cerita berikut! Apakah cinta pantas dikenang? Apakah cinta dibangun demi

Berikut ini adalah pertanyaan dari suciardianti665 pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

cerita berikut! Apakah cinta pantas dikenang? Apakah cinta dibangun demi memberikan rasa kehilangan? Pertanyaan itu mengganggu pikiranku. Mengganggu perasaanku. Sepulang dari pemakaman seorang tetangga yang mati muda, aku lebih banyak berpikir ketimbang bicara. Iring-iringan pelayat lambat laun menyurut. Satu per satu menghilang ke dalam gang rumah masing- masing. Seakan-akan turut mencerai-beraikan jiwaku. Kesedihan mendalam pada keluarga yang ditinggalkan, tentu akibat mereka saling mencintai. Andai tak ada cinta di antara mereka, bisa jadi pemakaman ini seperti pekerjaan sepele yang lain, seperti: mengganti tabung dispenser, menyapu daun kering di halaman, atau menyobek kertas tagihan telepon yang kedaluwarsa. Seandainya aku tidak mencintaimu, tidak akan terbit rindu sewaktu berpisah. Tak ingin menulis surat atau meneleponmu. Tidak memberimu bunga saat ulang tahun. Tidak memandang matamu, menyentuh tanganmu,dan sesekali mencium. (Cerpen " Hari Terakhir Mencintaimu", karya Kurnia Effendi). cari lah bahasa konotatif di cerpen tersebut​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Dalam cerpen "Hari Terakhir Mencintaimu" karya Kurnia Effendi, terdapat beberapa bahasa konotatif, yaitu:

1. "Pekerjaan sepele yang lain": Ungkapan ini mengkonotasikan bahwa pemakaman tanpa adanya cinta di antara keluarga seperti tugas yang tidak berarti atau tidak berharga.

2. "Mengganti tabung dispenser, menyapu daun kering di halaman, atau menyobek kertas tagihan telepon yang kedaluwarsa": Tindakan-tindakan tersebut dijelaskan sebagai pekerjaan yang sederhana dan tidak memiliki makna yang dalam, untuk menunjukkan bahwa jika tidak ada cinta, kegiatan-kegiatan tersebut tidak akan memiliki arti yang signifikan.

3. "Terbit rindu sewaktu berpisah": Kalimat ini mengkonotasikan bahwa rindu muncul secara spontan dan tidak terduga saat berpisah, menunjukkan bahwa adanya cinta telah membangun ikatan emosional yang kuat antara penulis dan orang yang dicintai.

4. "Tidak memberimu bunga saat ulang tahun": Kalimat ini mengkonotasikan bahwa memberi bunga saat ulang tahun adalah tindakan yang biasa dilakukan oleh orang yang saling mencintai, sehingga jika tidak ada cinta, tindakan tersebut tidak akan dilakukan.

5. "Memandang matamu, menyentuh tanganmu, dan sesekali mencium": Ungkapan ini mengkonotasikan tindakan-tindakan intim yang dilakukan dalam hubungan cinta, menunjukkan bahwa jika tidak ada cinta, interaksi fisik tersebut tidak akan terjadi.

Bahasa-bahasa konotatif tersebut membantu menciptakan gambaran emosional dan menggambarkan pentingnya peran cinta dalam kehidupan sehari-hari dan saat menghadapi kehilangan.

Maaf kalau jawabannya kurang tepat

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh qwertyonazer dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Sun, 20 Aug 23