Bagaimanakah cara mendistribusikan beras di masa pansemi ini? Jelaskan.​

Berikut ini adalah pertanyaan dari lelylondar0 pada mata pelajaran IPS untuk jenjang Sekolah Menengah Atas

Bagaimanakah cara mendistribusikan beras di masa pansemi ini? Jelaskan.​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Perkembangan Distribusi Komoditas Beras di Indonesia

Distribusi merupakan kegiatan pemasaran untuk memperlancar atau mempermudah penyampaian barang dari produsen ke konsumen yang bertujuan menggunakan produk yang akan sesuai yang diperlukan. Dalam aktivitas distribusi, harus terjadi keserasian antara jenis, jumlah, harga, tempat, dan saat yang dibutuhkan.

Beras mempunyai pola dan perkembangan distribusi yang memberikan nilai tambah bagi pelaku usahanya. Saat ini perkembangan dan pola distribusi beras masih bermasalah dilihat dari adanya disparitas harga yang tinggi antara harga di tingkat produsen dan harga di tingkat konsumen. Apalagi untuk harga di tingkat konsumen di wilayah yang jaraknya lebih jauh dengan sentra produksi.

Sumatera dan Jawa

Distribusi beras di Pulau hampir sebagian merupakan hasil produksi beras di wilayah itu sendiri, sehingga proses jual-beli beras bisa dalam provinsi atau antar provinsi di dalam wilayah Pulau Sumatera. Berbeda dengan pendistribusian beras di Pulau Jawa yang sebagian besar pendistribusiannya berasal dari Pasar Induk Beras Cipinang DKI Jakarta. Padahal, Pulau Jawa merupakan sentra produksi yang berperan sebagai sentra perdagangan beras terbesar di Indonesia. Di Provinsi Banten, beras banyak dipasok dari Lampung dan daerah sekitar Pulau Jawa.

Selanjutnya, beras tersebut diatur untuk wilayah Banten sendiri. Di DKI Jakarta, beras dipasok dari Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Selain itu, DKI Jakarta masih memasok beras impor dari Vietnam atau beras premium dari Amerika Serikat. Untuk provinsi Jawa Barat pasokan beras berasal dari hasil produksi di dalam wilayah Provinsi itu sendiri dan sebagian kecil berasal dari provinsi sekitarnya yang berada di Pulau Jawa. Sedangkan distribusi perdagangan beras di Provinsi Jawa Tengah lebih banyak menerima pasokan dari provinsi sekitar Pulau Jawa dan pasokan beras impor dari India. Beras kemudian berunding dengan jalur distribusi di sekitar Pulau Jawa, Maluku, dan Kalimantan Selatan.

Untuk Provinsi DI Yogyakarta dan Jawa Timur, beras yang dipasok sebagian besar berasal dari daerah sendiri atau dari Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan untuk Provinsi, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, pasokan beras dari jalur distribusi beras Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagian kecil berasal dari daerah itu sendiri.

Kalimantan, Sulawesi, Maluku & Papua

Di Pulau Kalimantan yang cukup luas wilayahnya justru memiliki pasokan beras sendiri yang relatif sedikit. Sebagian besar pasokan beras berasal dari Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan yang kemudian diperjualbelikan di dalam provinsi atau antar provinsi yang di Pulau Kalimantan.

Tidak berbeda dengan Pulau Kalimantan, pasokan beras di Pulau Sulawesi relatif sedikit sehingga cenderung membeli dari Jawa Barat dan Jawa Timur kemudian ke setiap Provinsi di pulau Sulawesi.

Untuk wilayah di Kepulauan Maluku dan Papua, pasokan beras terbesar berasal dari Provinsi Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Sulawesi Selatan yang kemudian diatur di wilayah masing-masing.

Baca juga: Manfaat DMS Pada Manajemen Sistem Distribusi Di Era Teknologi 4.0

Pola Jalur Distribusi Perdagangan Beras

Dari perkembangan distribusi komoditas beras di Indonesia, bisa diketahui bahwa distribusi beras dari produsen sampai konsumen akhir melibatkan beberapa pelaku usaha perdagangan. Beberapa di antaranya adalah importir, pedagang pengepul, distributor, sub distributor, agen, pedagang grosir, supermarket / swalayan, dan pedagang eceran.

Dari beberapa pelaku dagang tersebut, beras beras gabungan ke konsumen akhir yang dibangun dari pengolahan, rumah tangga, pemerintah, dan lembaga nirlaba. Selain itu, beras juga terkait untuk kegiatan usaha lain seperti hotel, restoran, rumah sakit, dan lain-lain. Tapi, tidak jarang didapati ada produsen yang menjual beras langsung ke konsumen akhir, tanpa pedagang atau pedagang eceran.

Berdasarkan data Center for Indonesian Policy Studies, produsen beras di Indonesia sebagian besar menjual hasil produksinya ke pedagang grosir (37%), ke pedagang eceran (20%), ke pedagang pengepul (11%) persen, ke agen (10%), dan dijual ke pedagang besar lain dan dijual langsung ke konsumen akhir.

Dari pedagang grosir, sebagian besar beras dijual ke pedagang eceran, dijual ke pedagang grosir sebesar, atau dijual langsung ke konsumen akhir. Target pasar dari pedagang grosir yaitu pengolahan, pemerintah, lembaga nirlaba, dan beberapa kegiatan usaha lain. Selanjutnya, berdasarkan peraturan yang berlaku, sebagian besar berasnya untuk konsumsi rumah tangga.

Penjelasan:

semoga bermanfaat

jadikan jawaban tercerdas ya

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh zahranabilaa470 dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Sun, 11 Jul 21