tolloongnggggg. (asal mula sungai maruwai )​

Berikut ini adalah pertanyaan dari juansandy1724 pada mata pelajaran B. Indonesia untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama

Tolloongnggggg. (asal mula sungai maruwai )​
tolloongnggggg. (asal mula sungai maruwai )​

Jawaban dan Penjelasan

Berikut ini adalah pilihan jawaban terbaik dari pertanyaan diatas.

Jawaban:

Pada zaman dahulu di daerah pegunungan Cycloops di sebelah utara Danau Sentani hiduplah seorang pemuda bernama Maruwai bersama kedua orang tuanya. Murawai adalah pemuda yang gagah dengan tubuh yang tinggi dan tegap. Ia juga memiliki sebuah belati yang terbuat dari tulang kasuari. Ketika musim kemarau tiba, daerah mereka dilanda kekeringan. Orang tua Murawai segerah menyuruh anaknya untuk mencari air. Murawai segera mempersiapkan segala peralatan yang diperlukannya dan pergi, ia masuk keluar hutan, menerobos lebatnya ilalang tajam dengan harapan secepatnya mendapatkan air. Sekali kali Murawai memetik daun pakis untuk di makan dan memotong batang rotan lalu mengisap airnya. Tak lama kemudian tampaklah oleh Murawi gumpalan awan hitam mengelilingi puncak bukit. Tanpa pikir panjang Murawai berlari menerobos semak-semak hutan di sekitar perbukitan. Murawai yakin awan hitam itu cukup mengandung air yang akan tumpah ke bumi sebagai hujan, maka diambilnya pelepah (upin nibung) untuk tempat menampung air. Namun betapa kesal dan kecewa karena awan hitam itu telah berpindah kearah Timur, Murawai termenung dan menjadi murung, tiba-tiba ia melihat sebuah pondok kecil, tidak jauh dari tempatnya berdiri. Murawai menghampiri pondok tersebut yang ternyata di huni oleh Bodutan dan istrinya Waumeng. Kemudian Murawai menceritakan keadaan desanya dan perjalanannya hingga tiba di tempat tersebut. Bodutan dan istrinya mendengar dengan saksama cerita Murawai. Kemudian Boduta menunjukkan arah untuk mendapatkan air dan memberikan pesan agar air yang di dapat tidak boleh diletakan disembarang tempat jangan sampai tumpah. Setelah itu bergegaslah Murawai menujuh kearah yang di tunjuk oleh Boduta, ketika sampai di tempat itu Murawai melihat kilauan air yang jernih. Ia mengucap syukur lalu mengambil air untuk membasuh badannya dan minum sepuasnya, setelah itu ia mengisi upin nibung hingga penuh. Dalam perjalanan pulang, Murawai berjumpa dengan seekor burung kasuari yang besar. Ia segerah memasang anak panahnya untuk membidik burung kasuari tersebut, namun saat melepaskan anak panahnya Murawai teringat akan pesan Boduta dan Waumeng, ia pun mengurungkan niatnya. Murawai melanjutkan perjalanannya, beberapa kali ia berjumpa dengan beberapa binatang buruan lainnya tetapi Murawai tetap bertahan untuk tidak memanah binatang ? binatang itu. Ketika hampir mendekati daerahnya tiba-tiba muncul seekor babi hutan yang sangat besar dan gemuk. Murawai tak kuasa lagi menahan keinginannya untuk mendapatkan binatang itu. Murawai segerah mengambil busurnya dan siap membidik. Namun sebelum anak panahnya dilepaskann tali upin nibung yang berisi air terlepas dan jatuh. Air yang dicarinya dengan susah payah tumpah..! Tiba-tiba muncul keanehan, air yang keluar dari upin nibung itu terus mengalir tak habis-habisnya. Menggenangi tanah tempat upin nibung jatuh, mengali?mengalir dan terus mengalir ke bawah hingga menjadi sebuah sungai yang akhirnya diberi nama sungai Murawai. (Sumber cerita; Manuel Ovide 1960). Makna sosial budaya yang terkandung dalam cerita rakyat ini adalah untuk mengingat betapa pentingnya kearifan lokal bagi masyarakat.

Penjelasan:

semoga bermafaat(≧∇≦)/

Semoga dengan pertanyaan yang sudah terjawab oleh lionianinditahasanah dapat membantu memudahkan mengerjakan soal, tugas dan PR sekolah kalian.

Apabila terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, silahkan koreksi jawaban dengan mengirimkan email ke yomemimo.com melalui halaman Contact

Last Update: Tue, 11 May 21