Kutipan cerpen berikut untuk soal nomor 4 dan 5. Musim

Berikut ini adalah pertanyaan dari Erzagustifahrenzi pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Menengah Atas

Kutipan cerpen berikut untuk soal nomor 4 dan 5. Musim hujan adalah kengerian. Setidaknya bagi keluarga kami. Sebab, musim hujan adalah penanda sekaligus peristiwa pencetus berurainya air mata kami. Musim hujan itulah rumah segala bencana yang kami alami. Maka, seketika musim hujan menjadi koor tangisan kami, kadang juga tembang sumbang seorang solis nun di Yogyakarta yang dilanda gempa. Bumi Jogja berderak. Tanahnya berpunuk- punuk. Menyentak tiba-tiba. Bebangunan baku-tumbuk. Disusul runtuhnya atap rumah ke tubuhku. Aku, tentu memuntahkan segala kata memohon. Tuhan, inikah kiamat-Mu? Mengapa tiada perlambang tuk menghindar atau menyambutnya? Sumber: Manto Nugroho, "Menunda Musim Hujan di Tahun ini" dalam Kelas Cerpen Kompas 2016 Cerita Para Perambah, Jakarta, Kompas, 2017 Jelaskan nilai yang terkandung dalam kutipan cerpen tersebut! Berikan pendapat mengenai sikap tokoh aku dalam kutipan cerpen tersebut!​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

No 4 dan 5

Penjelasan:

No 4.

- Nilai Religius karena berhubungan dengan kepercayaan terhadap kepercayaan tertentu. Ditunjukkan disana bahwa tokoh "aku" memohon kepada tuhan disaat musim hujan datang.

No 5.

- Pendapat saya mengenai sikap tokoh "aku" adalah berserah diri karena pada kalimat terakhir ada saat ia berserah diri/pasrah kepada tuhan atas kejadian tersebut. Dan Mudah khawatir karena tokoh "aku" sudah mengalami trauma dan mudah khawatir jikalau musim hujan datang.

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh NemesisxZion dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Wed, 01 Feb 23