tata nama senyawa poliatomik biner dan anorganik ​

Berikut ini adalah pertanyaan dari haerawati70 pada mata pelajaran Kimia untuk jenjang Sekolah Menengah Atas

Tata nama senyawa poliatomik biner dan anorganik ​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Tata nama senyawa poliatomik biner adalah sistem yang digunakan untuk memberikan nama pada senyawa yang terdiri dari dua unsur biner. Tata nama ini diterapkan pada senyawa anorganik, yaitu senyawa yang tidak memiliki ikatan kovalen organik.

Untuk memberikan nama pada senyawa poliatomik biner, pertama-tama harus diketahui unsur-unsur yang membentuk senyawa tersebut. Kemudian, unsur-unsur tersebut diberi nama dengan menggunakan nama latin dari unsur tersebut. Setelah itu, unsur-unsur tersebut dikombinasikan dengan menambahkan akhiran -ium pada nama unsur pertama dan menambahkan nama unsur kedua dengan akhiran -ide.

Contoh:

NaCl (natrium klorida)

MgO (magnesium oksida)

CaSO4 (kalsium sulfat)

Tata nama senyawa poliatomik biner dan anorganik memiliki aturan dan konvensi yang harus diikuti untuk memberikan nama yang sesuai dan diterima secara universal. Aturan ini memastikan bahwa senyawa dapat dikenali dan dibedakan dengan jelas oleh ahli kimia di seluruh dunia.

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh dragxredd dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Thu, 11 May 23