carilah revensi mengenai penjelasan masalah kesantunan berbahasa dalam masyarakatbantu jawab,

Berikut ini adalah pertanyaan dari firyalmarini19 pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

Carilah revensi mengenai penjelasan masalah kesantunan berbahasa dalam masyarakatbantu jawab, terakhir di kumpul tanggal 3 Oktober ​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

KESANTUNAN DALAM BERBAHASA DISEKOLAH.

Sopan santun berbahasa di sekolah bisa ditunjukkan tidak hanya dalam bentuk tindakan, melainkan juga dalam bentuk perkataan. Misalnya, membukakan pintu bagi siswa yang terlambat masuk sekolah jauh lebih sopan daripada membanting pintu di hadapan siswa yang terlambat masuk sekolah. Demikian juga dalam perkataan “Silakan masuk” lebih sopan daripada tuturan “Masuk!”, walaupun dalam hati menyimpan rasa jengkel. Sopan santun dalam bentuk perkataan atau kesantunan berbahasa setidaknya bukan semata-mata sebagai motivasi utama bagi guru untuk berbicara, melainkan merupakan faktor guna mengatur dan menjaga supaya percakapan berlangsung dengan lancar, menyenangkan, dan tidak menyinggung perasaan. Menurut Leech (1993:38) bahwa manusia pada umumnya lebih senang mengungkapkan pendapatnya yang sopan daripada yang tidak sopan.

Contoh kalimat: 1. Pintunya masih terbuka dik.

Apabila perkataan disampaikan kepada seseorang anak/siswa yang baru masuk kelas, sedangkan di luar suasana sangat ribut padahal dalam kelas itu sedang ada ulangan, siswa tersebut akan paham bahwa perkataan guru itu bukan merupakan suatu pernyataan melainkan suatu perintah. Siswa diminta secara tidak langsung untuk menutup pintu. Siswa menanggapi perkataan guru tersebut sebagai perintah bahwa siswa tersebut supaya menutup pintu kembali.

Contoh kalimat: 2. Serahkan pekerjaan rumah itu minggu depan!

Pada situasi seperti pada contoh kalimat di atas seorang guru merasa berhak menggunakan wewenangnya yang sah atas perilaku siswanya yang tidak mengerjakan atau terlambat dalam mengerjakan atau mengumpulkan pekerjaan rumah. Akan tetapi, pada situasi seperti contoh kalimat di bawah ini, seorang guru tidak dapat menggunakan haknya lagi sebagai guru, misalnya, memberi perintah kepada siswanya seperti kalimat di bawah ini:

Contoh kalimat: 3. Buatkanlah saya secangkir kopi.

Contoh tersebut dipandang sebagai perintah yang kurang sopan atau tidak sepatutnya dilakukan oleh seorang guru terhadap siswanya.

Contoh kalimat: 4. Datanglah kamu ke pesta ulang tahunku nanti malam!

Contoh kalimat: 5. Saya mohon, sudilah kiranya Bapak datang ke pesta ulang tahun saya nanti malam.

Pada contoh kalimat (4) di atas seorang kepala sekolah dapat menyapa bawahannya dengan sapaan kamu, sedangkan pada contoh (5) seorang bawahan memakai bahasa yang lebih halus dan sopan yaitu saya, bukan aku, waktu menyapa kepala sekolah dengan sapaan hormat, yaitu, Bapak, rasa hormat yang ada pada situasi tersebut tertentu bergantung pada beberapa faktor, yaitu, status, usia, derajat keakraban, dan yang penting bergantung pada faktor sementara seseorang dalam hubungannya dengan orang lain.

Tidak jauh halnya di sekolah SD Eksperimen Mangunan, di sekolah ini anak-anak merasakan situasi belajar yang bebas, namun dalam situasi belajar bebas ini justru anak-anak secara langsung selalu berkomunikasi dengan teman-temannya dan guru bahkan dengan warga sekitar sekolah atau dengan orang tua murid.

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh nopianto921 dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Sat, 28 Jan 23