Carilah puisi di internet lalu tentukan unsur fisik dan batin.

Berikut ini adalah pertanyaan dari syipa1198 pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

Carilah puisi di internet lalu tentukan unsur fisik dan batin.

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Hujan Bulan Juni Karya Sapardi Joko Damono

Tak ada yang lebih tabah

Dari hujan bulan juni

Dirahasiakannya rintik rindunya

Kepada pohon yang berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak

Dari hujan bulan juni

Dihapusnya jejak-jejak kakinya

Yang ragu-ragu di jalan itu

Taka ada yang lebih arif

Dari hujan bulan juni

Dibiarkannya yang tak terucapkan

Diserap akar pohon bunga itu

(hujan bulan juni, 1994)

Struktur Fisik;

1.) Tipologi

a. Bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik.

b. Menggunakan huruf kecil baik pada awal baitnya maupun pada awal tiap barisnya.

c. Penyair tidak menggunakan kaidah-kaidah dalam puisi seperti jumlah suku kata pada kata di tiap barisnya.

d. Penyair menandai bahwa puisi ini berbeda dengan puisi-puisi yang lain. Selain tidak digunakannya huruf kapital, penyair juga menggunakan tanda titik koma pada akhir baris pertama hingga baris ke tiga, sedangkan pada baris terakhir menggunakan tanda titik sebagai akhir dari puisi tersebut

2.) Diksi

Kata-kata yang digunakan pada puisi ini mudah untuk dipahami, contoh pada kata “Pada suatu hari nanti” pembaca bisa mengerti maksud dari puisi ini bahwa menceritakan sesuatu yang akan datang.

Lalu pada kata “Jasadku tak akan ada lagi”sudah jelas bahwa suatu saat nanti tokoh ku tidak akan ada lagi di dunia ini. dan kata-kata pada bait selanjutnya mudah dipahami karena lebih ke makna yang sebenarnya.

3.) Pengimajian /Citraan

Pengimajian atau pencitraan adalah suatu kata atau kelompok kata yang digunakan untuk mennggunakan kembali kesan-kesan panca indera dalam jiwa pembaca.

a. Penglihatan:

Jasadku tak akan ada lagi

Tapi dalam bait-bait sajak ini

Tapi dalam bait-bait sajak ini Tapi di antara larik-larik sajak ini

Tapi dalam bait-bait sajak ini Tapi di antara larik-larik sajak ini Impianku pun tak dikenal lagi

Namun di sela-sela huruf sajak ini

Namun di sela-sela huruf sajak ini Kau takkan letih-letihnya ku cari

b. Pendengaran:

Suaraku tak terdengar lagi

c. Perasa :

Kau takkan kurelakan sendiri

Kau takkan kurelakan sendiri Kau akan tetap kusisati

4.) Majas/Gaya bahasa

Kau takkan kurelakan sendiri

Kau takkan kurelakan sendiri Kau akan tetap kusiasati

Kau takkan kurelakan sendiri Kau akan tetap kusiasati Kau takkan letih-letihnya kucari

Pada kata-kata tersebut menggunakan majas metafora karena mengumpamakan sesuatu dengan larik, bait dalam sajak.

5.) Rima / Irama

Pada puisi ini semua baitnya mempunyai akhiran i yang memberikan kesan kesetiaan, pengandaian dan rayuan terhadap sesuatu yang akan dihadapi.

6.) Kata Konkret

Pada puisi ini kata kongkret terdapat pada kata

Namun di sela-sela huruf sajak ini

Namun di sela-sela huruf sajak iniKau takkan letih-letihnya kucari

Penyair mengiaskan bahwa kehidupan itu disamakan dengan sela-sela huruf pada kata-kata dalam sajak, yang penyair tak lelah atau letih mencari tujuannya.

Struktur Batin;

1. Tema

Percintaan dimana seseorang yang tidak mengungkapkan perasaaan rindu atau cintanya terlihat pada larik-larik

Dari hujan bulan juni

Dari hujan bulan juniDibiarkannya yang tak terucapkan

Dari hujan bulan juniDibiarkannya yang tak terucapkanDiserap pohon bunga itu

2. Perasaan

Penyair merasa sedih karena pada suatu hari nanti ia akan meninggalkan sosok Kau pada puisi ini yang bisa berarti pembaca, tetapi ia pun senang karena walaupun suatu hari nanti ia tiada, tapi ia tetap menemani dan keberadaannya itu digantikan oleh larik-larik sajak dan kenangan indah semasa hidup.

3. Nada

Nada adalah sikap penyair terhadap pembaca. Sikap penyair pada puisi ini adalah lembut dan halus karena ia menjelaskan bahwa walau suatu hari nanti ia tidak ada, tapi karya-karyanya akan selalu ada menemani para pembaca.

4. Amanat

Amanat dari puisi ini adalah bahwa penyair ingin menyampaikan kesetiaannya kepada pembaca walaupun ia sudah tidak adi, pembaca tak usah sedih. Karena dia tetap setia dan tetap bisa menemani pembaca dengan karya-karya nya.

Penjelasan:

Maaf kalau salah

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh vdarkdry28 dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Thu, 19 Jan 23