contoh teks dramatik tokoh​

Berikut ini adalah pertanyaan dari keyshaputri17 pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

Contoh teks dramatik tokoh​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Contoh Cerpen

Sebatang Kara

Tanah di pekuburan umum itu masih besah ketika para pentakziah sudah pulang. Sementara Ogal masih duduk sambil sesekali menyeka air matanya. Ibu yang selama ini paling dia hormati dan cintai, tadi malam telah meninggal dunia, menghadap Tuhan Yang Maha Esa.

Burung-burung camar terbang rendah dan sesekali mencelupkan paruhnya di air laut. Bu Tuti dan suaminya masih berdiri dibelakang sambil menunggu Ogal. Kedua orang tua asuh itu sangat setia kepada Ogal.

"Rasanya saya sudah tidak punya siapa-siapa lagi, Bu," tiba-tiba Ogal berkata dengan suara agak berat.

Bu Tuti memegang lengan Ogal sambil mengelus rambutnya.

"Jangan berkata begitu, anakku. Kami akan menjadi orang tuamu sampai kapan pun."

"Sampai saya mandiri?" desak Ogal.

"Sampai kapan pun. Aku tidak akan membatasi kamu, sebab pada hakikatnya engkau adalah anakku juga."

"Maksud Ibu?" Ogal tidak mengerti.

"Ya, rupanya engkau ditakdirkan untuk aku asuh dan menjadi anak kami. Tetapi kami bertekad untuk menjadi orang tuamu, bukan sekadar orang tua asuh."

Ogal memeluk Bu Tuti. Air mata di pipinya tak henti-hentinya mengalir sehingga membasahi bajunya. Sementara suami Bu Tuti turut berduka atas kematian Bu Arpati.

Sebenarnya Ogal masih ragu-ragu , apakah dia akan ikut Bu Tuti atau bertahan hidup dengan mandiri. Jika dia ikut Bu Tuti tentu tidak dapat bekerja seperti ketika ia masih hidup bersama ibunya. Hal itu menjadikannya manja. Tetapi jika menolak kebaikan Bu Tuti, terasa tidak enak. Pengorbanan Ibu Guru itu sudah sedemikian besarnya.

Dari pengalaman hidupnya selama ini, banyak hal yang dapat Ogal petik. Ia biasa bekerja keras, tidak suka menggantungkan pada orang lain. Ia juga biasa hidup prihatin sehingga tidak suka berfoya-foya.

"Bolehkah saya menjajakan kue lagi, Bu?" pinta Ogal kepada Bu Tuti

"Buat apa, Ogal?"

"Agar saya tetap bisa bekerja."

"Kurasa tidak perlu, Ogal. Pusatkan perhatianmu untuk belajar. Sebentar lagi engkau akan ujian."

"Tapi, saya tidak enak kalau menganggur, Bu!"

"Di rumahku engkau tidak mungkin menganggur. Engkau bisa belajar menggunakan komputer, mengetik, nonton TV, dan memelihara kebun."

"Tapi, saya akan tidak bekerja, Bu!"

"Pada hakikatnya engkau bekerja juga.

Memelihara kebun atau membantuku di rumah juga bekerja."

"Jadi, tidak harus menjajakan kue, Bu?"

Bu Tuti mengangguk

"Kalau begitu, tolong carikan pekerjaan yang bisa saya lakukan."

Bu Tuti tersenyum

"Jangan khawatir."

Bu Tuti ternyata dapat memenuhi harapan Ogal. Banyak pekerjaan yang dapat dilakukan Ogal. Misalnya, memelihara kebun mangga, mencatat keluar masuknya barang, dan sebagainya.

Kali ini Ogal tidak kalah sibuknya dengan sewaktu berada di desa nelayan. Bahkan, mungkin boleh dikatakan sangat sibuk. Pekerjaan di rumah Bu Tuti tidak hanya satu, melainkan sangat banyak. Walaupun begitu, Bu Tuti tidak pernah memaksa Ogal untuk bekerja. Semua itu hanya semata-mata menuruti keinginan Ogal.

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh nanazpt16 dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Sun, 24 Apr 22