Sebutkan ciri ciri tumbuh jamur di lihat dari ukuran dan

Berikut ini adalah pertanyaan dari faturrahman431 pada mata pelajaran Biologi untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

Sebutkan ciri ciri tumbuh jamur di lihat dari ukuran dan lamuk

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Ciri-ciri jamur antara lain ukuran kecil mikroskopik (unisleuler) dan besar dapat dilihat dengan mata (multiseluler). Bentuk jamur seperti bulat, seperti mangkuk, seperti kuping, dan payung. Warna jamur ada yang putih, kecoklatan, dan kehitaman. Struktur tubuh terdiri atas hifa atau benang-benang halus dan belum dapat dibedakan akar, batang, dan daun.

Penjelasan:

Jamur tidak memiliki klorofil sehingga jamur tidak masuk ke dalam kelompok tumbuhan. Karena tidak bisa membuat makanannya sendiri, jamur harus hidup dengan menumpang dari inangnya (simbiosis). Ada beberapa jenis jamur yang bersimbiosis dengan cara saprofit, parasit, dan ada pula yang bersimbiosis membentuk lichenes (lumut kerak).

Jamur bersifat saprofit yang berarti “sapro” (busuk) serta “phyte” yang artinya adalah tanaman. Maka saprofit memiliki arti yaitu tanaman yang memanfaatkan bahan organik dari makhluk hidup yang telah mati sebagai sumber nutrisi maupun sumber energi.

Ciri tanaman saprofit umumnya tidak memiliki kemampuan untuk berasimilasi, saprofit juga tidak memiliki klorofil, sehingga untuk mendapatkan zat-zat organik maka organisme yang saprofit membutuhkan sisa dari makhluk hidup lain yang telah mati. Contoh saprofit adalah jamur. Jamur dikatakan saprofit dikarenakan memiliki sifat menempel pada sisa-sisa batang pohon untuk mendapatkan nutrisi agar tetap hidup. Jamur saprofit banyak ditemukan tumbuh di sisa-sisa kayu yang telah lapuk

.Fungi atau jamur memiliki karakteristik sebagai berikut:

Dimaknai sebagai cendawan (organisme pendek, berwarna-warni, tumbuh di atas tanah seperti tumbuhan)

Eukariotik, non motile

Uniseluler atau multiseluler

Tidak berklorofil, namun mempunyai pigmen

Bersifat parasit atau saprofit dan heterotrof

Dinding sel dari zat kitin

Tubuh terdiri dari benang-benang halus disebut hifa

Hifa yang bercabang membentuk anyaman disebut miselium

Tubuh belum dapat dibedakan atas akar, batang dan daun (thalus)

Makanannya berupa materi organik dari lingkungannya sendiri

Pencernaan dilakukan secara ekstrasel

Jamur berkembang biak dengan membentuk spora, membelah diri, dan fragmentasi.

Klasifikasi jamur dibagi menjadi beberapa kelompok antara lain:

1. Zygomycota

Merupakan jamur yang bentuk sporanya berdinding tebal.

Adapun ciri-ciri dari klasifikasi jamur ini adalah hifa tidak bersekat dan mempunyai beberapa inti (senositik), reproduksi seksual dengan zygospora dan aseksual dengan spora, terdapat rhizoid (akar semu).

Contohnya adalah Rhizopus stolonifer (tumbuh di roti), Rhizophus oryzae (jamur tempe), Mucor mucedo (tumbuh di kotoran ternak).

Bagian-bagian dari jamur Rhizopus sp. sebagai berikut:

Sporangium: berbentuk bulat yang disebut kantong spora. Fungsi sporangium untuk menghasilkan spora. Apabila spora masak, sporangium pecah sehingga spora tersebar terbawa angin dan tumbuh menjadi individu baru.

Sporangiofor: merupakan hifa menjulang keatas, ujungnya mengembung bulat berwarna cokelat kehitaman. Fungsi sporangiofor yaitu sebagai pembawa sporangium.

Stolon: hifa yang menjalar diantara dua kumpulan sporangiofor.

Rizoid: menyerupai akar yang mempunyai fungsi menyerap makanan dan air dari substrat.

2. Ascomycota

Kelompok fungi yang memiliki hifa bersekat, dan di tiap sel hifanya berinti satu. Salah satu keunikan dari kelompok ini bahwa terdapat alat pembentuk spora yang disebut askus.

Kelompok ini dapat berkembang biak baik secara seksual dengan membentuk askospora maupun aseksual dengan membentuk konidia dan tunas.

Contohnya adalah Saccharomyces cerevisiae (ragi), Penicillium sp., dan Aspergillus sp.

3. Basidiomycota

Jamur yang hidupnya sebagai saprofit (menempel pada inang yang berupa makhluk hidup yang sudah mati) dan sebagai parasit.

Pada umumnya, kelompok ini berkembang biak secara seksual dengan membentuk basidiospora dan aseksual dengan membentuk konidia.

Contohnya adalah Volvariella volvacea (jamur merang).

4. Deuteromycota

Merupakan kelompok jamur yang berkembang biak secara aseksual. Deuteromycota belum diketahui cara reproduksi generatifnya. Hifanya bersekat, dan hidup menempel pada sisa-sisa makhluk hidup. Tetapi, ada jenis tertentu dari kelompok ini yang bersifat parasit pada manusia.

Contohnya adalah Candida albicans (jamur yang menyebabkan penyakit infeksi pada vagina), Epidermophyton sp. (penyebab penyakit kaki atlit)., Tinea versicolor (Panu)

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh kitonahero7 dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Tue, 17 May 22