ciri ciri orang donggo di bagian perdalaman pegunungan sumbaya timur​

Berikut ini adalah pertanyaan dari rasmiamia2 pada mata pelajaran IPS untuk jenjang Sekolah Menengah Atas

Ciri ciri orang donggo di bagian perdalaman pegunungan sumbaya timur​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Penjelasan:

Laki-laki tua dan dewasa pada masyarakat dewasa Donggo Ipa mengenakan sambolo (ikat kepala) yang terbuat dari kain kapas bercorak kotak-kotak tanpa disngket dengan baju berkerah warna hitam atau biru tua, tetapi terdapat juga orang yang memakai baju putih berlengan pendek. Salongo (ikat pinggang) terbuat dari kain kapas yang ditenun sendiri. Umumnya salongo terbuat dari benang kapas yang dipintal sendiri kemudian dicelupkan pada ramuan tumbuhan perdu dari kain pohon tarum. Pisau kecil atau pisau mone digunakan sebagai perlengkapan yang berfungsi untuk meraut daun lontar.

Perempuan tua dan dewasa menggunakan kababu (baju hitam khas Donggo) yang terbuat dari benang katun dengan warna hitam yang dibuat menyerupai baju poro (baju pendek) dengan bentuk yang sederhana. Lalu, bawahan menggunakan deko (celana panjang) dibawah lutut atau lebih yang berwarna hitam. Sarung menggunakan tambe me'e kala (kain hitam atau biru tua yang cukup panjang tanpa dijahit). Sarung dipakai dengan dililitkan secara lepas di luar deko dan ujungnya diselempangkan atau diikat satu kali. Perhiasan yang biasanya dipakai adalah kalung dari manik-manik giwang, seperti karabu, jima (gelang) gilo, jima bula, dan jima edi.

Laki-laki remaja mengenakan baju mbolo wo'o (baju leher bundar) yang umumnya seperti kaos. Baju tersebut terbuat dari benang kapas berwarna hitam dan bergaris-garis putih. Salongo yang digunakan berwarna merah atau kuning yang mempunyai fungsi sebagai tempat untuk merapatkan pisau mone (pisau laki-laki). Kemudian aksesoris yang digunakan adalah pisau mone berhulu panjang berbentuk agak menjorok.

Perempuan remaja memakai pakaian yang disebut dengan kani dou sampela. Mereka memakai kababu (baju hitam khas Donggo) yang terbuat dari benang katun dan dibentuk menjadi baju berlengan pendek. Lalu, celana yang dikenakan adalah deko dengan bentuk segitiga yang panjangnya sampai dengan lutut. Sarungnya adalah tembe Donggo berwarna hitam dengan kotak-kotak putih dipakai dengan mengikatkan dibagian perut. Perhiasan yang dipakai adalah kalung dari manik-maik merah yang dililitkan dan dibiarkan berkali-kali terjuntai dari leher ke dada.

Untuk pakaian bepergian, laki-laki menggunakan sambolo (ikat kepala) sari katun berwarna hitam atau biru tua. Tembe me'e Donggo berwarna hitam dengan garis-garis kecil dan salampe dari kain yang digunakan sebagai ikat pinggang. Alas kaki yang dipakai adalah sapoda, yang merupakan hasil buatan sendiri dari kulit binatang. Perempuan dewasa menggunakan perhiasan kalung manik-manik berwarna merah untuk bepergian dan memakai alas kaki. Untuk pakaian sehari-hari, laki-laki Donggo menggunakan sambolo seperti masyarakat Bima pada umumnya, kababu berwarna hitam atau biru tua, tembe me'e Donggo yang berwarna senada dengan kababu, lalu menggunakan salongo, dan tanpa alas kaki.

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh KimochiGirl02 dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Sun, 01 Jan 23