Sungguh suatu kebahagiaan tersendiri, sebuat arsip atau karya film Indonesia

Berikut ini adalah pertanyaan dari rangos3540 pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

Sungguh suatu kebahagiaan tersendiri, sebuat arsip atau karya film Indonesia di masa lampau, dalam hal ini karya Usmar Ismail ?

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Berikut Film Karya Usmar Ismail

Penjelasan:

1. Harta Karun (1949)

Harta Karun adalah film pertama Usmar Ismail yang dirilis pada 1949.

Film yang diadaptasi dari karya sastrawan Prancis ini dibintangi oleh Rd Sukarno dan Djuriah Karno.

Ceritanya mengikuti seorang rentenir kikir bernama Abdulkadir (Rd Ismail) yang tak merestui hubungan putrinya dengan pria miskin.

Putrinya, Suliati (Djuriah Karno), kemudian dijodohkan dengan pria kaya bernama Abdulrachman (Djauhari Effendi).

2. Darah dan Doa (1950)

Karya Usmar Ismail yang dirilis pada 1950 ini merupakan film pertama yang diproduksi oleh Indonesia setelah resmi menjadi negara berdaulat.

Bahkan syuting pertama film ini, yakni pada 30 Maret 1950, kemudian ditetapkan sebagai Hari Film Nasional.

Kisah film Darah dan Doa menceritakan tentang seorang pejuang revolusi Indonesia yang jatuh cinta kepada gadis Jerman usai keduanya bertemu di tempat pengungsian.

3. Enam Djam di Jogja (1951)

Enam Djam di Jogja menjadi film kedua yang diproduksi oleh PERFINI setelah Darah dan Doa.

Film ini melukiskan peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 dengan cara fiktif.

Pasalnya, dokumen-dokumen yang ada dirasa belum lengkap dan takut menyinggung berbagai pihak.

Kendati demikian, film yang menggambarkan kerja sama antara rakyat, tentara, dan pemerintah ini mendulang kesuksesan besar dan kerap ditayangkan di TVRI sampai era 1980-an.

4. Tiga Dara (1956)

Film komedi musikal ini dibintangi oleh Chitra Dewi, Mieke Wijaya, dan Indriati Iskak.

Tiga Dara tak hanya sukses di tanah air dan memenangkan Tata Musik Terbaik di Festival Film Indonesia 1960, tapi juga sempat tampil di Festival Film Venesia 1959.

Ceritanya mengikuti kisah tiga bersaudara, Nunung (Chitra Dewi), Nana (Mieke Wijaya), dan Nenny (Indriati Iskak) yang dibesarkan oleh nenek mereka (Fifi Young).

Sebenarnya mereka juga tinggal bersama sang ayah, Sukandar (Hassan Sanusi), yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya sendiri.

Suatu hari, sang nenek mendesak Sukandar untuk mencarikan Nunung jodoh karena khawatir kalau tak sempat melihat cucunya tersebut menikah.

Dengan tema yang masih relevan dengan masyarakat masa kini, Tiga Dara pernah beberapa kali di-remake.

Tak hanya itu, film Tiga Dara juga direstorasi dan tayang di bioskop pada Agustus 2016 lalu.

5. Ananda (1970)

Ananda menjadi karya terakhir Usmar Ismail sebelum wafat pada 1971.

Film ini berkisah tentang Irma alias Ananda (Leni Marlina) yang harus berjualan pisang goreng sejak kematian ibunya.

Mendapat ibu tiri yang jahat membuat Ananda sering berpetualang dengan banyak lelaki.

Salah satunya adalah Rachim (Frank Rorimpandey), yang merenggut keperawanannya.

semoga membantu

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh harrypotterlovers dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Wed, 14 Jul 21