Masa kolonial Bentuk Peninggalan Makna bagi Kehidupan Sekarang Cara Melestarikan

Berikut ini adalah pertanyaan dari haninazzahra2021 pada mata pelajaran IPS untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

Masa kolonial Bentuk Peninggalan Makna bagi Kehidupan Sekarang Cara Melestarikan PeninggalanPerluasan penggunaan lahan Persebaran penduduk dan urbanisasi
Peninggalan bangunan
Pengenalan tanaman baru
Transportasi dan komunikasi Perkembangan kegiatan ekonomi
Mengenal mata uang Perubahan aspek politik
Perubahan aspek budaya
Perubahan aspek pendidikan
Perubahan pakaian Perubahan kota​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Banyak yang bilang kalau belajar sejarah itu tidak penting-penting amat. Buat apa kita mempelajari kejadian yang sudah lewat? Kenyataannya, apa yang kamu lakukan sekarang adalah akibat dari kejadian-kejadian di masa lalu. Bukan tidak mungkin jalan yang kamu lewati ke sekolah merupakan hasil dari kesepakatan beberapa pihak di masa lalu.

Di artikel kali ini, kita akan membahas tentang kehidupan masyarakat di masa penjajahan. Baik saat masa penjajahan Kolonial, maupun saat Jepang berada di Indonesia. Kira-kira gimana ya situasinya waktu itu?

separator - kolonial

Meskipun telah berkembang sebelum penjajahan, perkebunan di Indonesia mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Adanya penambahan jumlah lahan untuk mengembangkan berbagai tanaman ekspor. Pemerintah Kolonial juga melibatkan perusahaan asing untuk berinvestasi di Indonesia. Hutan dibuka untuk pembukaan lahan perkebunan.

Nah, yang namanya pembukaan lahan pasti harus diatur oleh manusia dong. Nggak mungkin hutan ditebas, dijadikan lahan pertanian lalu nggak ada kehidupan di sekitar sana. Gara-gara Kolonial yang berfokus pada hal ini, mau nggak mau, penduduk kita jadi tersebar. Salah satunya, karena adanya perjanjian Politik Etis yang memberikan tiga keuntungan: 1) Irigasi, 2) Transmigrasi, dan 3) Edukasi.

Hutan-hutan di Sumatera Selatan, misalnya. Dibabat dan diubah kegunaannya. Sebagian ada yang menjadi lahan pertanian dan perkebunan. Ada juga yang menjadi lahan irigasi yang digunakan di sepanjang alirannya dimanfaatkan sebagai lumbung padi.

Salah satu bekas peninggalan yang paling nyata adalah saluran air Bendung Komering 10 di Kabupaten OKU Timur. Sampai saat ini, masih dimanfaatkan dengan baik untuk lahan sekitar.

Selain concern terhadap perkebunan yang tinggi, Kolonial juga membangun berbagai infrastruktur seperti jalan raya, rel kereta, dan telepon.

jalan raya pos daendels

Jalan Raya Pos (Sumber: KOMPAS TV via youtube)

Salah satu yang paling terkenal adalah Jalan Raya Pos.

Herman Willem Daendels adalah sosok di belakangnya.

Dia datang ke Batavia pada 5 Januari 1808. Sebagai Gubernur Jenderal, ia mendapat mandat untuk menjaga Hindia agar tidak jatuh ke tangan Inggris yang saat itu sedang berpusat di India. Demi menjalankan misinya tersebut, ia memutuskan untuk membuka jalan dari Anyer (Banten) sampai Panarukan (Situbondo, Jawa Timur).

Ya, jalan yang panjangnya lebih dari 1.000 km.

Tentu aja, proyek ambisius Daendels ini harus dibayar mahal oleh para pekerja dari kaum pribumi kala itu. Kaum pribumi, dalam artikel Sejarah Jalur Daendels: Semacam Jalan Tol di Era Hindia Belanda dikatakan “dipekerjakan secara paksa tanpa diberi upah.”

Bagi Daendels, jalan ini adalah mahakarya yang ia banggakan.

siapa itu daendels

Saat ini, jalur ini biasa kita sebut dengan Pantura (Pantai Utara). Salah satu jalan sentral yang sering dilewati pemudik ketika lebaran. Walau begitu, dalam Keuntungan Kolonial dari Kerja Paksa (201), Jan Breman mengatakan kalau proyek jalan ini menelan belasan ribu korban jiwa.

Baca juga: Kedatangan NICA di Indonesia

Inilah ironisnya: di satu sisi, Daendels berjasa bagi pembangunan kita. Tapi di sisi lain, ia juga menelan banyak korban. Bayangkan coba kalau hal ini terjadi di masa sekarang? Sebagai sobat rebah, kita pasti ngamuk. Lagi enak-enak tiduran nonton Spongebob, eh disamperin emak. ‘Gali jalan lo sono! Tiduran aje?!’

kehidupan pada masa penjajahan kolonial

Masa penjajahan kolonial juga merupakan masa di mana kita pertama kali menggunakan uang sebagai alat pembayaran tenaga kerja. Tapi, ya, dari segi strata sosial, rakyat kita jelas kalah jauh dibanding kaum kolonial yang datang. Pribumi yang sebelumnya birokrat harus tunduk kepada kompeni-kompeni ini. Para raja dan bupati, harus lengser karena sistemnya diubah. Kolonial lebih memilih gubernur jenderal, residen, bupati dalam sistem pemerintahannya. Sisi baiknya, kaum pribumi yang selama ini terkotak-kotak oleh kerajaan, kini mulai bersatu.

Kita, sedikit demi sedikit, disatukan dalam identitas bernama Indonesia.

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh putriazkiyafirdaus dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Fri, 12 Aug 22