THE LEGEND OF BANYUWANGIOnce upon a time, there was a

Berikut ini adalah pertanyaan dari arizonrahmandaakbar2 pada mata pelajaran B. inggris untuk jenjang Sekolah Menengah Atas

THE LEGEND OF BANYUWANGIOnce upon a time, there was a king named King

Sulahkromo. The king had a prime Minister named

Raden Sidopekso. The prime minister had a wife

named Sri Tanjung. She was so beautiful, so that the

king wanted her to be his wife.

One day, the king sent his Prime Minister to a long

mission. While the Prime Minister was away, the

king tried to get Sri Tanjung. However he failed. He

was very angry.

Thus, when Sidopekso went back, the king told him

that his wife was unfaithful to him.

The Prime Minister was very angry with his wife. Sri

Tanjung said that it was not true. However,

Sidopekso said that he would kill her. He brought

her to the river bank. Before he kill her and threw

her into the river, she said that her innocence would

be proven.

After Sidopekso killed her, he threw her dead body

into the dirty river. Immediately the river became

clean and began to spread a wonderful fragrance.

Sidopekso said, Banyu ... Wangi ... Banyuwangi”. This

means “ fragrant water “. Banyuwangi was born

from the proof of noble and sacred love.​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

jadi pertanyaannya mana?

translet

LEGENDA BANYUWANGI

Alkisah, ada seorang raja bernama Raja Sulahkromo. Raja memiliki seorang perdana menteri bernama Raden Sidopekso. Perdana menteri memiliki seorang istri bernama Sri Tanjung. Dia sangat cantik, sehingga raja menginginkan dia menjadi istrinya.

Suatu hari, raja mengirim Perdana Menteri untuk sebuah misi yang panjang. Ketika Perdana Menteri pergi, raja mencoba mendapatkan Sri Tanjung. Namun dia gagal. Dia sangat marah. Jadi, ketika Sidopekso kembali, raja mengatakan kepadanya bahwa istrinya tidak setia kepadanya, Perdana Menteri sangat marah kepada istrinya.

Sri Tanjung mengatakan itu tidak benar. Namun, Sidopekso mengatakan bahwa dia akan membunuhnya. Dia membawanya ke tepi sungai. Sebelum dia membunuhnya dan melemparkannya ke sungai, dia mengatakan bahwa dia tidak bersalah.

Setelah Sidopekso membunuhnya, dia melemparkan mayatnya ke sungai yang kotor. Dengan segera sungai menjadi bersih dan mulai menyebarkan keharuman yang luar biasa.

Kata Sidopekso, Banyu ... Wangi ... Banyuwangi ”. Artinya "air harum". Banyuwangi lahir dari bukti cinta yang luhur dan sakral.

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh rindaakhromah dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Wed, 28 Jul 21