Bagaimana cara membandingkan pemakaman Toraja dan Bali?apa perbedaanya.

Berikut ini adalah pertanyaan dari hana4432 pada mata pelajaran B. inggris untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

Bagaimana cara membandingkan pemakaman Toraja dan Bali?apa perbedaanya.

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Masyarakat suku Toraja di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan punya tradisi khusus pemakaman anggota keluarganya. Ritual itu bernama Rambu Solo.

Rambu Solo dilaksanakan sebagai penghormatan terakhir bagi mereka yang telah pergi selama-lamanya. Jika tradisi ini belum terlaksana hingga tuntas, warga Toraja percaya orang meninggal belum sepenuhnya pergi. Nama lain dari Rambu Solo adalah Aluk Rampe Matampu. Upacara adat ini dilakukan ketika matahari mulai tergelincir alias terbenam. Sinar matahari yang meredup diartikan sebagai rasa duka usai orang terkasih tutup usia. Prosesi upacara pemakaman Rambu Solo dibagi ke dalam dua garis besar, yaitu:

.Prosesi pemakaman atau Rante

.Pertunjukkan kesenian

Kedua prosesi tersebut tidak dilaksanakan terpisah melainkan berlangsung secara harmoni dalam satu kegiatan upacara pemakaman. Lama upacara Rambu Solo sekitar tiga sampai tujuh hari.

Prosesi pemakaman atau Rante dilakukan di lapangan yang terletak di tengah kompleks rumah adat Tongkanan. Proses Rante terdiri dari:


Ma'tudan Mebalun, yaitu proses dimana jenazah dibungkus menggunakan kain kafan (Dibalun) yang dilakukan oleh petugas yang disebut To Mebalun atau To Ma'kaya.
Ma'Rato, yaitu proses pembubuhan atau menghias peti jenazah dengan menggunakan benang emas dan benang perak.
Ma'Papengkalo Alang, yaitu proses penurunan jenazah ke dalam lumbung untuk disemayangkan.
Ma'Palao atau Ma'Pasonglo, yaitu proses pengantaran jenazah dari area rumah Tongkanan ke kompleks pemakaman yang disebut Lakkian. Masyarakat Toraja mempunyai prinsib dimana semakin tinggi jenazah itu diletakkan maka semakin cepat rohnya menuju nirwana.

Sementara untuk pemakaman di Bali, dilakukan upacara adat yang disebut Ngaben.

Dalam bahasa Hindu, Ngaben berarti memisahkan jiwa dari jasad. Pemisahan jasad ini dilakukan melalui kremasi.

ngaben adalah proses penyucian roh dengan cara dibakar menggunakan api agar bisa kembali ke Sang Pencipta. Api yang membakar dipercaya sebagai penjelmaan Dewa Brahma. Api akan membakar semua kekotoran yang melekat pada jasad dan roh orang yang telah meninggal dunia.


KESIMPULAN: Jadi letak perbedaan dua upacara pemakaman ini ada pada proses perlakuan terhadap mayat.

Di Toraja, mayit dikuburkan.
Sementara di Bali, melalui ngaben, mayat melalui proses pencucian dengan cara dibakar.

Semoga terbantu.

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh yossiherman19 dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Thu, 26 Jan 23