33.Jenis historiografi yang berfunngsi untuk melegitimasi kekuasaan serang raja adalah

Berikut ini adalah pertanyaan dari fransiskaanggi8862 pada mata pelajaran IPS untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

33.Jenis historiografi yang berfunngsi untuk melegitimasi kekuasaan serang raja adalah

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Historiografi tradisional adalah penulisan sejarah yang eksis pada zaman kerajaan Hindu-Buddha hingga kerajaan Islam di Nusantara. Umumnya historiografi tradisional diciptakan oleh pujangga-pujangga di kalangan kerajaan sebagai legitimasi dari raja atau penguasa yang sedah bertahta.

Pembahasan:

Kelebihan histografi tradisional

adalah penulisan sejarah tradisional bertujuan untuk menghormati kedudukan raja supaya raja tetap dihormati, tetap dipatuhi, tetap dijunjung tinggi yang bersifat regio-sentris atau bersifat kedaerahan, bersifat religio magis yang berarti dihubungkan dengan kepercayaan dan hal-hal yang gaib, bersifat religio magis yang berarti dihubungkan dengan kepercayaan dan hal-hal yang gaib, serta bersifat religio sentris yang berarti segala sesuatu dipusatkan pada raja atau keluarga raja (keluarga istana).

Kekurangan histografi tradisional dapat

dilihat pada cara penulisannya tidak begitu membedakan hal yang khayal dan hal yang nyata dimana raja dianggap mempunyai kekuatan gaib karena merupakan titisan dewa, serta bersifat religio magis, feodalistis-aristokratis, serta religio sentris.

Jawaban:Historiografi tradisional adalah penulisan sejarah yang eksis pada zaman kerajaan Hindu-Buddha hingga kerajaan Islam di Nusantara. Umumnya historiografi tradisional diciptakan oleh pujangga-pujangga di kalangan kerajaan sebagai legitimasi dari raja atau penguasa yang sedah bertahta.Pembahasan:Kelebihan histografi tradisionaladalah penulisan sejarah tradisional bertujuan untuk menghormati kedudukan raja supaya raja tetap dihormati, tetap dipatuhi, tetap dijunjung tinggi yang bersifat regio-sentris atau bersifat kedaerahan, bersifat religio magis yang berarti dihubungkan dengan kepercayaan dan hal-hal yang gaib, bersifat religio magis yang berarti dihubungkan dengan kepercayaan dan hal-hal yang gaib, serta bersifat religio sentris yang berarti segala sesuatu dipusatkan pada raja atau keluarga raja (keluarga istana).Kekurangan histografi tradisional dapatdilihat pada cara penulisannya tidak begitu membedakan hal yang khayal dan hal yang nyata dimana raja dianggap mempunyai kekuatan gaib karena merupakan titisan dewa, serta bersifat religio magis, feodalistis-aristokratis, serta religio sentris.Jawaban:Historiografi tradisional adalah penulisan sejarah yang eksis pada zaman kerajaan Hindu-Buddha hingga kerajaan Islam di Nusantara. Umumnya historiografi tradisional diciptakan oleh pujangga-pujangga di kalangan kerajaan sebagai legitimasi dari raja atau penguasa yang sedah bertahta.Pembahasan:Kelebihan histografi tradisionaladalah penulisan sejarah tradisional bertujuan untuk menghormati kedudukan raja supaya raja tetap dihormati, tetap dipatuhi, tetap dijunjung tinggi yang bersifat regio-sentris atau bersifat kedaerahan, bersifat religio magis yang berarti dihubungkan dengan kepercayaan dan hal-hal yang gaib, bersifat religio magis yang berarti dihubungkan dengan kepercayaan dan hal-hal yang gaib, serta bersifat religio sentris yang berarti segala sesuatu dipusatkan pada raja atau keluarga raja (keluarga istana).Kekurangan histografi tradisional dapatdilihat pada cara penulisannya tidak begitu membedakan hal yang khayal dan hal yang nyata dimana raja dianggap mempunyai kekuatan gaib karena merupakan titisan dewa, serta bersifat religio magis, feodalistis-aristokratis, serta religio sentris.Jawaban:Historiografi tradisional adalah penulisan sejarah yang eksis pada zaman kerajaan Hindu-Buddha hingga kerajaan Islam di Nusantara. Umumnya historiografi tradisional diciptakan oleh pujangga-pujangga di kalangan kerajaan sebagai legitimasi dari raja atau penguasa yang sedah bertahta.Pembahasan:Kelebihan histografi tradisionaladalah penulisan sejarah tradisional bertujuan untuk menghormati kedudukan raja supaya raja tetap dihormati, tetap dipatuhi, tetap dijunjung tinggi yang bersifat regio-sentris atau bersifat kedaerahan, bersifat religio magis yang berarti dihubungkan dengan kepercayaan dan hal-hal yang gaib, bersifat religio magis yang berarti dihubungkan dengan kepercayaan dan hal-hal yang gaib, serta bersifat religio sentris yang berarti segala sesuatu dipusatkan pada raja atau keluarga raja (keluarga istana).Kekurangan histografi tradisional dapatdilihat pada cara penulisannya tidak begitu membedakan hal yang khayal dan hal yang nyata dimana raja dianggap mempunyai kekuatan gaib karena merupakan titisan dewa, serta bersifat religio magis, feodalistis-aristokratis, serta religio sentris.Jawaban:Historiografi tradisional adalah penulisan sejarah yang eksis pada zaman kerajaan Hindu-Buddha hingga kerajaan Islam di Nusantara. Umumnya historiografi tradisional diciptakan oleh pujangga-pujangga di kalangan kerajaan sebagai legitimasi dari raja atau penguasa yang sedah bertahta.Pembahasan:Kelebihan histografi tradisionaladalah penulisan sejarah tradisional bertujuan untuk menghormati kedudukan raja supaya raja tetap dihormati, tetap dipatuhi, tetap dijunjung tinggi yang bersifat regio-sentris atau bersifat kedaerahan, bersifat religio magis yang berarti dihubungkan dengan kepercayaan dan hal-hal yang gaib, bersifat religio magis yang berarti dihubungkan dengan kepercayaan dan hal-hal yang gaib, serta bersifat religio sentris yang berarti segala sesuatu dipusatkan pada raja atau keluarga raja (keluarga istana).Kekurangan histografi tradisional dapatdilihat pada cara penulisannya tidak begitu membedakan hal yang khayal dan hal yang nyata dimana raja dianggap mempunyai kekuatan gaib karena merupakan titisan dewa, serta bersifat religio magis, feodalistis-aristokratis, serta religio sentris.Jawaban:Historiografi tradisional adalah penulisan sejarah yang eksis pada zaman kerajaan Hindu-Buddha hingga kerajaan Islam di Nusantara. Umumnya historiografi tradisional diciptakan oleh pujangga-pujangga di kalangan kerajaan sebagai legitimasi dari raja atau penguasa yang sedah bertahta.Pembahasan:Kelebihan histografi tradisionaladalah penulisan sejarah tradisional bertujuan untuk menghormati kedudukan raja supaya raja tetap dihormati, tetap dipatuhi, tetap dijunjung tinggi yang bersifat regio-sentris atau bersifat kedaerahan, bersifat religio magis yang berarti dihubungkan dengan kepercayaan dan hal-hal yang gaib, bersifat religio magis yang berarti dihubungkan dengan kepercayaan dan hal-hal yang gaib, serta bersifat religio sentris yang berarti segala sesuatu dipusatkan pada raja atau keluarga raja (keluarga istana).Kekurangan histografi tradisional dapatdilihat pada cara penulisannya tidak begitu membedakan hal yang khayal dan hal yang nyata dimana raja dianggap mempunyai kekuatan gaib karena merupakan titisan dewa, serta bersifat religio magis, feodalistis-aristokratis, serta religio sentris.

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh LestariQween dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Sat, 09 Jul 22