Ngadéngé omongan kitu mah, Bapa Hamid ngan bisa (godeg) jeung

Berikut ini adalah pertanyaan dari adhiti3664 pada mata pelajaran Bahasa lain untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

Ngadéngé omongan kitu mah, Bapa Hamid ngan bisa (godeg) jeung (kecrék). Kecap rajékan nu cocog pikeun nyampurnakeun kalimah di luhur nya éta.  *Gogodeg; kekecrékGudag-godeg, kucruk-kecrékGogodegan, kecrék-kecrékGodeg-godeg, kucrak-kecrék​.

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Kecap rajekannu cocok pikeun nyampurnakeun kalimah diluhur nyaetaGogodeg jeung Kekecrek. Kecap rajekan nyaeta kecap anu disebut dua kali atawa dirajek engangna boh wangun dasarna.

Pembahasan :

Kecap rajekan merupakan kata yang disebut dua kali, baik kata dasarnya maupun suku katanya (engang). Kecap rajekan sama juga dengan kata yang diulang. Selain diulang kata dasar atau suku katanya, ada juga kata ulang bahasa Sunda yang ditambah rarangken (imbuhan), baik rarangken hareup (awalan), maupun rarangken tukang (akhiran).

Berikut macam-macam kecap rajekan :

  • Rajekan Dwipurwa, yaitu kata ulang yang diulang suku kata awalnya. Misalnya : sapu menjadi sasapu.
  • Rajekan Dwimadya, yaitu kata yang diulang tengahnya dan diberi awalan sa- yang berarti selama atau semuanya. Misalnya : sabaraha menjadi sababaraha.
  • Rajekan Dwilingga, yaitu kata ulang yang diulang kata dasarnya. Misalnya : Jalma menjadi jalma-jalma, pelong menjadi pulang pelong.
  • Rajekan Trilingga, yaitu kata ulang yang kata dasarnya diulang tidak kali dan berubah bunyi. Misalnya : Plak plik pluk, trang tring trung.

Pelajari lebih lanjut:

Pelajari lebih lanjut materi kecap rajekan pada : yomemimo.com/tugas/16020332

#BelajarBersamaBrainly#SPJ1

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh debyharfiani dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Sun, 04 Sep 22