Siapa orang yang menjatuhkan bom di Nagasaki​

Berikut ini adalah pertanyaan dari reynerbenu994 pada mata pelajaran IPS untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

Siapa orang yang menjatuhkan bom di Nagasaki

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

1).wilian S. parsons

2).paul tibbets

3).robert A. lewis

4).charles sweeney

5).frederick ashworth

Penjelasan:

Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di kota Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, pada bulan Agustus 1945, tahap akhir Perang Dunia Kedua. Amerika Serikat menjatuhkan bom dengan persetujuan dari Britania Raya sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Quebec. Dua operasi pengeboman yang menewaskan sedikitnya 129.000 jiwa ini merupakan penggunaan senjata nuklir masa perang untuk pertama dan terakhir kalinya dalam sejarah.

jata nuklir masa perang untuk pertama dan terakhir kalinya dalam sejarah.

Pengeboman atom Hiroshima dan Nagasaki

Bagian dari Perang Pasifik, Perang Dunia II

Two aerial photos of atomic bomb mushroom clouds, over two Japanese cities in 1945.

Awan jamur bom atom di langit Hiroshima (kiri) dan Nagasaki (kanan).

Tanggal 6 Agustus dan 9 Agustus 1945

Lokasi Hiroshima dan Nagasaki, Jepang

Hasil Sekutu menang

Pihak terlibat

Amerika Serikat

Britania Raya

Jepang

Tokoh dan pemimpin

William S. Parsons

Paul Tibbets

Robert A. Lewis[1]

Charles Sweeney

Frederick Ashworth

Bendera Kekaisaran Jepang Shunroku Hata

Pasukan

Manhattan District: 50 A.S., 2 Britania

509th Composite Group: 1.770 A.S.

Tentara Umum Kedua:

Hiroshima: 40.000

Nagasaki: 9.000

Korban

20 tahanan perang A.S., Belanda, Britania tewas

Hiroshima:

20.000+ tentara tewas

70.000–146.000 warga sipil tewas

Nagasaki:

39.000–80.000 tewas

Total: 129.000–246.000+ tewas

Pada tahun terakhir Perang Dunia II, Sekutu bersiap-siap melancarkan serbuan ke daratan Jepang yang memakan biaya besar. Amerika Serikat sebelumnya melaksanakan kampanye pengeboman yang meluluhlantakkan banyak kota di Jepang. Perang di Eropa selesai setelah Jerman Nazi menandatangani instrumen penyerahan diri pada tanggal 8 Mei 1945. Akan tetapi, Jepang menolak memenuhi tuntutan Sekutu untuk menyerah tanpa syarat. Perang Pasifik pun berlanjut. Bersama Britania Raya dan Tiongkok, Amerika Serikat meminta pasukan Jepang menyerah dalam Deklarasi Potsdam tanggal 26 Juli 1945 atau menghadapi "kehancuran cepat dan besar". Jepang mengabaikan ultimatum tersebut.

Pada bulan Juli 1945, Proyek Manhattan yang dirintis Sekutu berhasil melaksanakan pengujian bom atom di gurun New Mexico. Mereka memproduksi senjata nuklir berdasarkan dua rancangan pada bulan Agustus. 509th Composite Group dari Pasukan Udara Angkatan Darat Amerika Serikat dilengkapi dengan Boeing B-29 Superfortress khusus versi Silverplate yang mampu mengangkut bom nuklir dari Tinian di Kepulauan Mariana.

Tanggal 6 Agustus, AS menjatuhkan bom atom uranium jenis bedil (Little Boy) di Hiroshima. Presiden Amerika Serikat Harry S. Truman meminta Jepang menyerah 16 jam kemudian dan memberi peringatan akan adanya "hujan reruntuhan dari udara yang belum pernah terjadi sebelumnya di muka bumi." Tiga hari kemudian, pada tanggal 9 Agustus, AS menjatuhkan bom plutonium jenis implosi (Fat Man) di Nagasaki. Dalam kurun dua sampai empat bulan pertama setelah pengeboman terjadi, dampaknya menewaskan 90.000–146.000 orang di Hiroshima dan 39.000–80.000 di Nagasaki; kurang lebih separuh korban di setiap kota tewas pada hari pertama. Pada bulan-bulan seterusnya, banyak orang yang tewas karena efek luka bakar, penyakit radiasi, dan cedera lain disertai sakit dan kekurangan gizi. Di dua kota tersebut, sebagian besar korban tewas merupakan warga sipil meskipun terdapat garnisun militer besar di Hiroshima.

maaf kalo salah

semoga bermanfaat :)

pls jangan dihapus

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh ALFIN10exe762 dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Wed, 19 Jan 22