1. Jelaskan mengapa terjadi tanda tasydid pada Mad Lazim Kilmi

Berikut ini adalah pertanyaan dari brian4041 pada mata pelajaran B. Arab untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

1. Jelaskan mengapa terjadi tanda tasydid pada Mad Lazim Kilmi Mutsaqqal dan tetapnya sukun pada Mad Lazim Kilmi Mukhaffaf kemudian berikan satu contoh lafadz dari masing-masing Mad tersebut!2. Berikanlah 2 contoh lafadz yang mengandung dua huruf Dzalqiyah yang sama dalam satu lafadznya dari surat Al-Qadr ayat 1 dan berikan tanda pada huruf yang dimaksudkan!

3. Dalam kitab “Tuhfatul Athfal” dijelaskan bahwa: “Mad Lazim Harfi terdapat pada huruf-huruf di awal-awal surat tertentu yang terdiri dari delapan huruf. Delapan huruf itu terkumpul dalam kalimat ”. Sehingga dapat dikatakan bahwa Mad Lazim Harfi terjadi pada huruf Kaf, Mim, ‘Ain, Sin, Lam, Nun, Qaf, Shad yang terdapat di awal-awal surat tertentu. Sehingga huruf-huruf di awal-awal surat tertentu selain delapan huruf tersebut tidaklah terjadi hukum Mad Lazim Harfi, melainkan memiliki hukum bacaan Mad Thobi’i (Mad Thobi’i Harfi) kecuali huruf Alif, sebab huruf Alif tidak dibaca Mad (panjang). Sebagaimana Mad Lazim Kilmi, Mad Lazim Harfi juga terbagi menjadi dua yakni Mad Lazim Harfi Mutsaqqal dan Mad Lazim Harfi Mukhaffaf. Dari paparan di atas, jelaskan manakah huruf yang mempunyai bacaan Mad Lazim Harfi Mutsaqqal, Mad Lazim Harfi Mukhaffaf, dan Mad Thobi’i Harfi dari dua kalimat berikut ini: الٓمٓر; طسٓمٓ , kemudian berikan alasanmu.​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

merupakan salah satu hukum bacaan mad far'i dalam ilmu tajwid. Uniknya, contoh bacaan mad lazim mukhaffaf kilmi ini hanya terdapat dalam surat Yunus. Tepatnya ayat 51 dan 91.

Berikut bunyi bacaan dilengkapi dengan latin, dan artinya,

(51) أَثُمَّ إِذَا مَا وَقَعَ آمَنْتُمْ بِهِ ۚ آلْآنَ وَقَدْ كُنْتُمْ بِهِ تَسْتَعْجِلُونَ

(91) آلْآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ

Bacaan latin: A ṡumma iżā mā waqa'a āmantum bih, āl-āna waqad kuntum bihī tasta'jilụn. āl-āna wa qad 'aṣaita qablu wa kunta minal-mufsidīn

Artinya: "Kemudian apakah setelah azab itu terjadi, kamu baru mempercayainya? Apakah (baru) sekarang, padahal sebelumnya kamu selalu meminta agar disegerakan? Mengapa baru sekarang (kamu beriman), padahal sesungguhnya engkau telah durhaka sejak dahulu, dan engkau termasuk orang yang berbuat kerusakan."

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh zahranukus dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Sun, 05 Mar 23