apa yang menyamakan dan membedakan dari puisi yang bertema "doa"

Berikut ini adalah pertanyaan dari badut011 pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

Apa yang menyamakan dan membedakan dari puisi yang bertema "doa" dan "aku" karya Chairil Anwar​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Perbedaan:

Setelah membaca kedua puisi di atas dengan teliti, serta menganalisa masing-masing puisi dari segi intrinsik dan ekstrinsik, maka saya dapat membuat kesimpulan berikut mengenai kemiripan dan perbedaan yang dimiliki kedua puisi tersebut. Kedua puisi yang tertera di atas memiliki beberapa persamaan, begitu juga perbedaan. Persamaan yang sangat terlihat adalah tema, karena kedua puisi berhubungan dengan ketuhanan, karena dua puisi tersebut mengandung kata-kata tuhan dan doa kepada-Nya. Tetapi sedikit perbedaannya adalah Ebiet G Ade menghubungkan ketuhanan dengan bencana alam, di sisi lain, Chairil Anwar menulis puisinya seluruhnya mengenai doanya kepada tuhan. Ada sedikit persamaan juga dalam amanat yang disampaikan, yaitu kita harus meminta ampun dan berdoa hanya kepada tuhan.

Persamaan:

Kemudian persamaan lain yang dapat terlihat adalah penggunaan majas atau gaya bahasa dalam puisi kedua penyair tersebut. Ada dua jenis majas yang terkandung yaitu metafora dan repetisi. Sepertinya mereka sama-sama menyukai menggunakan kata lain untuk membandingkan dan merepresentasikan suatu hal lainnya. Karena biasanya dengan membandingkan suatu hal dengan hal lainnya dapat memperjelas makna dari hal tersebut. Repetisi juga digunakan untuk mengulang kata-kata yang berhubungan dengan tuhan. Dalam puisi Anwar, beliau mengulang kata tuhan, sedangkan Ade mengulang kalimat “agar Dia tersenyum” yang juga berhubungan dengan tuhan.

Segi Alur:

Dalam segi alur, suasana, latar tempat, dan waktu sudah jelas berbeda karena penyampaiannya juga tidak sama. Ebiet G. Ade melakukannya seperti mendeskripsikan sebuah kejadian, kemudian mengungkapkan perasaannya. Sedangkan Chairil Anwar hanya mengucapkan seluruh perasaannya pada satu puisi itu. Perbedaan lainnya terdapat pada rima, karena pada puisi “Untuk Kita Renungkan” tidak ada pola rima, tetapi tiap-tiap barisnya lebih panjang dibanding puisi lainnya. Sedangkan di puisi “Doa” sang penulis membuat beberapa pola rima dalam tiap barisnya, namun tiap baris dalam puisinya sangat pendek, bahkan ada yang hanya satu atau dua kata.

Penjelasan:

Semoga membantu hi.

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh raihanfahrezia dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Tue, 01 Feb 22