Nenek Asyani didakwa sebagai tersangka atas hilangnya 7 batang kayu

Berikut ini adalah pertanyaan dari iffh20 pada mata pelajaran IPS untuk jenjang Sekolah Menengah Atas

Nenek Asyani didakwa sebagai tersangka atas hilangnya 7 batang kayu jati di Situbondo, Jawa Timur. Beliau terjerat hukum atas kasus pencurian tersebut dan terjerat pasal 12 huruf c dan d jo pasal 83 ayat (1) huruf a Undang-Undang No.18 tahun 2003 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Kasus ini mampu menjadi perhatian masyarakat luas lantaran dalam proses dan penegakan hukum, dinilai terlalu berlebihan. Hukum yang seharusnya mampu melahirkan keadilan, dalam kasus ini justru melahirkan ketidakadilan yang merugikan pihak kecil. Meskipun dalam kenyataannya Nenek Asyani sudah meminta maaf dan bahkan hingga menyembah penegak keadilan, hukum yang diterimanya begitu berat. Nenek Asyanti akhirnya dikenai hukuman 1 tahun penjara, dengan ganti rugi sebesar Rp500.000.000 untuk 7 batang kayu jati, yang bahkan dia tidak merasa mencuri. Dengan melihat latar belakang dan bagaimana kondisi fisik, sosial dan ekonominya, seharusnya hal itu mampu menjadi pertimbangan lebih agar permasalahan itu mampu diselesaikan secara adil.Pertanyaan:

Kasus yang dialami oleh nenek Asyani beberapa tahun yang lalu merupakan catatan penting yang harus dibenahi dalam sistem hukum Indonesia. Sehubungan dengan kasus tersebut, bagaimanakah hakikat hukum yang seharusnya? Jelaskan analisis anda! ​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Kasus yang dialami oleh Nenek Asyani beberapa tahun yang lalu termasuk contoh kasus yang menarik perhatian masyarakat karena berhubungan dengan pengakuan hak asasi manusia dan keadilan sosial. Dalam kasus tersebut, Nenek Asyani tidak mendapat keadilan dalam pemulihan tanah yang dirampas dari dirinya secara paksa.

Analisis hukum yang seharusnya adalah bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan keadilan dan perawatan yang adil tanpa diskriminasi. Dalam kasus yang dialami Nenek Asyani, patut diingat bahwa hak atas kepemilikan tanah dan perlindungan hukum sangat penting dalam memastikan hak asasi manusia terpenuhi.

Kasus Nenek Asyani seharusnya menjadi contoh untuk meningkatkan sistem hukum Indonesia mengenai pengakuan hak atas tanah dan perlindungan hukum. Hal ini harus menjadi perhatian bagi otoritas yang bertanggung jawab untuk memastikan keadilan dan perawatan yang adil terhadap setiap warga negara.

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh HaruKitako7 dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Sun, 06 Aug 23