Batu, Kerikil, dan Pasir Pada awal kelas filsafat di sebuah

Berikut ini adalah pertanyaan dari yawpft pada mata pelajaran Biologi untuk jenjang Sekolah Menengah Atas

Batu, Kerikil, dan Pasir Pada awal kelas filsafat di sebuah universitas, profesor berdiri dengan beberapa item yang terlihat berbahaya di mejanya. Yaitu sebuah toples mayonaisse kosong, beberapa batu, beberapa kerikil, dan pasir. Mahasiswa memandang benda-benda tersebut dengan penasaran. Mereka bertanya tanya, apa yang ingin profesor itu lakukan dan mencoba untuk menebak demonstrasi apa yang akan terjadi. Tanpa mengucapkan sepatah kata apapun, profesor mulai meletakkan batu-batu kecil ke dalam toples mayonaisse satu per satu. Para siswa pun bingung, namun profesor tidak memberikan penjelasan terlebih dahulu. Setelah batu-batu itu sampai ke leher tabung, profesor berbicara untuk pertama kalinya hari itu. Dia bertanya kepada siswa apakah mereka pikir toples itu sudah penuh. Para siswa sepakat bahwa toples tersebut sudah penuh. Profesor itu lalu mengambil kerikil di atas meja dan perlahan menuangkan kerikil tersebut ke dalam toples. Kerikil kecil tersebut menemukan celah di antara batu-batu besar. Profesor itu kemudian mengguncang ringan toples tersebut untuk memungkinkan kerikil menetap pada celah yang terdapat di dalam stoples. Ia kemudian kembali bertanya kepada siswa apakah toples itu sudah penuh, dan mahasiswa kembali sepakat bahwa toples tersebut sudah penuh.Para siswa sekarang tahu apa yang akan profesor lakukan selanjutnya, tapi mereka masih tidak mengerti mengapa profesor melakukannya. Profesor itu mengambil pasir dan menuangkannya ke dalam toples mayones. Pasir, seperti yang diharapkan, mengisi setiap ruang yang tersisa dalam stoples. Profesor untuk terakhir kalinya bertanya pada murid-muridnya, apakah toples itu sudah penuh, dan jawabannya adalah sekali lagi : YA Profesor itu kemudian menjelaskan bahwa toples mayones adalah analogi untuk kehidupan. Dia menyamakan batu dengan hal yang paling penting dalam hidup, yaitu : Kesehatan, pasangan anda, anak-anak anda, dan semua hal yang membuat hidup yang lengkap. Dia kemudian membandingkan kerikil untuk hal-hal yang membuat hidup anda nyaman seperti pekerjaan anda, rumah anda, dan mobil anda. Akhirnya, ia menjelaskan pasir adalah hal-hal kecil yang tidak terlalu penting di dalam hidup anda. Profesor menjelaskan, menempatkan pasir terlebih dahulu di toples akan menyebabkan tidak ada ruang untuk batu atau kerikil. Demikian pula, mengacaukan hidup anda dengan hal-hal kecil akan menyebabkan anda tidak memiliki ruang untuk hal-hal besar yang benar-benar berharga. Hati Andasuccessbefore 30.co.soal nomor
1.apakah nilai-nilai pelajaran dalam kutipan teks tersebut disampaikan secara tersurat ataukah tersirat? jelaskan dengan argumen yang tepat!

2.apakah simpulan kutipan teks inspiratif tersebut?​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

1. Nilai-nilai pelajaran dalam kutipan teks tersebut disampaikan secara tersirat. Meskipun profesor tidak secara eksplisit menyatakan nilai-nilai tersebut, melalui analogi toples mayonaisse, dia menyiratkan pesan bahwa dalam hidup, hal-hal yang paling penting harus menjadi prioritas utama, diikuti oleh hal-hal yang membuat hidup kita nyaman, dan hal-hal kecil yang tidak terlalu penting harus menjadi prioritas terakhir.

2. Simpulan dari kutipan teks tersebut adalah bahwa kita harus menempatkan prioritas pada hal-hal yang paling penting dalam hidup kita, dan tidak menghabiskan terlalu banyak waktu dan energi untuk hal-hal kecil yang tidak terlalu penting. Dengan melakukan hal ini, kita akan memiliki lebih banyak waktu dan ruang untuk fokus pada hal-hal besar yang benar-benar berharga dalam hidup kita

3.

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh Kenanda77 dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Tue, 23 May 23