Diketahui suatu rangkaian saklar elektronik dengan beban LED (Tegangan LED

Berikut ini adalah pertanyaan dari tolibkhoiri8 pada mata pelajaran Fisika untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

Diketahui suatu rangkaian saklar elektronik dengan beban LED (Tegangan LED = 1,5 Volt, ILED= 10 mA), Transistor menggunakan BD 139 (Type NPN, VCE = 2 Volt, hFE = 100). Jika tegangan VCC sebesar 9 Volt dan tegangan input sebesar 5 volt: a). Gambarkan rangkaian tersebut ! b). Hitunglah Resistor yang diperlukan pada rangkaian tersebut agar rangkaian dapat berfungsi dengan baik.

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Mode Pengoperasian Transistor

Bergantung pada kondisi bias seperti maju (Forward) atau mundur (Reverse), transistor memiliki tiga mode operasi utama yaitu mode aktif, cut-off dan saturasi. Sebelum kita masuk ke pembahasan lebih lanjut mengenai fungsi Transistor sebagai Sakelar ini, sebaiknya kita memahami tentang 3 mode operasi Transistor ini.

1. Mode Aktif

Dalam mode ini transistor umumnya digunakan sebagai penguat arus. Dalam mode aktif, dua persimpangan berbeda bias yang berarti persimpangan basis emitor maju bias sedangkan persimpangan kolektor-basis bias terbalik. Dalam mode ini, arus mengalir antara emitor dan kolektor dan jumlah aliran arus sebanding dengan arus basis.

2. Mode Cut-off

Dalam mode ini, baik persimpangan basis kolektor dan persimpangan basis emitor dibiaskan terbalik. Ini pada gilirannya tidak memungkinkan arus mengalir dari kolektor ke emitor ketika tegangan basis-emitor rendah. Dalam mode ini, perangkat sepenuhnya dimatikan (OFF) karena arus yang mengalir melalui perangkat adalah nol.

3. Mode Saturasi

Dalam mode operasi ini, baik basis emitor dan persimpangan basis kolektor maju bias. Arus mengalir bebas dari kolektor ke emitor ketika tegangan basis-emitor tinggi. Dalam mode ini, perangkat sepenuhnya AKTIF atau ON.

Transistor sebagai Sakelar (Switch)

Fungsi Transistor sebagai sakelar ini sering digunakan di berbagai perangkat elektronik karena memiliki keandalan yang signifikan dengan biaya yang lebih rendah apabila dibanding dengan relay konvensional. Aplikasi switching jenis ini biasanya digunakan untuk mengendalikan motor, beban lampu, solenoid dan lain-lainnya. Perlu diketahui juga, kedua jenis Transistor Bipolar yaitu Transistor NPN dan PNP dapat digunakan sebagai sakelar. Sedangkan untuk menggerakan perangkat yang berdaya tinggi, kita dapat menggunakan Transistor daya tinggi untuk menggerakannya. Pada artikel ini, kita akan menggunakan Transistor NPN sebagai contohnya.

Transistor NPN sebagai Sakelar

Sebuah Transistor dapat beroperasi sebagai Sakelar apabila terdapat tegangan pada terminal Basis. Ketika tegangan yang cukup (Vin > 0,7 V) diberikan diantara terminal basis dan emitor dengan tegangan kolektor ke emitor kira-kira sama dengan 0V. Oleh karena itu, Transistor bertindak sebagai penghubung (sirkuit tertutup atau hubungan pendek). Arus kolektor Vcc / Rc akan mengalir melalui Transistor.

Demikian pula, ketika tidak ada tegangan atau tegangan nol diterapkan pada input, Transistor beroperasi di daerah cut-off dan bertindak sebagai sirkuit terbuka. Dalam jenis koneksi switching, beban (dalam contoh ini adalah lampu LED) terhubung ke output switching dengan titik referensi. Jadi, ketika transistor dinyalakan, arus akan mengalir dari sumber (source) ke tanah (ground) melalui beban seperti pada gambar dibawah ini.Transistor sebagai sakelar

Contoh Rangkaian dan Perhitungan Transistor NPN sebagai Sakelar

Seperti contoh pada rangkaian di bawah ini, Resistansi pada RB = 50 kΩ dan Resistansi pada terminal Kolektor RC = 0,7 kΩ, sedangkan tegangan Vcc adalah 5V dengan nilai beta 125. Pada input Basis, sinyal yang bervariasi antara 0 dan 5V diberikan sehingga kita akan melihat output pada kolektor dengan memvariasikan Vi di dua kondisi yaitu pada saat kondisi 0V dan kondisi 5V seperti yang ditunjukkan pada gambar.Transistor sebagai Switch

Arus Kolektor

Ic = Vcc/Rc ketika VCE = 0

Ic = 5V/0.7 kΩ

Ic = 7.1 mA

Arus Basis

Ib = Ic / β

Ib = 7.1 mA/125

Ib = 56.8 µA

Dari perhitungan di atas, nilai maksimum atau nilai puncak (peak value) arus kolektor dalam rangkaian adalah 7.1mA ketika Vce sama dengan nol. Dan arus Basis yang sesuai dengan arus kolektor adalah 56.8μA. Jadi, jelas bahwa ketika arus basis meningkat melebihi 56,8µA maka transistor akan masuk ke mode saturasi.

Ketika tegangan 0V diterapkan pada input (atau tidak diberikan tegangan). Maka akan menyebabkan arus Basis menjadi nol (0V) dan karena Emitor di-ground-kan, persimpangan Basis-Emitor tidak bias maju. Oleh karena itu, transistor dalam kondisi OFF dan tegangan keluaran kolektor sama dengan 5V.

Ketika

Vi = 0V, Ib = 0 and Ic =0,

Vc = Vcc – (IcRc)

Vc = 5V – 0

Vc = 5V

Namun apabila tegangan input yang diberikan ke terminal Basis adalah 5 volt, maka arus Basis dapat ditentukan dengan menerapkan hukum tegangan Kirchhoff.

Ketika

Vi = 5V

Ib = (Vi – Vbe) / Rb

Untuk Transistor Silicon Vbe = 0.7 V

Maka

Ib = (5V – 0.7V) / 50K ohm

Ib = 86 µA, lebih besar daripada 56.8 µA

Karena arus basis lebih besar dari 56,8 µA, Transistor akan didorong ke saturasi yang ON sepenuhnya ketika 5V diberikan pada input. Dengan demikian Output di Kolektor menjadi sekitar Nol.

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh deborahlofa83 dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Mon, 05 Jun 23