Trisomi merupakan kelainan susunan kromosom karena kelebihan satu kromosom sejenis

Berikut ini adalah pertanyaan dari bejomana2 pada mata pelajaran Biologi untuk jenjang Sekolah Menengah Atas

Trisomi merupakan kelainan susunan kromosom karena kelebihan satu kromosom sejenis sehingga jumlah kromosom individunya adalah 2n+1. Pada penderita apa saja trisomi dijumpai dan berikan rumus kromosom untuk setiap penderita!​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

1. Sindrom Down

Sindrom down terjadi ketika seseorang memiliki kelebihan pada kromosom nomor 21 (autosom). Penderita kelainan ini mengalami gejala-gejala seperti, kemunduran mental, tubuh pendek, cacat jantung, kerentanan terhadap infeksi saluran pernapasan, reaksi lamban, kekurangan pigmen, serta memiliki umur yang relatif pendek. Rumus kromosom sindrom down adalah 45A+XX/XY+21.

2. Sindrom Klinefelter

Sindrom Klinefelter terjadi pada orang yang memiliki satu kromosom lebih pada kromosom X. Hal ini menyebabkan penderita memiliki gonosom XXY. Sindrom klinefelter hanya dapat menyerang laki-laki dan mengakibatkan kurangnya produksi testosteron. Penderita juga mengalami gejala lain, seperti tinggi di atas rata-rata, pinggul besar, ginekomastia, testis kecil, dan masih banyak lagi. Rumus kromosom sindrom klinefelter adalah 44A+XXY.

3. Sindrom Edward

Sindrom edward terjadi jika jumlah kromosom ke-18 lebih banyak satu dari kondisi normal. Gejala yang muncul akibat kelainan autosom ini adalah bibir sumbing, bentuk dada dan kaki abnormal, mikrosefalus, mikrognatia, pertumbuhan lambat, dan mash banyak lagi. Sindrom edward memiliki rumus kromosom 45A+XY/XX+18.

4. Sindrom Patau

Sindrom patau merupakan kelainan yang terjadi akibat jumlah kromosom ke-13 yang lebih satu. Sindrom patau ditandai dengan bibir sumbing, kelainan pada otak dan saraf, gangguan pada sistem kemih, otot lemah, dan masih banyak lagi. Sindrom patau memiliki rumus kromosom 45A+XY/XX+13.

5. Sindrom Jacob

Sindorm jacob merupakan kelainan yang hanya terjadi pada laki-laki. Kelainan ini terjadi pada gonosom dan menyebabkan bertambahnya kromosom Y, sehingga menjadi XYY. Gejala yang tampak pada penderita sindrom jacob adalah gangguan pada sistem motorik, perkembangan lambat, otot lemah, emosi kurang stabil, makrodonsia, dan masih banyak lagi. Rumus kromosom sindrom jacob adalah 44A+XYY.

1. Sindrom DownSindrom down terjadi ketika seseorang memiliki kelebihan pada kromosom nomor 21 (autosom). Penderita kelainan ini mengalami gejala-gejala seperti, kemunduran mental, tubuh pendek, cacat jantung, kerentanan terhadap infeksi saluran pernapasan, reaksi lamban, kekurangan pigmen, serta memiliki umur yang relatif pendek. Rumus kromosom sindrom down adalah 45A+XX/XY+21.2. Sindrom KlinefelterSindrom Klinefelter terjadi pada orang yang memiliki satu kromosom lebih pada kromosom X. Hal ini menyebabkan penderita memiliki gonosom XXY. Sindrom klinefelter hanya dapat menyerang laki-laki dan mengakibatkan kurangnya produksi testosteron. Penderita juga mengalami gejala lain, seperti tinggi di atas rata-rata, pinggul besar, ginekomastia, testis kecil, dan masih banyak lagi. Rumus kromosom sindrom klinefelter adalah 44A+XXY.3. Sindrom EdwardSindrom edward terjadi jika jumlah kromosom ke-18 lebih banyak satu dari kondisi normal. Gejala yang muncul akibat kelainan autosom ini adalah bibir sumbing, bentuk dada dan kaki abnormal, mikrosefalus, mikrognatia, pertumbuhan lambat, dan mash banyak lagi. Sindrom edward memiliki rumus kromosom 45A+XY/XX+18.4. Sindrom PatauSindrom patau merupakan kelainan yang terjadi akibat jumlah kromosom ke-13 yang lebih satu. Sindrom patau ditandai dengan bibir sumbing, kelainan pada otak dan saraf, gangguan pada sistem kemih, otot lemah, dan masih banyak lagi. Sindrom patau memiliki rumus kromosom 45A+XY/XX+13.5. Sindrom JacobSindorm jacob merupakan kelainan yang hanya terjadi pada laki-laki. Kelainan ini terjadi pada gonosom dan menyebabkan bertambahnya kromosom Y, sehingga menjadi XYY. Gejala yang tampak pada penderita sindrom jacob adalah gangguan pada sistem motorik, perkembangan lambat, otot lemah, emosi kurang stabil, makrodonsia, dan masih banyak lagi. Rumus kromosom sindrom jacob adalah 44A+XYY.1. Sindrom DownSindrom down terjadi ketika seseorang memiliki kelebihan pada kromosom nomor 21 (autosom). Penderita kelainan ini mengalami gejala-gejala seperti, kemunduran mental, tubuh pendek, cacat jantung, kerentanan terhadap infeksi saluran pernapasan, reaksi lamban, kekurangan pigmen, serta memiliki umur yang relatif pendek. Rumus kromosom sindrom down adalah 45A+XX/XY+21.2. Sindrom KlinefelterSindrom Klinefelter terjadi pada orang yang memiliki satu kromosom lebih pada kromosom X. Hal ini menyebabkan penderita memiliki gonosom XXY. Sindrom klinefelter hanya dapat menyerang laki-laki dan mengakibatkan kurangnya produksi testosteron. Penderita juga mengalami gejala lain, seperti tinggi di atas rata-rata, pinggul besar, ginekomastia, testis kecil, dan masih banyak lagi. Rumus kromosom sindrom klinefelter adalah 44A+XXY.3. Sindrom EdwardSindrom edward terjadi jika jumlah kromosom ke-18 lebih banyak satu dari kondisi normal. Gejala yang muncul akibat kelainan autosom ini adalah bibir sumbing, bentuk dada dan kaki abnormal, mikrosefalus, mikrognatia, pertumbuhan lambat, dan mash banyak lagi. Sindrom edward memiliki rumus kromosom 45A+XY/XX+18.4. Sindrom PatauSindrom patau merupakan kelainan yang terjadi akibat jumlah kromosom ke-13 yang lebih satu. Sindrom patau ditandai dengan bibir sumbing, kelainan pada otak dan saraf, gangguan pada sistem kemih, otot lemah, dan masih banyak lagi. Sindrom patau memiliki rumus kromosom 45A+XY/XX+13.5. Sindrom JacobSindorm jacob merupakan kelainan yang hanya terjadi pada laki-laki. Kelainan ini terjadi pada gonosom dan menyebabkan bertambahnya kromosom Y, sehingga menjadi XYY. Gejala yang tampak pada penderita sindrom jacob adalah gangguan pada sistem motorik, perkembangan lambat, otot lemah, emosi kurang stabil, makrodonsia, dan masih banyak lagi. Rumus kromosom sindrom jacob adalah 44A+XYY.1. Sindrom DownSindrom down terjadi ketika seseorang memiliki kelebihan pada kromosom nomor 21 (autosom). Penderita kelainan ini mengalami gejala-gejala seperti, kemunduran mental, tubuh pendek, cacat jantung, kerentanan terhadap infeksi saluran pernapasan, reaksi lamban, kekurangan pigmen, serta memiliki umur yang relatif pendek. Rumus kromosom sindrom down adalah 45A+XX/XY+21.2. Sindrom KlinefelterSindrom Klinefelter terjadi pada orang yang memiliki satu kromosom lebih pada kromosom X. Hal ini menyebabkan penderita memiliki gonosom XXY. Sindrom klinefelter hanya dapat menyerang laki-laki dan mengakibatkan kurangnya produksi testosteron. Penderita juga mengalami gejala lain, seperti tinggi di atas rata-rata, pinggul besar, ginekomastia, testis kecil, dan masih banyak lagi. Rumus kromosom sindrom klinefelter adalah 44A+XXY.3. Sindrom EdwardSindrom edward terjadi jika jumlah kromosom ke-18 lebih banyak satu dari kondisi normal. Gejala yang muncul akibat kelainan autosom ini adalah bibir sumbing, bentuk dada dan kaki abnormal, mikrosefalus, mikrognatia, pertumbuhan lambat, dan mash banyak lagi. Sindrom edward memiliki rumus kromosom 45A+XY/XX+18.4. Sindrom PatauSindrom patau merupakan kelainan yang terjadi akibat jumlah kromosom ke-13 yang lebih satu. Sindrom patau ditandai dengan bibir sumbing, kelainan pada otak dan saraf, gangguan pada sistem kemih, otot lemah, dan masih banyak lagi. Sindrom patau memiliki rumus kromosom 45A+XY/XX+13.5. Sindrom JacobSindorm jacob merupakan kelainan yang hanya terjadi pada laki-laki. Kelainan ini terjadi pada gonosom dan menyebabkan bertambahnya kromosom Y, sehingga menjadi XYY. Gejala yang tampak pada penderita sindrom jacob adalah gangguan pada sistem motorik, perkembangan lambat, otot lemah, emosi kurang stabil, makrodonsia, dan masih banyak lagi. Rumus kromosom sindrom jacob adalah 44A+XYY.1. Sindrom DownSindrom down terjadi ketika seseorang memiliki kelebihan pada kromosom nomor 21 (autosom). Penderita kelainan ini mengalami gejala-gejala seperti, kemunduran mental, tubuh pendek, cacat jantung, kerentanan terhadap infeksi saluran pernapasan, reaksi lamban, kekurangan pigmen, serta memiliki umur yang relatif pendek. Rumus kromosom sindrom down adalah 45A+XX/XY+21.2. Sindrom KlinefelterSindrom Klinefelter terjadi pada orang yang memiliki satu kromosom lebih pada kromosom X. Hal ini menyebabkan penderita memiliki gonosom XXY. Sindrom klinefelter hanya dapat menyerang laki-laki dan mengakibatkan kurangnya produksi testosteron. Penderita juga mengalami gejala lain, seperti tinggi di atas rata-rata, pinggul besar, ginekomastia, testis kecil, dan masih banyak lagi. Rumus kromosom sindrom klinefelter adalah 44A+XXY.3. Sindrom EdwardSindrom edward terjadi jika jumlah kromosom ke-18 lebih banyak satu dari kondisi normal. Gejala yang muncul akibat kelainan autosom ini adalah bibir sumbing, bentuk dada dan kaki abnormal, mikrosefalus, mikrognatia, pertumbuhan lambat, dan mash banyak lagi. Sindrom edward memiliki rumus kromosom 45A+XY/XX+18.4. Sindrom PatauSindrom patau merupakan kelainan yang terjadi akibat jumlah kromosom ke-13 yang lebih satu. Sindrom patau ditandai dengan bibir sumbing, kelainan pada otak dan saraf, gangguan pada sistem kemih, otot lemah, dan masih banyak lagi. Sindrom patau memiliki rumus kromosom 45A+XY/XX+13.5. Sindrom JacobSindorm jacob merupakan kelainan yang hanya terjadi pada laki-laki. Kelainan ini terjadi pada gonosom dan menyebabkan bertambahnya kromosom Y, sehingga menjadi XYY. Gejala yang tampak pada penderita sindrom jacob adalah gangguan pada sistem motorik, perkembangan lambat, otot lemah, emosi kurang stabil, makrodonsia, dan masih banyak lagi. Rumus kromosom sindrom jacob adalah 44A+XYY.1. Sindrom DownSindrom down terjadi ketika seseorang memiliki kelebihan pada kromosom nomor 21 (autosom). Penderita kelainan ini mengalami gejala-gejala seperti, kemunduran mental, tubuh pendek, cacat jantung, kerentanan terhadap infeksi saluran pernapasan, reaksi lamban, kekurangan pigmen, serta memiliki umur yang relatif pendek. Rumus kromosom sindrom down adalah 45A+XX/XY+21.2. Sindrom KlinefelterSindrom Klinefelter terjadi pada orang yang memiliki satu kromosom lebih pada kromosom X. Hal ini menyebabkan penderita memiliki gonosom XXY. Sindrom klinefelter hanya dapat menyerang laki-laki dan mengakibatkan kurangnya produksi testosteron. Penderita juga mengalami gejala lain, seperti tinggi di atas rata-rata, pinggul besar, ginekomastia, testis kecil, dan masih banyak lagi. Rumus kromosom sindrom klinefelter adalah 44A+XXY.3. Sindrom EdwardSindrom edward terjadi jika jumlah kromosom ke-18 lebih banyak satu dari kondisi normal. Gejala yang muncul akibat kelainan autosom ini adalah bibir sumbing, bentuk dada dan kaki abnormal, mikrosefalus, mikrognatia, pertumbuhan lambat, dan mash banyak lagi. Sindrom edward memiliki rumus kromosom 45A+XY/XX+18.4. Sindrom PatauSindrom patau merupakan kelainan yang terjadi akibat jumlah kromosom ke-13 yang lebih satu. Sindrom patau ditandai dengan bibir sumbing, kelainan pada otak dan saraf, gangguan pada sistem kemih, otot lemah, dan masih banyak lagi. Sindrom patau memiliki rumus kromosom 45A+XY/XX+13.5. Sindrom JacobSindorm jacob merupakan kelainan yang hanya terjadi pada laki-laki. Kelainan ini terjadi pada gonosom dan menyebabkan bertambahnya kromosom Y, sehingga menjadi XYY. Gejala yang tampak pada penderita sindrom jacob adalah gangguan pada sistem motorik, perkembangan lambat, otot lemah, emosi kurang stabil, makrodonsia, dan masih banyak lagi. Rumus kromosom sindrom jacob adalah 44A+XYY.1. Sindrom DownSindrom down terjadi ketika seseorang memiliki kelebihan pada kromosom nomor 21 (autosom). Penderita kelainan ini mengalami gejala-gejala seperti, kemunduran mental, tubuh pendek, cacat jantung, kerentanan terhadap infeksi saluran pernapasan, reaksi lamban, kekurangan pigmen, serta memiliki umur yang relatif pendek. Rumus kromosom sindrom down adalah 45A+XX/XY+21.2. Sindrom KlinefelterSindrom Klinefelter terjadi pada orang yang memiliki satu kromosom lebih pada kromosom X. Hal ini menyebabkan penderita memiliki gonosom XXY. Sindrom klinefelter hanya dapat menyerang laki-laki dan mengakibatkan kurangnya produksi testosteron. Penderita juga mengalami gejala lain, seperti tinggi di atas rata-rata, pinggul besar, ginekomastia, testis kecil, dan masih banyak lagi. Rumus kromosom sindrom klinefelter adalah 44A+XXY.3. Sindrom EdwardSindrom edward terjadi jika jumlah kromosom ke-18 lebih banyak satu dari kondisi normal. Gejala yang muncul akibat kelainan autosom ini adalah bibir sumbing, bentuk dada dan kaki abnormal, mikrosefalus, mikrognatia, pertumbuhan lambat, dan mash banyak lagi. Sindrom edward memiliki rumus kromosom 45A+XY/XX+18.4. Sindrom PatauSindrom patau merupakan kelainan yang terjadi akibat jumlah kromosom ke-13 yang lebih satu. Sindrom patau ditandai dengan bibir sumbing, kelainan pada otak dan saraf, gangguan pada sistem kemih, otot lemah, dan masih banyak lagi. Sindrom patau memiliki rumus kromosom 45A+XY/XX+13.5. Sindrom JacobSindorm jacob merupakan kelainan yang hanya terjadi pada laki-laki. Kelainan ini terjadi pada gonosom dan menyebabkan bertambahnya kromosom Y, sehingga menjadi XYY. Gejala yang tampak pada penderita sindrom jacob adalah gangguan pada sistem motorik, perkembangan lambat, otot lemah, emosi kurang stabil, makrodonsia, dan masih banyak lagi. Rumus kromosom sindrom jacob adalah 44A+XYY.

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh viviandavina20ovbq43 dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Thu, 15 Jul 21