39Pada akhir tahun 2019, sebahagian wilayah pulau SumateraUtara terpapar kabut

Berikut ini adalah pertanyaan dari Reniiafriza13 pada mata pelajaran Biologi untuk jenjang Sekolah Menengah Atas

39Pada akhir tahun 2019, sebahagian wilayah pulau SumateraUtara terpapar kabut asap
akibat kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) di Sumatera Utara, bahkan menurut
berita CNN Indonesia pada tanggal 25 September 2019, kepala BMKG Wilayah I
Medan Edison Kurniawan menyatakan kabut asap ini memang sangat mempengaruhi
kesehatan pernapasan dan berpotensi untuk menjadi penyakit infeksi saluran
pernapasan akut (ISPA).
Berdasarkan cuplikan berita di atas, dapat disimpulkan bahwa kabut asap merupakan
salah satu faktor penyebab pencemaran udara. Jelaskan akibat-akibat lain yang
ditimbulkan dari pencemaran udara dan apa saja upaya yang dapat dilakukan untuk
mengatasi pencemaran udara tersebut?​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

-- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Pulau Sumatera meluas hingga ke sebagian wilayah Sumatera Utara (Sumut) dalam beberapa hari terakhir.

"Hari ini hampir seluruh wilayah di Sumatera Utara diselimuti kabut asap akibat karhutla," kata Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Edison Kurniawan, Minggu (22/9).

Dia mengatakan meski diselimuti kabut asap, kondisi masih terkendali. Namun, kata dia, di bandara menunjukkan ada penurunan visibility atau jarak pandang sekitar 4 hingga 5 km karena terselimuti kabut asap tipis yang teramati dari Stasiun Meteorologi Binaka.



"Kondisi saat ini masih terbilang cukup aman. Untuk jarak pandang di Bandara Kualanamu ada 1.600 meter, untuk Gunung Sitoli 5.000 meter, Sibolga 2.100 meter dan Aek Godang 500 meter," jelasnya.



Lihat juga:Asap Pekat di Pekanbaru, 4 Maskapai Alihkan Pendaratan

Sementara itu, untuk hot spot atau titik panas dari pukul 07.00 WIB hasil pantauan Sensor MODIS (Satelit Terra dan Aqua) terdapat 3 titik panas dengan tingkat kepercayaan di atas 50 persen di wilayah Sumatera Utara (Sumut).



"Yakni di Kabupaten Labuhanbatu, Kecamatan Panai Tengah ada 2 titik, dan di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kecamatan Kwaluh Hilir ada 1 titik hot spot," katanya.

Di Kota Medan sendiri kabut asap masih terjadi. Bahkan dalam beberapa hari terakhir tampak cukup tebal mulai pagi hingga malam hari. Warga yang beraktivitas di luar, terpaksa mengenakan masker.

"Bau asapnya mulai terasa dari semalam. Kita khawatir kalau asap semakin tebal. Saya terpaksa pakai masker kalau ke luar rumah. Anak-anak juga nggak saya kasih keluar rumah dulu sementara ini, takutnya sakit gara-gara kabut asap," ujar Rizki salah seorang warga Medan.



Sementara, Wali Kota Medan, Tengku Dzulmi Eldin juga mengimbau agar masyarakat Medan yang ingin keluar rumah menggunakan masker. Sebab kondisi udara sedang tidak menentu dan tidak baik.



"Kami berharap bagi masyarakat untuk yang keluar rumah sebisa mungkin harus menggunakan masker. Apalagi Medan juga terdampak asap dari kebakaran hutan di Pulau Sumatera. Kita lihat dari pagi udara di Medan sudah diselimuti kabut asap tebal," kata Eldin.



Lihat juga:DPR Usul Revisi UU, Sejajarkan Pelaku Karhutla Dengan Teroris

Eldin juga sudah menginstruksikan dinas kesehatan dan rumah sakit tetap siaga untuk menangani warga yang terdampak kabut asap. Masyarakat juga diingatkan agar secepatnya ke rumah sakit jika terdampak kabut asap.

"Kita juga telah menghimbau dinas kesehatan, rumah sakit untuk menangani warga yang terdampak kabut asap ini. Memang saat ini belum ada laporan serius. Kita berharap kalau tidak bisa lagi diatasi sendiri harus ke dokter dan akan ada penanganan juga.

Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclaimer

Penjelasan:

semoga membantu

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh azrulazril64 dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Thu, 08 Jul 21