buatlah teks cerita inspiratif bertema pendidikan ​

Berikut ini adalah pertanyaan dari Kontil245 pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

Buatlah teks cerita inspiratif bertema pendidikan ​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Judul : Satu Mata

Tema : Pendidikan.

Suatu hari, di sebuah sekolah elit, seorang anak yang bernama Vassa sedang tampak gelisah, ia memutar-mutar penanya dengan cepat. Satu hal yang pasti, ia tidak ingin lagi. Tidak ingin mendapatkan nilai ujian yang rendah lagi. Namun, dengan ironisnya ia menyadari, bahwa ia hanya mengeluh dan mengeluh tanpa usaha yang pasti. Ia kemudian meregangkan tubuhnya, dan menghela nafas sejenak.

"Aduh...Bagaimana ini..Aku sama sekali tidak mengerti apa yang harus kupelajari," batin Vassa.

Ia kemudian melirik ke arah dua orang siswa yang sedang bertukar lembaran kertas.

"Hmm, apa yang mereka lakukan di sana?"

"Hei, Nao. Apakah kamu yakin soal ini 100% akurat? Aku sudah membayar harga yang mahal untuk itu," bisik Riko.

"Haha, tenang saja! Soal ini sudah pasti 100% akurat dan terpercaya. Senang berbisnis denganmu, Riko," jawab Nao dengan ekspresi yang santai.

Vassa menaikkan alisnya,"Jadi, Nao sedang memberi bocoran kepada Riko? Wah, pasti Riko tidak perlu bersusah-susah untuk belajar.."

"Yah, tapi aku tidak punya uang cukup. Huff," lanjutnya di dalam hati dengan ekspresi yang murung.

Tiba-tiba, Vassa mendapatkan sebuah ide. Ia menyeringai, kemudian mengambil secarik kertas dan mulai menulis sesuatu.

"Baiklah, semoga cara ini berhasil,"

Tak lama kemudian, bel masuk pun berbunyi, dan Vassa berjalan kembali ke kelasnya. Ujian Biologi telah dimulai, semua meja dipisah-pisah menjadi barisan-barisan untuk menghindari kejadian mencontek. Bu Yohanna, sang guru biologi, berjalan mengelilingi kelas untuk mengawasi siswa yang berani saling bekerja sama.

"Untungnya, aku memiliki kertas contekan dengan informasi yang lengkap. Syukurlah, teman-temanku pasti akan terkejut dengan nilai bagusku ini," batin Vassa sambil tersenyum tipis.

Vassa mengintip kotak pensilnya, di situlah kertas contekkan di tempel. Naasnya, ketika Vassa sedang berusaha mengintip, ia ditangkap basah oleh Bu Yohanna.

"Apa yang kamu lakukan, Vassa? Sehabis ujian, ikuti ibu ke ruang BK!"

Bu Yohanna, guru biologi sekaligus guru BK, dikenal sebagai guru yang paling disiplin tanpa toleransi di sekolahnya. Banyak siswa yang segan terhadapnya. Vassa hanya dapat pasrah dan menunduk kepala ketika ia sedang ditegur habis-habisan oleh Bu Yohanna.

"Vassa! Apa kamu sadar apa yang telah kamu lakukan?! Tahukah kamu bahwa menyontek itu sama saja dengan penipuan dan korupsi?!"

Vassa tidak menjawab, hanya tertunduk dan diam.

"Vassa, di dunia pendidikan ini, bukan hanya dinilai dari segi nilai yang tinggi. Tapi kejujuran! Jika kamu malas belajar, otomatis kamu akan menjadi tidak jujur, dengan cara menyontek. Setidaknya, kamu harus menghargai pendidikan ini, dengan cara berusaha lebih keras dalam belajar.." lanjut Bu Yohanna.

"Pendidikan, ya...Apa memang benar aku harus berusaha lebih keras? Aku merasa pelajaran matematika ataupun biologi tidak akan berguna bagiku nanti," batin Vassa.

"Vassa," tegur Bu Yohanna.

"Y-Ya,Bu?"

"Ibu kasih kamu kesempatan sekali lagi. Jangan malas belajar, dan juga berusaha lah lebih keras,"

"Baik,Bu.."

Sepulang dari ruang BK, Vassa bergegas menuju ke perpustakaan, mumpung sedang masa istirahat.

"Bu Yohanna berkata benar. Seharusnya aku lebih giat lagi dalam belajar. Pendidikan itu mungkin tidak berguna bagiku sekarang, tapi sebenarnya..mereka itu akan diperlukan pada masa depan..." batin Vassa. Ia membawa setumpuk buku biologi dan matematika kemudian meletakkannya di atas meja. Satu per satu halaman ia baca dan ia pahami.

1 minggu kemudian, ulangan harian kedua biologi dimulai. Vassa mengerjakannya dengan usahanya sendiri. ia yakin, bahwa pendidikan itu penting dan ia harus menghargainya. Sehabis mengerjakan semua soal, ia berdoa dan berharap untuk mendapatkan nilai yang bagus.

Beberaha hari setelah ulangan, saat pelajaran Biologi, Bu Yohanna masuk ke dalam kelas sambil menbawa setumpuk kertas.

"Nah,murid-murid. Hasil ulangan yang lalu sangatlah memuaskan. Tapi, hanya ada satu orang yang mendapatkan nilai 100," ucap Bu Yohanna sambil tersenyum tipis.

"Namanya adalah...."

-The End-

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh SYAFIRAMI dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Mon, 12 Jun 23