Cerpen pak pendiko Kalo baik nanti kutambahin poin nya

Berikut ini adalah pertanyaan dari Dika7929 pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

Cerpen pak pendiko
Kalo baik nanti kutambahin poin nya

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

“KUINGIN MENJADI ORANG YANG MEMBAHAGIAKAN ORANG LAIN”

Di tengah terik matahari pagi yang amat menyengat senin ini, ada perasaan tidak karuan, ketika pembina upacara mengumumkan dan memintakan doa kepada peserta upacara bahwa besok hari Sabtu aku beserta timku akan mengikuti lomba O2SN (Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional) 2011   yang akan di adakan di SMAN 16 Surabaya.

Perasaan tidak karuan itu meliputi rasa bangga karena tim kami adalah utusan dari SMP Negeri 11 Surabaya, rasa suka karena Pencak Silat adalah olah raga favoritku dan kebetulan menjadi salah satu ekstrakurikuler yang dijadikan andalan di SMP Negeri 11 Surabaya karena sudah bertahun-tahun mempersembahkan banyak piala untuk sekolah,  rasa was-was karena aku sendiri baru bulan 1,5 bulan mengikuti ekstrakurikuler ini semenjak aku duduk di bangku kelas VII dan rasa tidak percaya karena ini merupakan pengalaman pertamaku mengikuti lomba di tingkat kota serta rasa takut karena aku selalu ingat kata-kata Kepala Sekolah  bahwa siswa yang mengikuti perlombaan harus menang dan bisa membanggakan sekolah, aku betul-betul takut jika aku gagal atau kalah dalam lomba Pencak Silat Tunggal Putri di arena O2SN nanti.

“Apakah aku bisa ?  Bagaimana kalau aku tidak bisa ?” Itu pertanyaan yang selalu  berkecamuk dalam otakku.

“ Ahh…, kiranya Allah Maha Besar, yang memberi segala kekuatan dalam diri hambaNya, dan yang Maha menentukan dari segala peristiwa”, aku bergumam penuh keyakinan.

Dengan berbekal bismillah dan  modal latihan rutin dari pelatihku pak Dayat dn kak Adi yang selalu melatih fisik, tehnik dan motivasi terus menerus hingga menggugah jiwa semangatku kian terasa…..benar-benar sangat memberi kekuatan. Akhirnya aku berangkat.

Alhamdulillah setelah 2 kali tanding di dua putaran babak penyisihan akhirnya aku mendapat juara harapan 1, dengan selisih angka tipis 1 dengan juara tiga sedang temanku kak Ilham kelas VIII mendapat juara II Tunggal Putra, maklum dia sudah berlatih dan menjadi anggota pencak silat selama 1 tahun lebih dan sudah berpengalaman mengikuti perlombaan beberapa kali.

“Ahh………ternyata……, aku belum bisa apa-apa”, gumamku perlahan.

Aku amat sangat kecewa dan sudah kubayangkan bagaimana aku akan memberikan laporan bahwa aku tidak bisa memenangkan dan membanggakan sekolahku karena masih terngiang ditelingaku bahwa siswa yang dikirim lomba keluar harus pulang membawa juara.

Dengan hati galau aku beristirahat. Kusandarkan kepalaku di pintu gerbang masuk SMA Negeri 16 Surabaya. Tanpa kusadari ada bapak yang menepuk pundakku. Dengan serta merta aku menoleh. Aku melihat wajah seorang bapak yang tenang penuh perhatian dan bersahaja.

“Dari sekolah mana, nak?” tanya bapak yang memakai kaca mata.

“Dari SMP Negeri 11, Pak !”, jawabku.

Kemudian beliau tanya lagi. “Bagaimana hasil lombanya?” Tanyanya lagi.

“Tidak mendapat juara pak…… hanya mendapat peringkat keempat atau harapan I Pak.” Jawabku sambil membenahi posisiku yang semakin tak nyaman.

“Hei bagus itu!” Komentarnya sambil menatap wajahku.

“Kamu sudah berusaha dan sudah menunjukkan hasilnya!” Tambahnya lagi.

“Lihat, teman-teman lainnya yang kalah sejak babak penyisihan!” Sambil menunjuk peserta lain yang duduk-duduk beristirahat seperti aku.

“Coba latihan yang lebih giat lagi, pasti nanti  kamu mendapat juara seperti yang kamu cita-citakan!” Nasihatnya yang demikian memberi hembusan angin segar menyegarkan kepalaku.

“Selamat ya!, Pertahankan prestasimu, tingkatkan semangat untuk menggapai tujuanmu, maju terus pantang menyerah!” Itulah kata-kata Bapak tadi sambil mengulurkan tangannya ke arahku. Kujabat erat uluran tangan beliau serta  kucium tangannya dengan penuh hormat.

“Terima kasih, Pak!”Ujarku dengan menatap wajahnya yang penuh kasih.

Sambil kurasakan semilir angin di luar gedung aula SMA Negeri 16 Surabaya, kuresapi kata-kata bapak tadi.

“Hai Rin !!!, Selamat…selamat yo! Congrolation yo, jok lali PM e,” Sapa teman-temanku.

“Yooo i, tunggu aja di kantin kuambil uang dulu untukPMnya (pajak makan)nya,” Jawabku sambil melangkah gontai masuk gedung untuk mengambil pecahan uang dua puluh ribuan uang saku dari ibuku.

Tanpa terasaacara sudah selesai dan SMP Negeri 11 Surabaya berhasil  menggondol 2 penghargaan yaitu temanku kak Ilham mendapat juara II katagori Tunggal Putra dan aku mendapat penghargaan juara harapan I tanpa piala

“Nih fotoku bersama bapak tadi!!!!”

Wajah yang galau, kusut dan suram berganti dengan senyum termanis milikku.

Penjelasan:
Maaf kalo salah dan semoga membantu

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh dildardaanish dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Mon, 16 May 22