gurindam 6 bait bertema konsversi energi​

Berikut ini adalah pertanyaan dari arkakhairanramadhanp pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

Gurindam 6 bait bertema konsversi energi​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Pantun

PantunPantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti petuntun. Di berbagai daerah di Indonesia pantun disebut:

PantunPantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti petuntun. Di berbagai daerah di Indonesia pantun disebut:Parikan dalam bahasa Jawa

PantunPantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti petuntun. Di berbagai daerah di Indonesia pantun disebut:Parikan dalam bahasa JawaPaparikan dalam bahasa Sunda

PantunPantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti petuntun. Di berbagai daerah di Indonesia pantun disebut:Parikan dalam bahasa JawaPaparikan dalam bahasa SundaUmpama dalam bahasa Batak

PantunPantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti petuntun. Di berbagai daerah di Indonesia pantun disebut:Parikan dalam bahasa JawaPaparikan dalam bahasa SundaUmpama dalam bahasa BatakIonde dalam bahasa Toraja

PantunPantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti petuntun. Di berbagai daerah di Indonesia pantun disebut:Parikan dalam bahasa JawaPaparikan dalam bahasa SundaUmpama dalam bahasa BatakIonde dalam bahasa TorajaPanton dalam bahasa Aceh dan Ambon

PantunPantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti petuntun. Di berbagai daerah di Indonesia pantun disebut:Parikan dalam bahasa JawaPaparikan dalam bahasa SundaUmpama dalam bahasa BatakIonde dalam bahasa TorajaPanton dalam bahasa Aceh dan AmbonRejong dalam bahasa Bengkulu

PantunPantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti petuntun. Di berbagai daerah di Indonesia pantun disebut:Parikan dalam bahasa JawaPaparikan dalam bahasa SundaUmpama dalam bahasa BatakIonde dalam bahasa TorajaPanton dalam bahasa Aceh dan AmbonRejong dalam bahasa BengkuluCiri-ciri umum pantun:

PantunPantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti petuntun. Di berbagai daerah di Indonesia pantun disebut:Parikan dalam bahasa JawaPaparikan dalam bahasa SundaUmpama dalam bahasa BatakIonde dalam bahasa TorajaPanton dalam bahasa Aceh dan AmbonRejong dalam bahasa BengkuluCiri-ciri umum pantun:Terdiri atas empat larik atau empat baris

PantunPantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti petuntun. Di berbagai daerah di Indonesia pantun disebut:Parikan dalam bahasa JawaPaparikan dalam bahasa SundaUmpama dalam bahasa BatakIonde dalam bahasa TorajaPanton dalam bahasa Aceh dan AmbonRejong dalam bahasa BengkuluCiri-ciri umum pantun:Terdiri atas empat larik atau empat barisSetiap baris terdiri dari 8-12 suku kata

PantunPantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti petuntun. Di berbagai daerah di Indonesia pantun disebut:Parikan dalam bahasa JawaPaparikan dalam bahasa SundaUmpama dalam bahasa BatakIonde dalam bahasa TorajaPanton dalam bahasa Aceh dan AmbonRejong dalam bahasa BengkuluCiri-ciri umum pantun:Terdiri atas empat larik atau empat barisSetiap baris terdiri dari 8-12 suku kataBersajak akhir dengan pola a-b-a-b dan a-a-a-a, tidak boleh a-a-b-b atau a-b-b-a

PantunPantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti petuntun. Di berbagai daerah di Indonesia pantun disebut:Parikan dalam bahasa JawaPaparikan dalam bahasa SundaUmpama dalam bahasa BatakIonde dalam bahasa TorajaPanton dalam bahasa Aceh dan AmbonRejong dalam bahasa BengkuluCiri-ciri umum pantun:Terdiri atas empat larik atau empat barisSetiap baris terdiri dari 8-12 suku kataBersajak akhir dengan pola a-b-a-b dan a-a-a-a, tidak boleh a-a-b-b atau a-b-b-aAda sampiran dan isi

PantunPantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti petuntun. Di berbagai daerah di Indonesia pantun disebut:Parikan dalam bahasa JawaPaparikan dalam bahasa SundaUmpama dalam bahasa BatakIonde dalam bahasa TorajaPanton dalam bahasa Aceh dan AmbonRejong dalam bahasa BengkuluCiri-ciri umum pantun:Terdiri atas empat larik atau empat barisSetiap baris terdiri dari 8-12 suku kataBersajak akhir dengan pola a-b-a-b dan a-a-a-a, tidak boleh a-a-b-b atau a-b-b-aAda sampiran dan isiCiri lain pantun adalah tidak terdapat namanama penulis sebab penyebaran pantun dilakukan secara lisan.

Penjelasan:

semoga di bantu semoga di bantu semoga bercedas teman teman tetap semangat belajarnya

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh rahmaputri110507 dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Mon, 18 Jul 22