Bakteri Clostridium botulinum mampu menghasilkan racun botulinum. Racun tersebut menyebabkan

Berikut ini adalah pertanyaan dari entahlahmaneakutau pada mata pelajaran Biologi untuk jenjang Sekolah Menengah Atas

Bakteri Clostridium botulinum mampu menghasilkan racun botulinum. Racun tersebut menyebabkan produksi asetilkolin terganggu. Oleh sebab itu, seseorang yang terpapar racun tersebut dapat mengalami gangguan otot. Benarkah pernyataan tersebut? Jelaskan alasan Anda!​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Bakteri Clostridium botulinummerupakan bakteri yang mampu menghasilkanracun botulinum.Racun tersebut menyebabkan produksiasetilkolin terganggu. Sehingga seseorang yang terpapar racun tersebut dapat mengalami gangguan otot.

Pembahasan

Botulisme adalah penyakit langka namun serius yang disebabkan oleh racun yang menyerang saraf tubuh.

Beberapa gejala botulisme yaitu kelemahan otot yang mengontrol mata, wajah, mulut, dan tenggorokan dan juga dapat menyebar ke leher, lengan, batang tubuh, dan kaki. Botulisme juga dapat melemahkan otot-otot yang terlibat dalam pernapasan, yang dapat menyebabkan kesulitan bernapas dan berujung kematian.

Clostridium botulinum adalah bakteri yang menghasilkan racun berbahaya (toksin botulinum) dalam kondisi rendah oksigen. Racun botulinum adalah salah satu zat paling mematikan yang diketahui. Racun botulinum memblokir fungsi saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan pernapasan dan otot. Beberapa penyebab botulisme yaitu mengkonsumsi makanan yang diproses secara tidak benar, makanan kalengan, diawetkan, atau fermentasi buatan sendiri adalah sumber umum botulisme

Gejala awal termasuk kelelahan, kelemahan dan vertigo, biasanya diikuti dengan penglihatan kabur, mulut kering dan kesulitan menelan dan berbicara. Muntah, diare, konstipasi, dan pembengkakan perut juga dapat terjadi. Penyakit ini dapat berkembang menjadi kelemahan di leher dan lengan, setelah itu otot-otot pernapasan dan otot-otot tubuh bagian bawah terpengaruh. Tidak ada demam dan tidak ada penurunan kesadaran.

Gejalanya tidak disebabkan oleh bakteri itu sendiri, tetapi oleh toksin yang dihasilkan oleh bakteri tersebut. Gejala biasanya muncul dalam 12 hingga 36 jam (dalam rentang minimal dan maksimal 4 jam hingga 8 hari) setelah terpapar.

C. botulinum adalah bakteri anaerob, artinya hanya dapat tumbuh tanpa adanya oksigen. Botulisme bawaan makanan terjadi ketika C. botulinum tumbuh dan menghasilkan racun dalam makanan sebelum dikonsumsi. C. botulinum menghasilkan spora dan tersebar luas di lingkungan termasuk tanah, sungai dan air laut.

Pelajari lebih lanjut

Detail Jawaban

Kelas: 10

Mapel: 4

Bab: 2

Kode: 10.4.2

#AyoBelajar #SPJ2

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh faizahmihani dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Fri, 23 Dec 22