Penilaian Seni rupaTema (Ide Pokok/gagasan) Dasar Pemikiran (Latar belakang /alasan)

Berikut ini adalah pertanyaan dari khoirulummahnazwa pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

Penilaian Seni rupaTema (Ide Pokok/gagasan)
Dasar Pemikiran (Latar belakang /alasan) Estetis (keindahan Sesuai objek)
Historis (Sejarah lukisan)
Proses kreatif (hal apa yg kreatif)
lingkungan (suasana gambar)
Sosial (Hubungannya dengan kondisi terkini)
Ekonomis (Nilai Jual/Harga)​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Penilaian seni rupa meliputi berbagai aspek, antara lain:

  1. Tema (Ide Pokok/Gagasan) : Tema dalam seni rupa merupakan ide pokok atau gagasan yang diangkat dalam sebuah karya seni. Tema dapat berupa apapun, mulai dari hal-hal yang bersifat personal hingga isu-isu sosial atau politik yang sedang terjadi. Tema dapat menjadi dasar dari sebuah karya seni, sehingga sangat penting dalam penilaian seni rupa.
  2. Dasar Pemikiran (Latar Belakang / Alasan) : Dasar pemikiran dalam seni rupa berkaitan dengan latar belakang atau alasan dibuatnya sebuah karya seni. Hal ini berkaitan erat dengan tema yang diangkat. Sebagai contoh, seorang seniman dapat membuat sebuah karya seni yang berkaitan dengan isu lingkungan karena ia sangat prihatin dengan kondisi lingkungan yang semakin memburuk.
  3. Estetis (Keindahan Sesuai Objek) : Aspek estetis dalam seni rupa berkaitan dengan keindahan atau estetika yang terdapat dalam sebuah karya seni. Hal ini berkaitan erat dengan objek yang digunakan, seperti warna, garis, bentuk, tekstur, dan sebagainya. Estetika yang baik akan membuat karya seni lebih menarik dan memiliki daya tarik visual yang kuat.
  4. Historis (Sejarah Lukisan) : Aspek historis dalam seni rupa berkaitan dengan sejarah atau konteks sosial dan budaya di mana sebuah karya seni dibuat. Hal ini dapat mencakup pengaruh-pengaruh dari masa lalu atau kondisi saat itu yang mempengaruhi karya seni tersebut. Sebagai contoh, lukisan Barok memiliki ciri khas yang berbeda dengan lukisan Renaissance karena keduanya memiliki latar belakang historis yang berbeda.
  5. Proses Kreatif (Hal Apa yang Kreatif) : Proses kreatif dalam seni rupa berkaitan dengan cara seniman menciptakan karya seni. Hal ini dapat mencakup teknik atau gaya yang digunakan, ide yang muncul, hingga eksekusi karya seni tersebut. Proses kreatif yang unik dapat memberikan nilai tambah pada sebuah karya seni.
  6. Lingkungan (Suasana Gambar) : Lingkungan dalam seni rupa berkaitan dengan suasana atau atmosfer yang dihadirkan dalam sebuah karya seni. Hal ini berkaitan erat dengan objek yang digunakan dan teknik yang digunakan oleh seniman. Sebagai contoh, sebuah lukisan yang menggunakan teknik impresionisme dapat memberikan kesan lingkungan yang berbeda dibandingkan dengan lukisan realis.
  7. Sosial (Hubungannya dengan Kondisi Terkini) : Aspek sosial dalam seni rupa berkaitan dengan hubungan karya seni dengan kondisi sosial dan politik terkini. Sebuah karya seni dapat diangkat untuk mengangkat isu-isu sosial atau politik yang sedang terjadi, sehingga dapat memberikan dampak pada masyarakat. Sebagai contoh, beberapa seniman street art menggunakan karya seni mereka untuk menyuarakan isu-isu sosial dan politik yang sedang terjadi

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh xxviarachma dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Sun, 18 Jun 23