Di sebuah

Berikut ini adalah pertanyaan dari nessya2525 pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

Di sebuah taman, terdapat tanaman bunga mawar yang sedang berbunga. Mawar-mawar itu mengeluarkan aroma yang sangat harum. Dengan warna-warni yang cantik, banyak orang yang berhenti untuk memuji sang mawar. Tidak sedikit pengunjung taman meluangkan waktu untuk berfoto di depan atau di samping taman bunga. Bunga mawar memang memiliki daya tarik yang menawan, semua orang suka mawar, itulah salah satu lambing cinta.Sementara di sisi lain tanaman, ada sekelompok pohon bambu yang tampak membosankan. Dari hari ke hari, bentuk pohon bambu yang begitu saja, tidak ada bunga yang mekar atau aroma wangi yang disukai banyak orang. Tidak ada orang yang memuji pohon bambu. Tidak ada orang yag mau berfoto di samping pohon bambu. Maka tak heran jika pohon bambu selalu cemburu saat melihat taman mawar dikerumuni banyak orang.
“Hai bunga mawar,” ujar sang bambu pada suatu hari. “Tahukah kau, aku selalu ingin sepertimu. Berbunga dengan indah, memiliki aroma yang harum, selalu dipuji cantik dan menjadi saksi cinta manusia yang indah,” lanjut sang bambu dengan nada sedih.
Mawar yang mendengar hal itu tersenyum, “Terima kasih atas pujian dan kejujuranmu, bambu,” ujarnya, “tapi tahukah kau, aku sebenarnya iri denganmu.”
Sang bambu keheranan, dia tidak atahu apa yang membuat mawar iri dengannya. Tidak ada satu pun bagian dari bambu yang lebih indah dari mawar. “Aneh sekali, mengapa kau iri denganku?”
“Tentu saja aku iri denganmu. Coba lihat, kau punya batang yang sangat kuat, saat badai datang, kau tetap bertahan, tidak goyah sedikit pun,” ujar sang mawar, “sedangkan aku dan teman- temanku sangat rapuh. Kena angin sedikit saja, kelopak kami akan lepas, hidup kami sangat singkat.”
Bambu baru sadar bahwa dia punya kekuatan. Kekuatan yang dia anggap biasa saja ternyata bisa mengagumkan di mata sang mawar. “Tapi mawar, kamu sangat dicari orang. kamu selalu menjadi hiasan rumah yang cantik, atau menjadi hiasan rambut para gadis.”

Sang mawar kembali tersenyum, “Kamu benar bambu, aku sering dipakai sebagai hiasan dan dicari orang, tapi tahukah kamu, aku akan layu beberapa hari kemudian, tidak seperti kamu.”
Bambu kembali bingung, “Aku tidak mengerti.”
“Ah bambu . . . ,” ujar mawar sambil menggeleng, “kamu tahu, manusia sering menggunakan dirimu sebagai alat untuk mengalirkan air. Kamu sangat berguna bagi tumbuhan yang lain. Dengan air yang mengalir pada tubuhmu, kamu menghidupkan banyak tanaman,” lanjut sang mawar. “Aku heran, dengan manfaat sebesar itu, seharusnya kamu bahagia, bukan iri padaku.”
Bambu mengangguk, dia baru sadar bahwa selama ini, dia telah bermanfaat untuk tanaman lain. Walaupun pujian itu lebih sering ditujukan untuk mawar, sesungguhnya bambu juga memiliki manfaat yang tidak kalah dengan bunga cantik itu. Sejak percakapan dengan mawar, sang bambu tidak lagi merenungi nasibnya, dia senang mengetahui kekuatan dan manfaat yang bisa diberikan untuk mahluk lain. Maka dari itu, bambu bertekad untuk selalu berusaha menjadi mahluk yang berguna bagi lingkungan.

 Di sebuah taman, terdapat tanaman bunga mawar yang sedang berbunga. Mawar-mawar itu mengeluarkan aroma yang sangat harum. Dengan warna-warni yang cantik, banyak orang yang berhenti untuk memuji sang mawar. Tidak sedikit pengunjung taman meluangkan waktu untuk berfoto di depan atau di samping taman bunga. Bunga mawar memang memiliki daya tarik yang menawan, semua orang suka mawar, itulah salah satu lambing cinta.Sementara di sisi lain tanaman, ada sekelompok pohon bambu yang tampak membosankan. Dari hari ke hari, bentuk pohon bambu yang begitu saja, tidak ada bunga yang mekar atau aroma wangi yang disukai banyak orang. Tidak ada orang yang memuji pohon bambu. Tidak ada orang yag mau berfoto di samping pohon bambu. Maka tak heran jika pohon bambu selalu cemburu saat melihat taman mawar dikerumuni banyak orang.“Hai bunga mawar,” ujar sang bambu pada suatu hari. “Tahukah kau, aku selalu ingin sepertimu. Berbunga dengan indah, memiliki aroma yang harum, selalu dipuji cantik dan menjadi saksi cinta manusia yang indah,” lanjut sang bambu dengan nada sedih.Mawar yang mendengar hal itu tersenyum, “Terima kasih atas pujian dan kejujuranmu, bambu,” ujarnya, “tapi tahukah kau, aku sebenarnya iri denganmu.”Sang bambu keheranan, dia tidak atahu apa yang membuat mawar iri dengannya. Tidak ada satu pun bagian dari bambu yang lebih indah dari mawar. “Aneh sekali, mengapa kau iri denganku?”“Tentu saja aku iri denganmu. Coba lihat, kau punya batang yang sangat kuat, saat badai datang, kau tetap bertahan, tidak goyah sedikit pun,” ujar sang mawar, “sedangkan aku dan teman- temanku sangat rapuh. Kena angin sedikit saja, kelopak kami akan lepas, hidup kami sangat singkat.”Bambu baru sadar bahwa dia punya kekuatan. Kekuatan yang dia anggap biasa saja ternyata bisa mengagumkan di mata sang mawar. “Tapi mawar, kamu sangat dicari orang. kamu selalu menjadi hiasan rumah yang cantik, atau menjadi hiasan rambut para gadis.”Sang mawar kembali tersenyum, “Kamu benar bambu, aku sering dipakai sebagai hiasan dan dicari orang, tapi tahukah kamu, aku akan layu beberapa hari kemudian, tidak seperti kamu.”Bambu kembali bingung, “Aku tidak mengerti.”“Ah bambu . . . ,” ujar mawar sambil menggeleng, “kamu tahu, manusia sering menggunakan dirimu sebagai alat untuk mengalirkan air. Kamu sangat berguna bagi tumbuhan yang lain. Dengan air yang mengalir pada tubuhmu, kamu menghidupkan banyak tanaman,” lanjut sang mawar. “Aku heran, dengan manfaat sebesar itu, seharusnya kamu bahagia, bukan iri padaku.”Bambu mengangguk, dia baru sadar bahwa selama ini, dia telah bermanfaat untuk tanaman lain. Walaupun pujian itu lebih sering ditujukan untuk mawar, sesungguhnya bambu juga memiliki manfaat yang tidak kalah dengan bunga cantik itu. Sejak percakapan dengan mawar, sang bambu tidak lagi merenungi nasibnya, dia senang mengetahui kekuatan dan manfaat yang bisa diberikan untuk mahluk lain. Maka dari itu, bambu bertekad untuk selalu berusaha menjadi mahluk yang berguna bagi lingkungan.​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Jadilah diri sendiri yg mampu bermanfaat buat orang banyak

dan janganlah Iri deng orng lain

karena di setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh Crizycamelia dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Mon, 09 May 22