contoh pantun sagata nyindekh sebutkan 5 contoh​

Berikut ini adalah pertanyaan dari wiftawgmailcom pada mata pelajaran Bahasa lain untuk jenjang Sekolah Menengah Atas

Contoh pantun sagata nyindekh sebutkan 5 contoh​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Pengertian Sagata Lampung, Jenis, dan Contohnya. Sagata merupakan istilah penyebutan dalam Bahasa Lampung yakni pantun. Pantun/Sagata merupakan pantun lampung yang berisi nasehat dan sindiran dengan sajak ABAB, terdiri dari 2 bait lampiran dan 2 bait akhir sebagai isi yang di maksudkan. Sagata juga tergolong Puisi lama bagi masyarakat Lampung.

Sejak zaman dahulu, Sagata juga dipakai dalam kehidpan sehari-hari sesuai pada tempat dan kondisinya. Misalkan pada uapacara adat seperti pernikahan, biasanya Sagata digunakan diawal sambutan baik dari tuan rumah maupun undangan. Begitu juga dengan Sagata yang bersifat hiburan, digunakan pada saat santai atau berkumpul bersama.

Sagata Lampung memang sangat unik, hal ini berdasarkan pada Bahasa yang digunakan yakni Bahasa Daerah Lampung. Sagata ini memang perlu di pelajari baik dari penggunaan, tehnik menulis Sagata dan isi pesan yang dimaksudkan harus jelas.

Ini bertujuan untuk menghindarkan bagi para pembaca atau yang akan belajar memahami baik dalam penyebutan kalimat dan makna yang dimaksudkan. Sagata

juga harus memperhatikan susunan kalimat, dan runtutan kata yang di ucapkan agar terususun dengan baik dan dapat didengar secara jelas. Menurut aturan sagata, juga memiliki macam-macam jenisnya. Untuk sagata sendiri memiliki sekitar 5 jenis. Untuk sistem baitnya juga dikelompokkan berdasarkan tema yang di bahas. Untuk mengentahui dengan jelas maka simak jenis Sagata Lampung.

Perhatikan 5 Jenis Sagata Lampung berikut ini:

1. Sagata Nangguh.

Sagata Nagguh adalah Sagata yang beriiskan makna berpamitan, dimulai dari ucapan salam kepada hadirin, jenis sagat ini digunakan pada saat pertemuan dan perpisahaan. Dimana dari kata Nangguh artinya berpamitan.

Contohnya:

Robbikum ya robbikum

Robbikum sollu ala

Assalamualikum

Jama ketti sai dija

Anatak ija cerita

Cerita tari sinji

Kintu wat salah cawa

Maaf lawan sunyyinni

2. Sagat Buhaga.

Sagata Buhaga adalah jenis sagata yang memiliki rangkaian kata dalam kalimat yang memiliki makna terhadap keinginan seseorang. Baik mengenai masalah keinginaan dalam percintaan sebagai salah satu betuk pengungkapannya.

Contohnya:

Tanno nyak haga nangguh

Jama ketti sai dija

Hangon ku mawat hinduh

Jatuhni talak tiga

Nyak regah sambil miwang

Ki radu reno hamu

Tanno dek tawa mulang

Nyak nutuk mik lamban mu

3. Sagata Nyindekh.

Sagata Nyindekh adalah jenis sagata yang memiliki makna terhadap hal-hal yang kurang berkenaan. Bisa saja ke hal yang baik atau yang buruk. Biasanya meliputi prilaku atau peragai seseorang.

Contohnya:

Lagi lunik ya betik

Balak jadi baruga

Lagi lunik ti kepik

balak ya runta mena

Dang miwang niku anak

Kantu eluh mu bela

Namun lakun ni sanak

Balak ngajong di jawa

Tanno sakik ku sandang

Nyak pubandung di niku

Serba ni sanak kurang

Sesol mulang diniku

Tano sakik ku sandang

Kuk rani sampai dibi

Hurik ku pukakambang

Payah nyak nedos hati

4. Sagata Lalagaan.

Sagata Lalagaan adalah tergolong dalam jenis pantun jenaka yang bersifat hiburan ceria. Makna disetiap baitnya terdiri dari hal-hal yang lucu sebagai media hiburan. Untuk penggunaannya pun juga tak terbatas, bisa disaat bersantai, atau pada kegiatan lainnya.

Contoh:

Api sai handak-handak

Handak kumbang ni kupi

Wat muli buntor pudak

Sapa nihan gelarni

Mubil bis bela minyak

Taru di wono sobo

Ki niku tiram dinyak

Liak kon di lom puto

5. Sagata Sanak Ngababang.

Sagata ini merupakan jenis Sagata Lampung yang berisifat menghibur juga. Saling saut menyaut saat pekerjaan santai dan berkumpul. Namun berisi nasehat berupa ajakan untuk menjaga, dan mengelola dengan baik.

Contohnya:

Batang kandis meralis

Kidang kabegu-begu

Neraka pituapis

Kuselom kinwat niku

Pembahasan

Pantun adalah bagian dari sastra yang merupakan bentuk puisi lama dengan sampiran dan isi.

Struktur Pantun :

  • Terdiri atas empat baris dalam satu bait.
  • Terdiri atas sampiran dan isi (baris I dan II adalam sampiran dan baris III dan IV adalah isi).
  • Dalam satu barus terdiri atas empat kata.
  • Bersajak atau berima a-b-a-b.
  • Satu bait cukup.
  • Terikat dengan aturan.

Pelajari Lebih Lanjut

Detail Jawaban

Kelas : 4

Mapel : Bahasa Indonesia

Kategori : Membuat pengumuman dan Pantun

Kode : 4.1.8

#AyoBelajar

#SPJ5

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh Syubbana dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Wed, 22 Jul 20