Mengapa ilmuan memiliki pemikiran bahwa planet-planet itu merupakan bagian dari

Berikut ini adalah pertanyaan dari luluizzati pada mata pelajaran Geografi untuk jenjang Sekolah Menengah Atas

Mengapa ilmuan memiliki pemikiran bahwa planet-planet itu merupakan bagian dari matahari ?

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Penjelasan:

nama Immanuel Kant. Selain sangat dikenal sebagai filsuf, Kant juga fokus mempelajari berbagai ilmu. Mulai dari geologi, astronomi sampai fisika. Nah, pada karyanya di tahun 1755 yang berjudul “The Universal Natural History and Theories of the Heavens” (Ya, di tahun segitu dia udah mikirin konsep tentang surga. Kita? Sekarang aja masih bingung mikir kalau pas jam istirahat ditanya temen “Beli makan apa nih?”).

Di dalam tulisannya, dia mencetuskan teori yang menjelaskan asal muasal tata surya. Dia berpendapat bahwa pada awalnya, kabut dan gas yang ada di angkasa berputar lambat dan membentuk cakram datar dengan beberapa inti massa. Nah, inti massa yang berada di tengah memiliki suhu tinggi dan berpijar lalu membentuk matahari, sementara bagian inti massa di pinggirnya mengalami pendinginan dan perlahan-lahan berubah menjadi planet yang mengorbit pada matahari.

Tentu, pada zaman itu, tidak hanya Kant yang berpikir tentang “Gimana sih proses munculnya tata surya?” Salah satunya adalah Pierre Simon De Laplace, seorang astronom asal Perancis. Dia, dalam bukunya yang berjudul Exposition of a World System (1796) memberikan pernyataannya soal proses terbentuknya tata surya.

Berbeda dengan Kant yang berpikir kalau tata surya berasal dari kabut yang berputar lambat, Laplace berpendapat bahwa tata surya kita berasal dari kabut gas yang berputar cepat dan mempunyai suhu sangat tinggi.

Kecepatan putaran kabut gas ini akhirnya melemparkan berbagai materi bola gas ke sekelilingnya. Lama kelamaan, bola-bola padat ini berubah menjadi planet-planet dan sumber utama bola panas itu menjadi pusat peredaran planet yang kita kenal dengan matahari.

Masih ingat kan dengan teori Nebula tadi?

Nah, teori ini kurang lebih seperti itu. Pada mulanya teori Awan Debu (The Dust-Cloud Theory) dicetuskan oleh Carl Friedrich von Weizsӓcker dan “disempurnakan” lagi oleh Gerard Peter Kuiper. Pada dasarnya, mereka mengatakan kalau tata surya terbentuk dari gas dan debu yang berkumpul, berputar menyerupai cakram, lalu berubah bentuk menjadi planet dan matahari. Mirip kan?

Namun, hal yang membedakannya dengan teori Nebula adalah prosesnya.

Pada teori Awan Debu, proses yang terjadi adalah pemampatan. Bayangkan gumpalan awan di langit kita deh. Lalu, bayangkan mereka terbang di angkasa. Salah satu gumpalan awan itu mengalami pemampatan. Pada proses pemampatan ini, partikel debu tertarik ke bagian pusat awan, membentuk bola, dan lama kelamaan menjadi cakram. Nah, partikel yang berada di tengah cakram saling menekan, lalu menimbulkan panas dan jadi pijar.

Bagian tengah ini, kemudian menjadi matahari.

Sementara bagian luarnya berputar dengan sangat cepat, lalu, sampai pada titik di mana mereka “bermentalan” dan terpecah menjadi gumpalan yang lebih kecil. Bagian ini lah yang pada akhirnya menjadi planet.

Masih ingat kan dengan teori Nebula tadi?

Nah, teori ini kurang lebih seperti itu. Pada mulanya teori Awan Debu (The Dust-Cloud Theory) dicetuskan oleh Carl Friedrich von Weizsӓcker dan “disempurnakan” lagi oleh Gerard Peter Kuiper. Pada dasarnya, mereka mengatakan kalau tata surya terbentuk dari gas dan debu yang berkumpul, berputar menyerupai cakram, lalu berubah bentuk menjadi planet dan matahari. Mirip kan?

Namun, hal yang membedakannya dengan teori Nebula adalah prosesnya.

Pada teori Awan Debu, proses yang terjadi adalah pemampatan. Bayangkan gumpalan awan di langit kita deh. Lalu, bayangkan mereka terbang di angkasa. Salah satu gumpalan awan itu mengalami pemampatan. Pada proses pemampatan ini, partikel debu tertarik ke bagian pusat awan, membentuk bola, dan lama kelamaan menjadi cakram. Nah, partikel yang berada di tengah cakram saling menekan, lalu menimbulkan panas dan jadi pijar.

Bagian tengah ini, kemudian menjadi matahari.

Sementara bagian luarnya berputar dengan sangat cepat, lalu, sampai pada titik di mana mereka “bermentalan” dan terpecah menjadi gumpalan yang lebih kecil. Bagian ini lah yang pada akhirnya menjadi planet.

Teori ini dikemukakan oleh Forest R Moulton dan Thomas C Chamberlin pada tahun 1905. Lain halnya dengan teori nebula, pada teori ini, Moulton dan Chamberlin berpendapat bahwa pada mulanya, matahari udah ada.

Ya, pokoknya mereka beranggapan kalau matahari udah ada aja gitu di angkasa.

Lalu, pada suatu waktu, ada sebuah bintang yang ukurannya sebesar matahari dan, mengorbit dekaaat dengan matahari. Berhubung si bintang gede ini punya gravitasi, akibatnya ada partikel matahari yang “terseret” keluar.

Partikel-partikel yang tidak terseret jauh berhasil kembali masuk dan bergabung dengan matahari. Tetapi, partikel yang terseret jauh hanya mengambang di angkasa.

Partikel-partikel kecil yang mengambang ini lama-kelamaan mengumpul, menyatu, dan, mengeras sehingga menjadi berbagai planet.

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh pangataja2018 dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Thu, 15 Jul 21