangkan zat yang lain diberikan koefisien dengan huruf
, makaaCS₂ + bNaOH → cNa₂CS₃ + Na₂CO₃ + dH₂O 2. Menyetarakan terlebih dahulu unsur yang terikat langsung dengan zat yang diberikan koefisien 1
aCS₂ + bNaOH → cNa₂CS₃ + Na₂CO₃ + dH₂O atom Nakiri = kananb = 2c + 2misalkan c = 2b = 2. 2 + 2b = 6atom Ca = c + 1a = 2 + 1a = 3atom S2a = 3c2. 3 = 3. 26 = 6 (benar)3. Menyetarakan unsur  lain yang masih belum setara, mengusahakan menyetarakan atom O dan H ditahap yang paling terakhir.
Atom Ob = 3 + d6 = 3 + dd = 3Atom Hb = 2d6 = 2. 36 = 6 (benar)maka,3CS₂ + 6NaOH → 2Na₂CS₃ + Na₂CO₃ + 3H₂O [tex]\boxed{\boxed{\bold{Kesimpulan}}}[/tex]  3CS₂ + 6NaOH → 2Na₂CS₃ + Na₂CO₃ + 3H₂O aCS₂ + bNaOH → cNa₂CS₃ + dNa₂CO₃ + eH₂Oa = 3/2 cb = 6dc = 2dd = 1/3ec = 2/6 bJawab : A[tex]\mathbf{Pelajari~Lebih~Lanjut }[/tex]  
Penyetaraan reaksi https://brainly.co.id/tugas/20319775, https://brainly.co.id/tugas/9192637, https://brainly.co.id/tugas/1036205, https://brainly.co.id/tugas/9757661, https://brainly.co.id/tugas/21953227               [tex]\boxed{\bigstar}\boxed{\bold{Semoga~Membantu}}\boxed{\bigstar}[/tex]                             [tex]\boxed{\bigstar}\boxed{\bold{ionkovalen}}\boxed{\bigstar}[/tex]
[tex]\mathbf{Detil~Jawaban }[/tex]  Mapel : Kimia
Bab : Tata nama senyawa dan persamaan reaksiKelas : X
Semester : 2
Kode : 10.7.7Kata kunci : persamaan reaksi, reaksi setara, koefisien reaksi, persamaan reaksi setarasuatu reaksi samping dalam pembuatan rayon dari pulp kayu sebagai berikut :aCS₂ + bNaOH → cNa₂CS₃ + dNa₂CO₃ + eH₂O (belum setara)persamaan reaksi tersebut setara apabila nilai a = 3/2 cPembahasan[tex]\boxed{\boxed{\bold{Persamaan~Reaksi }}}[/tex]
Reaksi kimia adalah apabila suatu zat mengalami perubahan kimia menghasilkan zat baru yang memiliki sifat yang berbeda dari zat asal atau mengubah zat pereaksi (reaktan/sebelah kiri) menjadi zat hasil reaksi (produk/sebelah kanan). Terjadinya reaksi kimia dapat ditandai dengan terbentuknya endapan, terbentuk gas, terjadi perubahan warna atau perubahan panas/kalor.
Misalkan reaksi yang terjadi antara gas hidorgen dan gas oksigen membentuk air :
Gas hidrogen + gas oksigen --- > air  Proses kimia yang terjadi pada reaksi diatas dapat lebih mudah dipamahi dan diingat jika dibuat dalam bentuk lambang. Lambang yang digunakan untuk menjelaskan reaksi kimia disebut persamaan reaksi.
Maka persamaan reaksi untuk reaksi yang terjadi antara gas hidorgen dan gas oksigen membentuk air :
2H2 (g) + O2 (g) --- > 2H2O (l)
Tanda panah (--- >) menunjukkan arah reaksi dapat dibaca menghasilkan / membentuk
(g) tatau (l) menunjukkan wujud zat yaitu (g) berarti gas, (l) berarti liquid/cairan, (aq) berarti larutan (aqueous), (s) berarti padatan (solid)
Bilangan angka yang terletak mendahului rumus kimia zat disebut koefisien reaksi. Koefisien reaksi menyatakan perbandingan partikel zat yang terlibat dalam reaksi. Apabila persamaan reaksi sudah diberikan koefisien yang sesuai maka persamaan reaksi berubah disebut dengan persamaan reaksi setara / persamaan setara.
[tex]\mathbf{Cara~menuliskan~persamaan~reaksi }[/tex]
1. Menentukan terlebih dahulu zat pereaksi (reaktan) dan zat hasil reaksi (produk)
2. Menuslikan persamaan rumus kimia zat reaktan dan produk, lengkap dengan keterangan wujud zat (g / aq/ s/ l)
3. Menyetarakan jumlah atom setiap unsur dengan memberikan koefisien pada ruas kiri dan kanan
[tex]\mathbf{Cara~menyetarakan~persamaan~reaksi }[/tex]
Kebanyakan persamaan reaksi dapat disetarakan dengan prinsip “menebak/coba-coba” , hal ini dikarenakan persamaan reaksi yang tidak begitu kompleks sehingga tidak memerlukan cara matematika untuk penyetaraan reaksi, contoh :
Mg (s) + O2 (g) --- > MgO (s)
Cara paling mudah adalah langsung memberikan koefisien di depan O2, menjadi
Mg (s) + ½ O2 (g) --- > MgO (s)  Maka reaksi akan setara, atau depat dengan  2Mg (s) + O2 (g) --- > 2MgO (s)
Maka reaksi juga akan setara, sehingga hal tersebut tidak memerlukan cara matematika. Tetapi jika ingin menyetarakan reaksi dapat menggunakan langkah berikut ini :
1. Menentukan koefisien salah satu zat, biasanya zat yang memiliki rumus paling kompleks ditetapkan memiliki koefisien 1, sedangkan zat yang lain diberikan koefisien dengan huruf
2. Menyetarakan terlebih dahulu unsur yang terikat langsung dengan zat yang diberikan koefisien 1
3. Menyetarakan unsur  lain yang masih belum setara, mengusahakan menyetarakan atom O dan H ditahap yang paling terakhir.
[tex]\boxed{\boxed{\bold{Jawab}}}[/tex]  aCS₂ + bNaOH → cNa₂CS₃ + dNa₂CO₃ + eH₂O (belum setara)[tex]\mathbf{Cara~menyetarakan~persamaan~reaksi }[/tex]
1. Menentukan koefisien salah satu zat, biasanya zat yang memiliki rumus paling kompleks ditetapkan memiliki koefisien 1kita misalkan Na₂CO₃ memiliki koefisien 1sedangkan zat yang lain diberikan koefisien dengan huruf
, makaaCS₂ + bNaOH → cNa₂CS₃ + Na₂CO₃ + dH₂O 2. Menyetarakan terlebih dahulu unsur yang terikat langsung dengan zat yang diberikan koefisien 1
aCS₂ + bNaOH → cNa₂CS₃ + Na₂CO₃ + dH₂O atom Nakiri = kananb = 2c + 2misalkan c = 2b = 2. 2 + 2b = 6atom Ca = c + 1a = 2 + 1a = 3atom S2a = 3c2. 3 = 3. 26 = 6 (benar)3. Menyetarakan unsur  lain yang masih belum setara, mengusahakan menyetarakan atom O dan H ditahap yang paling terakhir.
Atom Ob = 3 + d6 = 3 + dd = 3Atom Hb = 2d6 = 2. 36 = 6 (benar)maka,3CS₂ + 6NaOH → 2Na₂CS₃ + Na₂CO₃ + 3H₂O [tex]\boxed{\boxed{\bold{Kesimpulan}}}[/tex]  3CS₂ + 6NaOH → 2Na₂CS₃ + Na₂CO₃ + 3H₂O aCS₂ + bNaOH → cNa₂CS₃ + dNa₂CO₃ + eH₂Oa = 3/2 cb = 6dc = 2dd = 1/3ec = 2/6 bJawab : A[tex]\mathbf{Pelajari~Lebih~Lanjut }[/tex]  
Penyetaraan reaksi https://brainly.co.id/tugas/20319775, https://brainly.co.id/tugas/9192637, https://brainly.co.id/tugas/1036205, https://brainly.co.id/tugas/9757661, https://brainly.co.id/tugas/21953227               [tex]\boxed{\bigstar}\boxed{\bold{Semoga~Membantu}}\boxed{\bigstar}[/tex]                             [tex]\boxed{\bigstar}\boxed{\bold{ionkovalen}}\boxed{\bigstar}[/tex]
[tex]\mathbf{Detil~Jawaban }[/tex]  Mapel : Kimia
Bab : Tata nama senyawa dan persamaan reaksiKelas : X
Semester : 2
Kode : 10.7.7Kata kunci : persamaan reaksi, reaksi setara, koefisien reaksi, persamaan reaksi setarasuatu reaksi samping dalam pembuatan rayon dari pulp kayu sebagai berikut :aCS₂ + bNaOH → cNa₂CS₃ + dNa₂CO₃ + eH₂O (belum setara)persamaan reaksi tersebut setara apabila nilai a = 3/2 cPembahasan[tex]\boxed{\boxed{\bold{Persamaan~Reaksi }}}[/tex]
Reaksi kimia adalah apabila suatu zat mengalami perubahan kimia menghasilkan zat baru yang memiliki sifat yang berbeda dari zat asal atau mengubah zat pereaksi (reaktan/sebelah kiri) menjadi zat hasil reaksi (produk/sebelah kanan). Terjadinya reaksi kimia dapat ditandai dengan terbentuknya endapan, terbentuk gas, terjadi perubahan warna atau perubahan panas/kalor.
Misalkan reaksi yang terjadi antara gas hidorgen dan gas oksigen membentuk air :
Gas hidrogen + gas oksigen --- > air  Proses kimia yang terjadi pada reaksi diatas dapat lebih mudah dipamahi dan diingat jika dibuat dalam bentuk lambang. Lambang yang digunakan untuk menjelaskan reaksi kimia disebut persamaan reaksi.
Maka persamaan reaksi untuk reaksi yang terjadi antara gas hidorgen dan gas oksigen membentuk air :
2H2 (g) + O2 (g) --- > 2H2O (l)
Tanda panah (--- >) menunjukkan arah reaksi dapat dibaca menghasilkan / membentuk
(g) tatau (l) menunjukkan wujud zat yaitu (g) berarti gas, (l) berarti liquid/cairan, (aq) berarti larutan (aqueous), (s) berarti padatan (solid)
Bilangan angka yang terletak mendahului rumus kimia zat disebut koefisien reaksi. Koefisien reaksi menyatakan perbandingan partikel zat yang terlibat dalam reaksi. Apabila persamaan reaksi sudah diberikan koefisien yang sesuai maka persamaan reaksi berubah disebut dengan persamaan reaksi setara / persamaan setara.
[tex]\mathbf{Cara~menuliskan~persamaan~reaksi }[/tex]
1. Menentukan terlebih dahulu zat pereaksi (reaktan) dan zat hasil reaksi (produk)
2. Menuslikan persamaan rumus kimia zat reaktan dan produk, lengkap dengan keterangan wujud zat (g / aq/ s/ l)
3. Menyetarakan jumlah atom setiap unsur dengan memberikan koefisien pada ruas kiri dan kanan
[tex]\mathbf{Cara~menyetarakan~persamaan~reaksi }[/tex]
Kebanyakan persamaan reaksi dapat disetarakan dengan prinsip “menebak/coba-coba” , hal ini dikarenakan persamaan reaksi yang tidak begitu kompleks sehingga tidak memerlukan cara matematika untuk penyetaraan reaksi, contoh :
Mg (s) + O2 (g) --- > MgO (s)
Cara paling mudah adalah langsung memberikan koefisien di depan O2, menjadi
Mg (s) + ½ O2 (g) --- > MgO (s)  Maka reaksi akan setara, atau depat dengan  2Mg (s) + O2 (g) --- > 2MgO (s)
Maka reaksi juga akan setara, sehingga hal tersebut tidak memerlukan cara matematika. Tetapi jika ingin menyetarakan reaksi dapat menggunakan langkah berikut ini :
1. Menentukan koefisien salah satu zat, biasanya zat yang memiliki rumus paling kompleks ditetapkan memiliki koefisien 1, sedangkan zat yang lain diberikan koefisien dengan huruf
2. Menyetarakan terlebih dahulu unsur yang terikat langsung dengan zat yang diberikan koefisien 1
3. Menyetarakan unsur  lain yang masih belum setara, mengusahakan menyetarakan atom O dan H ditahap yang paling terakhir.
[tex]\boxed{\boxed{\bold{Jawab}}}[/tex]  aCS₂ + bNaOH → cNa₂CS₃ + dNa₂CO₃ + eH₂O (belum setara)[tex]\mathbf{Cara~menyetarakan~persamaan~reaksi }[/tex]
1. Menentukan koefisien salah satu zat, biasanya zat yang memiliki rumus paling kompleks ditetapkan memiliki koefisien 1kita misalkan Na₂CO₃ memiliki koefisien 1sedangkan zat yang lain diberikan koefisien dengan huruf
, makaaCS₂ + bNaOH → cNa₂CS₃ + Na₂CO₃ + dH₂O 2. Menyetarakan terlebih dahulu unsur yang terikat langsung dengan zat yang diberikan koefisien 1
aCS₂ + bNaOH → cNa₂CS₃ + Na₂CO₃ + dH₂O atom Nakiri = kananb = 2c + 2misalkan c = 2b = 2. 2 + 2b = 6atom Ca = c + 1a = 2 + 1a = 3atom S2a = 3c2. 3 = 3. 26 = 6 (benar)3. Menyetarakan unsur  lain yang masih belum setara, mengusahakan menyetarakan atom O dan H ditahap yang paling terakhir.
Atom Ob = 3 + d6 = 3 + dd = 3Atom Hb = 2d6 = 2. 36 = 6 (benar)maka,3CS₂ + 6NaOH → 2Na₂CS₃ + Na₂CO₃ + 3H₂O [tex]\boxed{\boxed{\bold{Kesimpulan}}}[/tex]  3CS₂ + 6NaOH → 2Na₂CS₃ + Na₂CO₃ + 3H₂O aCS₂ + bNaOH → cNa₂CS₃ + dNa₂CO₃ + eH₂Oa = 3/2 cb = 6dc = 2dd = 1/3ec = 2/6 bJawab : A[tex]\mathbf{Pelajari~Lebih~Lanjut }[/tex]  
Penyetaraan reaksi https://brainly.co.id/tugas/20319775, https://brainly.co.id/tugas/9192637, https://brainly.co.id/tugas/1036205, https://brainly.co.id/tugas/9757661, https://brainly.co.id/tugas/21953227               [tex]\boxed{\bigstar}\boxed{\bold{Semoga~Membantu}}\boxed{\bigstar}[/tex]                             [tex]\boxed{\bigstar}\boxed{\bold{ionkovalen}}\boxed{\bigstar}[/tex]
[tex]\mathbf{Detil~Jawaban }[/tex]  Mapel : Kimia
Bab : Tata nama senyawa dan persamaan reaksiKelas : X
Semester : 2
Kode : 10.7.7Kata kunci : persamaan reaksi, reaksi setara, koefisien reaksi, persamaan reaksi setara

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh ionkovalen dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Tue, 02 Apr 19