Kenapa negara-negara anggota ASEAN masuk kategori sebagai negara berkembang​

Berikut ini adalah pertanyaan dari Zoviaa pada mata pelajaran IPS untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

Kenapa negara-negara anggota ASEAN masuk kategori sebagai negara berkembang​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Daftar Negara ASEAN yang Masih Negara Berkembang

1. Myanmar

Myanmar bergabung dengan ASEAN pada tanggal 23 Juli 1997. Negara yang dulunya bernama Burma ini merupakan negara berkembang dengan PDB per kapita 1.407 dolar AS atau sekitar Rp 20,18 juta. Hal ini menjadikan Myanmar sebagai negara termiskin di kawasan ini.

2. Kamboja

Kamboja masih dikategorikan sebagai negara berkembang karena negara ini memiliki pendapatan yang rendah. PDB per kapita negara negara ini adalah 1.643 dolar AS atau sekitar Rp 23,55 juta.

Selain pendapatannya yang rendah, tingkat inflasi di negara ini juga tinggi. Masalah lain yang dihadapi Kamboja sebagai negara berkembang adalah masih tingginya angka kematian bayi di negara tersebut.

3. Laos

Laos memiliki PDB per kapita sebesar 2.534 dolar AS atau sekitar Rp 36,33 juta.

Menurut PBB, Laos merupakan negara berkembang yang memiliki perkembangan yang cukup pesat. Negara ini bisa menaikkan PDB hingga 200 persen. Meski begitu, perkembangan pembangunan di negara ini masih terhambat, terutama di bidang kesehatan.

Tak hanya itu, pembangunan di bidang lainnya seperti pendidikan di negara itu juga masih sangat rendah.

4. Vietnam

Vietnam merupakan salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yang perekonomiannya berkembang pesat.

Pertumbuhan produksi industri di negara ini juga sangat memuaskan, yakni telah melebihi 10 persen sejak tahun 1991. Hal ini menunjukkan bahwa struktur ekonomi Vietnam bergeser dari pertanian menuju industri dan jasa

Meski begitu PDB di negara ini masih tergolong sangat rendah, yakni sebesar 2.715 dolar AS atau Rp 39,93 juta.

5. Filipina

Berdasarkan PDB-nya, Filipina masuk kategori negara berkembang. Meski begitu, negara ini memiliki laju pertumbuhan ekonomi yang pesat. Pendidikan di negara ini juga mengalami kemajuan yang baik.

6. Indonesia

Pada 2020 lalu, Amerika Serikat melalui Kantor Perwakilan Perdagangan atau Office of the US Trade Representative (USTR) di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), tak lagi memasukkan Indonesia sebagai negara berkembang dan mengkategorikannya sebagai negara maju.

Alasannya adalah karena Indonesia memiliki pangsa pasar 0,5 persen atau lebih dari total perdagangan di dunia.

Alasan lainnya yakni Indonesia masuk dalam anggota G20. USTR menyebut keanggotaan dalam G20 menunjukkan negara-negara anggotanya masuk kelompok negara maju.

Meski begitu, jika dilihat dari faktor ekonomi, Indonesia masih masuk kategori sebagai negara berkembang. Salah satu alasannya adalah pendapatan per kapita negara maju harus di atas 12 ribu dolar AS per tahun.

Sedangkan pendapatan per kapita Indonesia baru mencapai 4.000 dolar AS per tahun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, PDB per kapita Indonesia pada tahun 2021 mencapai Rp62,2 juta atau 4.349,5 dolar AS.

7. Thailand

Memiliki PDB per kapita sebesar 7.806 dolar AS (Rp 111,93 juta) membuat Thailand masih tergolong negara berkembang.

Selain itu, tingkat kemajuan di negara ini hanya ada di kota-kota penting saja dan belum merata. Bidang kesehatan juga belum terjamin sepenuhnya.

8. Malaysia

Dibandingkan Indonesia, pendapatan per kapita Malaysia jauh lebih besar yakni 11.414 dolar AS atau Rp 163,66 juta. Hal ini menjadikan Malaysia sebagai negara terkaya ketiga di Asia Tenggara berdasarkan PDB per kapita.

Meski begitu, negara ini juga masih termasuk negara berkembang karena pendapatan rata-ratanya yang masih rendah.

9. Brunei Darussalam

Brunei Darussalam merupakan negara berkembang yang memiliki pendapatan per kapita tertinggi di dunia, yakni 31.086 dolar AS (Rp 445,72 juta). Jika pendapatannya tinggi, mengapa Brunei masih dikategorikan negara berkembang?

Beberapa faktor yang menyebabkan Brunei masih masuk negara berkembang adalah pertumbuhan penduduknya tinggi, produk ekspor utamanya adalah barang primer, serta pendapatan utamanya masih mengandalkan sektor sumber daya alam.

Nah itulah, daftar negara ASEAN yang masih negara berkembang.

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh rifqihersatya dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Fri, 21 Oct 22