Apa pendapat para ahli apabila sekolah mengadakan penghapusan kebijakan seragam

Berikut ini adalah pertanyaan dari anisabta230817 pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

Apa pendapat para ahli apabila sekolah mengadakan penghapusan kebijakan seragam sekolah​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Penjelasan:

Menurut Fx Djoko Sukastomo (2004), seorang guru SD dan pakar pendidikan, mengatakan beberapa alasannya untuk tetap mendukung adanya aturan seragam sekolah : membentuk kerapian dan sebagai kendali, dengan berpakaian seragam, secara otomatis anak-anak merasa bukan anak liar, yang sangat bebas bertindak dan melakukan pelanggaran asusila maupun kegiatan yang dilarang oleh peraturan sekolah. Kerapian yang ditimbulkan dari seragam sekolah adalah suatu kerapian semu, kerapian karena adanya keterpaksaan. Pada prakteknya ketika seseorang berada dalam bangku kuliah atau dalam dunia kerja, aturan untuk seragam tidak berlaku lagi. Ketika seseorang yang dari kecil sudah dididik mengenai kerapian yang nyata, bebas tapi rapi, bukan karena terpaksa tentu akan berbeda. Selain itu, kendali setiap siswa sangat tidak relevan dengan seragam. Seragam itu masalah apa yang digunakan bukan apa yang dilakukan. Liar atau tidak, memilih untuk melakukan pelanggaran atau tidak, bukan karena seragam.

Pendidikan tanpa seragam memang tidak mudah. Menurut F. Wawan Setyadi, seorang Jesuit dan alumnus STF Driyarkara yang pernah bekerja sebagai pendidik di de Britto dalam bukunya Menjadi Manusia Bebas, melihat semua siswa berseragam rapi mungkin terasa lebih mudah dan menyenangkan daripada membiarkan anak didik memilih sendiri pakaian yang hendak mereka kenakan saat bersekolah. Namun, dengan penyeragaman tidak ada hal yang dapat dipertanggung jawabkan. Cuma orang bebas yang dapat dimintai pertanggungjawaban.

Sependapat dengan argumen Wawan, ketika kita “dipaksa” untuk memakai seragam, tidak ada hal yang dipertanggung jawabkan melalui seragam tersebut. Lain halnya dengan bebas dari seragam, setiap pakaian yang dipakai selalu menuntut tanggung jawab. Pernah suatu kali saya memakai jeans sobek-sobek, dan saya “tertangkap” oleh Romo pamong, saat itu juga saya mendapatkan sanksi, dan saya bertanggung jawab atas pilihan yang saya pilih. Efek dari hukuman itu, membuat saya hingga saat ini tidak pernah lagi memakai celana sobek-sobek lagi didalam instansi pendidikan.

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh ClarenceNC dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Wed, 24 May 23