1.Bagaimana faktor biologis membentuk kepribadian diri seseorang beserta contohnya 2.

Berikut ini adalah pertanyaan dari Nananqnanq pada mata pelajaran Biologi untuk jenjang Sekolah Menengah Atas

1.Bagaimana faktor biologis membentuk kepribadian diri seseorang beserta contohnya2. Bagaimana faktor sosiopsikologi membentuk kepribadian diri seseorang dan berikan contoh

3. Bagaimana kedua faktor itu berpengaruh dalam kegiatan komunikasi

Bantuin dong kak mau dikumpulin

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

1. Faktor biologis, seperti genetika, hormon, dan struktur otak, dapat memengaruhi pembentukan kepribadian seseorang. Berikut adalah contoh faktor biologis dan dampaknya pada pembentukan kepribadian:

  • Genetika: Penelitian telah menunjukkan bahwa ada beberapa gen yang berkontribusi pada pembentukan kepribadian, seperti gen yang terkait dengan kecenderungan kecemasan atau kepribadian ekstrovert. Sebagai contoh, seseorang yang mewarisi gen kecenderungan kecemasan mungkin cenderung lebih mudah merasa takut dan khawatir dalam situasi tertentu, sementara seseorang yang mewarisi gen kecenderungan kepribadian ekstrovert mungkin lebih terbuka dan sosial.
  • Hormon: Hormon dapat memengaruhi kepribadian dengan mengatur perilaku dan emosi. Sebagai contoh, hormon stres kortisol dapat mempengaruhi respons seseorang terhadap stres dan kecemasan, sementara hormon oksitosin dapat mempromosikan interaksi sosial dan keterikatan.
  • Struktur Otak: Struktur otak dapat memengaruhi pembentukan kepribadian, seperti ukuran atau aktivitas di wilayah tertentu yang terkait dengan kecenderungan kepribadian tertentu. Sebagai contoh, penelitian menunjukkan bahwa orang dengan kecenderungan impulsif mungkin memiliki struktur otak yang berbeda dari orang yang cenderung lebih stabil.

2. Faktor sosiopsikologi meliputi pengaruh lingkungan sosial dan psikologis terhadap pembentukan kepribadian seseorang. Berikut ini adalah beberapa contoh faktor sosiopsikologi yang dapat membentuk kepribadian diri seseorang:

  • Keluarga: Keluarga merupakan lingkungan sosial yang paling awal dan kuat mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang. Nilai-nilai, keyakinan, dan cara pandang yang diajarkan oleh keluarga dapat membentuk pola pikir dan perilaku individu. Misalnya, jika keluarga mengajarkan nilai-nilai kejujuran dan bertanggung jawab, maka individu akan cenderung memiliki kepribadian yang jujur dan bertanggung jawab.
  • Teman sebaya: Teman sebaya juga mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang. Teman sebaya dapat memberikan pengaruh positif atau negatif pada individu, seperti membentuk kepercayaan diri atau mendorong perilaku yang tidak sehat. Contohnya, jika teman sebaya memiliki kebiasaan merokok atau minum alkohol, maka individu juga dapat terpengaruh untuk mengikuti kebiasaan tersebut.
  • Budaya: Budaya memiliki pengaruh yang kuat dalam membentuk kepribadian seseorang. Setiap budaya memiliki nilai-nilai dan norma-norma yang berbeda, yang dapat membentuk pola pikir dan perilaku individu. Misalnya, dalam budaya Indonesia, terdapat nilai-nilai kekeluargaan yang sangat kuat, sehingga individu cenderung memiliki kepribadian yang ramah dan menghargai hubungan sosial.
  • Media sosial: Pengaruh media sosial dalam membentuk kepribadian semakin meningkat seiring perkembangan teknologi. Media sosial dapat memberikan akses pada informasi dan pengalaman baru, tetapi juga dapat mempengaruhi cara individu berpikir dan berperilaku. Contohnya, penggunaan media sosial yang berlebihan dapat membuat individu lebih terbuka terhadap pengaruh lingkungan dan kurang dapat membentuk identitas diri yang kuat.
  • Pendidikan: Pendidikan juga mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang. Sekolah memberikan akses pada pengetahuan dan pengalaman baru, serta mengajarkan nilai-nilai yang dapat membentuk pola pikir dan perilaku individu. Misalnya, jika sekolah mengajarkan nilai-nilai kejujuran dan kerja keras, maka individu cenderung memiliki kepribadian yang jujur dan rajin.

3. Kedua faktor, biologis dan sosiopsikologi, dapat berpengaruh pada kegiatan komunikasi seseorang.

  • Faktor Biologis seperti jenis kelamin, usia, dan kesehatan dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam berkomunikasi. Sebagai contoh, laki-laki dan perempuan mungkin memiliki gaya komunikasi yang berbeda karena perbedaan hormonal dan perkembangan otak yang berbeda. Selain itu, kesehatan fisik juga dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berkomunikasi, seperti dalam kasus seseorang yang mengalami gangguan pendengaran atau bicara.
  • Faktor Sosiopsikologi seperti budaya, pengalaman hidup, dan status sosial juga dapat berpengaruh pada kegiatan komunikasi seseorang. Misalnya, budaya dapat memengaruhi cara seseorang berkomunikasi, seperti penggunaan bahasa atau tingkat kesopanan yang diperlukan dalam situasi tertentu. Pengalaman hidup, seperti trauma atau pengalaman emosional lainnya, juga dapat memengaruhi gaya komunikasi seseorang. Selain itu, status sosial juga dapat memengaruhi cara seseorang berkomunikasi, seperti penggunaan bahasa formal atau informal.

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh MEGamerz dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Wed, 19 Jul 23